Jumat, 23 Oktober 2009

DEWI KWAN IM ADALAH RATU MAS MAGELUNG

DEWI KWAN IM itu RATU MAS MAGELUNG :
Pengaruh India terhadap Indonesia rupanya menurun pasca runtuhnya Kerajaan Sriwijaya. Apalagi, dipanggung percaturan dunia, kekuasaan India telah mulai dikalahkan kekuasaan China. Kaisar kaisar China dari wangsa Mongol terus melakukan usaha penaklukan dunia. Sedangkan kerajaan besar di India semakin terpecah-pecah, sehingga sampai abad 12 Masehi, satu persatu Kerajaan Hindu di India jatuh ketangan Kerajaan Islam Dinasti Moghul. Oruentasi Kerajaan-Kerajaan di Indonesia akhirnya beralih kepada China ketika itu. Pengaruh China sangat tampak pada peninggalan uang Kepeng di bali. Bahkan sampai Arca Dewi Kwan Im yang dipamerkan di Restoran Lake View, Kintamani. Sejauh manakah pengaruh China pada Majapahit ? Pada Zaman Singasari akhir China dengan laskar Tartar nya memang sempat menyerang pulau jawa. Penyerangan itu dimanfaatkan Raden Wijaya untuk menyerang Kediri yang disebutkan sebagai Kerajaan Singsari. Kerajaan Kediri akhirnya jatuh. Raden Wijaya kemudian mengusir tentara Tartar, dan Dia Mendirikan Kerajaan Majapahit. Pada masa pemerintahannya, Raden Wijaya dapat persembahan dua Putri, yakni Dara Petak dan Dara Jingga hasil ekspedisi ke tanah Melayu. Dara Jingga dinikahi Adwaya Brahma yang menurunkan Arya Damar atau Aditiya Warman. Pada masa pemerintahan Tri Bhuwana Tungga Dewi, Arya Damar diutus ke negri China  untuk memberikan salam kepada Kaisar China, hingga Aditiya Warman terkenal di negri China. Hyang Surya Wilatikta bercerita banyak tentang hal itu Menurut Dia Aditiya Warman  terkenal dengan nama Sekiya Li Yu Lan . Sekiya berarti Putra Raja, sedang Li Yu Lan menunjukkan nama Ibunya , yakni Dara Jingga [ Li Yu Lan] Dara Jingga memiliki nama China sebab keturunan dari Miao Li [Mauliwarman] yang menjadi Raja Malaya . Raja Malaya ini keturunan Raja Thang [Li Wang Ti] Raja Thang terkenal di China, terutama dalam cerita Kera Sakti. Salah satu dari saudara Raja Thang [Tong] menjadi Biksu terkanal, Bhiksu Tong Sam Cong yang dikawal Kera Sakti mencari Kitab Suci.

Dara Jingga atau Li Yu Lan atau Dewi Bulan setelah meninggal diupacarai di  Bong Sita Yulan atau Setra Wulan. Setra Wulan dipersamakan dengan Trowulan, Setelah mendapatkan upacara SRADA [Penyucian], Beliau memakai gelar INDRESWARI atau RATU MAS . Arya Damar kemudian membuat Pelinggih RATU MAS di Besakih, sebagai RATU MAS MAGELUNG , hingga Beliau dipuja keturunannya di Bali. Nama Ratu Mas Magelung ini mengingatkan semua pihak  terhadap Dewi Kwan Im , Beliau yang dalam Agama Budha disebut sebagai Avalokitesvara digambarkan memakai Gelung Mas. Jadi, RATU MAS MAGELUNG bisa juga dipersamakan dengan DEWI KWAN IM . Hal ini memang masuk akal, sebab Leluhur Dara Jingga [Li Yu Lan]memang kerap di tolong Dewi Kwan Im. Dewi Kwan Im lanjut Hyang Surya , juga disebut sebagai Putri Laut Selatan atau Nan Hay Niang Niang . Karena itu, pemujaan ini memang terus berkembang di Jawa menjadi Pemujaan Ratu Laut Selatan . di Bali, terdapat pula pemujaan Ratu Mas Magelung, Ratu Mas Maketel dan sebagainya. Bahkan di Pura-Pura pantai selatan , terdapat juga pemujaan Ratu Niang, menurut bayangan orang Bali bersosok Tua, sedangkan Nan Hay Niang Niang merupakan Dewi yang Cantik mempesona. Tetapi bagaimanapun, Keturunan Dara Jingga yang berasal dari keluarga Thang memang sempat ke Bali, Pasukan Majapahit membawa tiga keturunan Thang, yautu Tan Kober, Tan Kawur dan Tan Mundur. Ada lagi pimpinannya yang cukup terkenal bernama Arya Belog atau Tan Wie Kang , Arya Belog ternyata masih memiliki keturunan di Jawa Timur keturunannya menurut Hyang Suryo memakai nama Tan Bi lauw atau Arya Beloh NUSA 15 Februari 2003,-

Upacara Dewi Kwan Im di Pura Trowulan Pada tanggal 14 bulan ke 7 adalah Ulang Tahu Dewi Kwan Im Miao San Putri ke Tiga Raja Miao Ciang Kerajaan Thang yang pada usia 17 tahun berhasil Mokswa menjadi Dewi Kwan Im atau Avalokitesvara yang ber Istana di Pulau Butosan Laut Selatan atau Nanhay, Pura Majapahit Trowulan 14-7-2000 penuh Pengunjung Ber kaos Merah, Mereka umat Kong Hucu dengan membawa Barongsai, ini untuk Pertama kali nya Barongsai ke Segaran [Pura Majapahit] sejak 500 tahun keruntuhan Majapahit, Penduduk Trowulan berjubel menyaksikan pertunjukan aneh ini karena selama ini hanya melihat Barongsai di TV, bahkan banyak orang menyalami Hyang Suryo berterima kasih atas Pertunjukan Barongsai yang memang baru pertama kali mereka lihat asli nya. Jadi Pura Majapahit unrtuk pertama kalinya bisa Odalan Ratu Mas lengkap dengan Barongsai nya sebagaimana di Pelinggih Besakih Yang pintunya dikawal dua Barongsai yang dibuat 666 tahun silam olleh Arya Damar, agar adiknya Arya Kenceng bisa Odalan di Bali tanpa pulang Trowulan karena Arya Kenceng waktu itu diangkat menjadi Raja Bali Oleh Ratu III Majapahit Tri Buwana Tungga Dewi yang suaminya Sri Kertawardhana yang juga kakak Arya Damar yang ber Ibu Dara Jingga / Li Yu Lan / Ratu Mas / Indreswari dan Bapaknya  Brahmaraja / Jayasabha / Hyang Wisesa / Bhatara Indra yang Melinggih di Besakih, dan pada 1 Januari 2009 Pratima Ratu Mas sempat di Linggihkan beberapa jam di Pelinggih Beliau di Pura Besakih yang dibuat 666 tahun silam, Hal ini disebabkan Arya Wedakarna Keturunan Dalem Tegeh Kori Kepakisan mengundang Pratima Ganesa untuk di Linggihkan di Penataran Agung menyambut Tahun Baru 2009, tapi Hyang Suryo Sri Wilatikta Brakmaraja XI  mengikutkan Pratima Ratu Mas karena Beliau punya Pelinggih di Besakih, Pada 1343 Arya Kenceng dilantik didepan Pelinggih Ratu Mas dan Brahmaraja oleh Arya Damar atas perintah Ratu Majapahit III Tribuana Tungga Dewi istri Sri Kertawardhana Kakaknya, akhirnya karena peristiwa ini langka dan untuk mengulangi Sejarah Sri Wilatikta Brahmaraja XI melantik Gusti Arya Wedakarna sebagai Raja Negara Bali didepan Pelinggih Sri Wilatikta Barahmaraja I  dan Pelinggih Ratu Mas Permaisurinya, jadi Sejarah terulang setelah 666 tahun waktu itu spontanitas dan kebetulan Bendesa , Kelian Adat dan Tokoh Masyarakat Besakih juga Kepolisian, Mahasiswa Mahasiswi, Putra Putri Kampus, Teruna Teruni Bali lkut hadir menyaksikan, dan semua Tokoh Besakih mengakui memang itu adalah Pelinggih Ratu Mas Maru Tumpang Tiga, dan Pelinggih Sri Wilatikta Brahmaraja I padahal Gusti Wedakarna tidak tahu kalau ada Pelinggih Brahmaraja dan Ratu Mas di Besakih, Tujuan mengundang Ganesa untuk di Linggihkan di Penataran Agung saja,Tapi kan kurang baik kalau Ratu Mas tidak diikutkan karena Beliau punya Pelinggih, dan baru kali ini sejak 666 tahun Ratu Mas sempat meninjau dan duduk sebentar di Pelinggihnya sendiri secara phisik yaitu Pratima nya yang dibawa Turunan Beliau sendiri yang ke XI, ini akibat Pura Majapahit Trowulan di Tutup hingga Ratu Mas dibuatkan Candi di Pura Ibu Majapahit Jimbaran dan akhirnya bisa berkunjung ke Pelinggih Beliau yang dibuat 666 tahun silam memang Orang jarang tahu ada Pelinggih Ratu Mas dan Brahmaraja di Besakih, hanya Keturunannya yang tahu, dan untuk menguji Sri Wilatikta Brahmaraja XI bertanaya "Apa betul ini Pelinggih Ratu Mas Magelung ? dan yang disana Brahmaraja ?" dijawab Betul oleh Bendesa Adat, Kelian Adat dan Para Mangku Besakih bahkan untuk meyalinkan sampai diulangi 3 X pertanyaan dan tetap dijawab " Betul" hadir dalam kesempatan itu Wai Cing Li yang Putri Raja Tumasik Singapura yang kebetulan keturunan Miao Li juga, Beliau yang membawa nyungsung Pratima Ratu Mas berjalan di depan dan Kerauhan tanpa di pimpin langsung menuju Pelinggih Ratu Mas padahal baru pertama masik Besakih, Oleh Mangku Pura Besakih Wai Cing Li diberi Uang Kepeng / China untuk bukti bahwa Leluhur Bali juga dari China dimana Uang Leluhur masih digunakan untuk Upacara dan Kurs sekarang Rp. 1000 / Kepeng jadi sejak jaman Majapahit Uang China tetap Tinggi Kurs nya Aneh tapi nyata jadi masih laku dialam Dunia dan di Alam Budaloka itu uang Kepeng / China [contoh uang China bisa dilihat disamping kiri dan berputar terus] kini Gusti Arya Wedakarna sudah DOKTOR dan REKTOR termuda di Dunia dan masuk 5 MURI juga Pemuda Terpandai di Dunia usia 23 tahun sudah President World Hindu Youth Organization [ Ketua Pemuda Hindu se Dunia] dan sangat pantas dilantik Raja Negara Bali untuk di Tampilkan di Mata Dunia kalau Majapahit masih Ada,-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar