Tampilkan postingan dengan label Khusus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khusus. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Desember 2009

PERINGATAN HARI IBU

22 Desember ini adalah hari IBU, Tanpa Ibu kita tidak akan Lahir di Dunia ini jadi Hari Ibu adalah hari yang harus dihormati, Juga menjelang Natal marilah kita Kenang Bunda Maria Ibu Jesus Penebus Dosa Manusia se Dunia, Ibu Tri Bhuwana Tungga Dewi yang pernah menjadi Ibu Nusantara yang juga Ratu Majapajit III yang berhasil menyatukan Nuswantara yang sekarang disebut Indonesia, Ibu Ken Dedes yang menurunkan raja raja Nusantara, Setelah Kalahnya Majapahit 1478 oleh Islam posisi Ibu sudah kurang dihormati lagi,

Karena Wanita sesuai adat Islam harus dikerudungi hanya kelihatan mata nya saja, dilarang menampilkan Keindahan tubuh dimana di Aceh Wanita memakai Celana Jin ketat di Oprasi dan dilarang, harus mengenakan Busana Arab yang tidak menunjukkan Aurat / Lekuk Tubuh yang membangkitkan Syahwat 2009 [TV].

Muncul Pemberontak adat Islam yaitu RA Kartini 1879-1904 sdetelah 300 tahun terpasung adat Islam, Maka Ibu kita Kartini pun jadi Pahlawan Sejati [ada Lagunya] Kebebasan Wanita dari kekangan adat Islam yang memasung Wanita hanya untuk Harem saja tidak boleh sejajar dengan Pria padahal diluaran Pemerintah Nederland Indie yang Kristen Wanita bisa menjadi Ratu dan juga Guru ingin membantu Kartini tapi gagal kena adat Islam yang Wanita tidak boleh Sekolah, Sekarang ada lagu Ibu Pertiwi menangis Sedih, melihat Bangsa ini sudah tidak memakai Adat nya lagi yang Oleh Dunia dipakai yaitu Persamaan Hak atau Gender Inggris juga bisa Ratunya Wanita dan kini menyusul Jepang yang percaya Keturunan Matahari Dewa Amaterasu sudah mengangkat Putri Mahkota mirip Kerajaan Majapahit,

Padahal dahulu Nusantara sudah menghargai Wanita setarap dengan Pria yang bisa menjadi Raja seperti Ratu Majapahit III Tri Bhuwana Tungga Dewi yang Suaminya adalah Sri Jayasabha Wisnuwardhana IV yang Berabhiseka Sri Wilatikta Brahmaraja II 1338-1350 dimana Majapahit Mengalami Kejayaan setelah di pegang Wanita yang oleh Islam Wanita dianggap Harem [Jawa Gundik], diteruskan Rani Suhita Ratu Majapahit VI  yang Suaminya adalah Sri Aji Pangkajachina yang ber Abhiseka Sri Wilatikta Brahmaraja  V Bhatara Daha 1427-1447 Saat ini Islam sudah mulai Kuat di Majaphit dan banyak Ahli Islam dari Arab mengajarkan Agama Simpel Memuja Allah dan menguasai Pesisir Utara Jawa hal ini akibat Hyang Wisesa Wikramawardhana Raja Majapahit V menerima Para Saudagar Islam bahkan membebaskan Para Wali menyebarkan Agama Islam yang waktu itu masih Pura Pura menghormati Majapahit dan Adatnya bahkanSang Raja Siwa-Buda  memberi Tanah 5 Hektar disebut Ampel Denta kepada Sunan Ampel untuk Siar Islam tempat menampung Orang Arab dan sekarang bisa dilihat sebagai kampung Arab [TV 2009] pusat penjualan Kurma,

Rusaknya setelah Adat Arab diterapkan di Negri ini sejak 1478 [1400 Saka] Kerajaan Islam demak Bintara yang yang mengalahkan Majapahit Brawijaya yang sudah sangat Tua sebagai Simbul Raja yang karena kalah dan mau masuk Islam hingga pisah dengan Sabdopalon sejak itulah Jawa dipimpin Islam, dimana Wanita hanya dijadikan Barang permainan Pribadi dikerudungi hanya kelihatan Mata nya dan tidak boleh dinikmati Orang Lain kecuali Pemiliknya yang dikawin Resmi, Modin atau Kontrak dan bisa dikontrakkan Orang Arab oleh Suaminya sesuai Adat Islam, Bahkan ingin persamaan Hak jadi TKI ke Arab tapi pulang Mati, Inilah nasib Ibu masa kini, Jadi Peringatan Hari IBU 22 -12-2009 ini apa sebenarnya maksudnya ? Nabi Muhammad sampai 3 X menyebut UMI atau IBU yang harus dihomati Prakteknya ? Wanita hanya diberi Pangkat Harem, malah oleh Suami dikontrakkan Orang Arab dan Walinya juga si Pemilik Wanita itu yang mungkin dikawini secara KUA / Milik resmi jadi bisa di Kontrakkan, dari pada kena Talak "Habislah sudah nasibnya" [istilah Juru Dak'wah Wanita TV Indosiar pagi],

Sungguh menyedihkan bila mendengar suara Ibu di Negeri ini, menjadi Tangisan Anak Anak nya setelah mayatnya terbujur kaku pulang dari TKI di Arab Saudi [TV kemarin] nutuk Berusaha sederajat dengan Sang bapak mencari Nafkah bagi sang Anak Anak, Ironis memang nasib Ibu di Negri ini setelah mengikuti Adat Islam Arab Zaman Jahilliyah yang kita saksikan sekarang ini memungut 3 biji Kakao demi perut anak anak nya pun ditangkap dan di Adili hingga air matanya meleleh membasahi Jilbabnya [TV] inilah nasib Ibu yang melarat, Hanya ada sisi Lain Ibu Ibu yang merayakan Natal dengan Riang Gembira karena Adat Jesus luwes dan Moderen yang bertentangan dengan Adat Muhammad yang Kuno dan memasung Wanita, Kalau Katolik hanya Wanita tertentu yang siap berkorban untuk Jesus dan diberi Kerudung mirip Jilbab dan disebut SUSTER / BIARAWATI, tapi Umat bebas berpakaian dan ber Kreasi, jadi Hanya Ibu yang Sadar dan siap Mengabdi Jesus saja yang terpasung atas kehendak Sendiri bukan paksaan, sedang Ibu yang Islam harus Semua rela di Pasung tanpa Pandang Bulu Ironis nasibmu oh Ibu yang ikut Arab, di Negri Sendiri di Pasung, kerja ke Arab tercinta pun mati diperkosa, Pulang hidup Gila penuh Luka,

Jadi Perayaan Hari Ibu di Indonesia ini baik juga Semoga Orang ingat Sejarah kembali tentang Majapahit Pemersatu Nusantara yang sangat Menghormati Ibu hingga Ibu bisa jadi Raja Nusantara sesuai Pesan Pendiri Republik ini Bung Karno "Jangan Sekali Kali Meninggalkan SEJARAH" biarpun Beliau ditumpas Islam beserta Jutaan perngikutnya dan Buku serta Ajarannya Cinta Tanah Air / Ibu Pertiwi dilarang dibaca diganti Buku Islam yang tidak menghormati Ibu Pertiwi, bahkan diera Kekuasaan Islam Orang Upacara NYIUM BUMI / IBU PERTIWI pun dimasalahkan Tanah kok di Cium dan jadi Urusan [Majalah Tempo 80 an] Semua Acara Budaya Sendiri sampai Nyium Tanah Sendiri di Haram kan Islam yang boleh hanya Nyium Kaabah Hajar Aswat / Batu Hitam di Arab sana. Inilah nasib Bangsa ini yang dijajah Dajjal Arab dan semoga Perayaan Hari IBU ini benar benar membuka hati Bangsa terpuruk ini agar ingat pada Leluhur IBU yang pernah menjadi Raja / Ratu Besar di Nusantara bukan Arab, Semoga Bangsa ini Sadar akan Peran Ibu yang tanpa Ibu kita tidak bisa ada di Dunia ini dimana Sekarang Banyak Ibu tidak diakui katanya kita dari Awlloh. Semua dari Awlloh nya Orang Islam, Sedang Allah nya Jesus malah di Tumpaskarena Kafir Gerejanya malah di Bom [Natal 2000] padahal ajaran Jesus lebih bebas , Lihat itu itu Ibu IBu bikin Pohon NATAL berpakaian bebas bukan Jilbab, Sungguh Pemandangan yang Indah, Bahkan Zaman Majapahit Wanita malah tidak mengenakan Baju dan menunjukkan Ke Indahan Tubuh tapi tidak ada Pelanggaran Hukum karena Orang Takut Karmapala dan Taat Hukum Negara Waktu itu, hal ini berlangsung di Bali hingga sekarang di Pedesaan masih banyak Orang tidak mengenakan Baju sampai Touris Wanita pun ikut adat Bali karena Udara Tropis dan Panas tidak ada Hujan Debu / Pasir seperti di Arab hingga Busana harus menutupi Aurat agar tidak terkena Pasir yang ditiup Angin kencang, Sedang di Jawa Pura Penghormatan Leluhur Ibu Majapahit Trowulan malah di Tutup tidak boleh Ritual dan Kegiatan dalam Bentuk apapun oleh Adat Islam Arab Dajjal yang tidak mengnal Leluhur.

Jadi Marilah Hari IBU ini benar benar diperingati sesuai Sejarah Sendiri dimana Persamaan Hak Ibu dan Bapak dihormati bukan Memasung Ibu yang berbusanapun harus ikut busana Arab, Semoga Lagu "Ibu Pertiwi Menangis" bisa diganti "Ibu Pertiwi Tersenyum Ria" merayakan Natal dan Adat lokal nya Majapahit seperti Gereja Puhsarang Kediri Jawa Timur yang benuansa Majapahit, dan Bebas berbusana tanpa ketakutan di Gebuk Undang Undang Pornoaksi, dimana Penyanyi Jaipong pun di Jawa barat Busananya harus ikut Arab dan tidak boleh kelihatan Ketiaknya atau tembus Pandang yang sempat Heboh di TV dimana Gubernur Jawa Barat pun sudah ikut Arab melarang Busana Adat Parahiyangan yang Indah dipandang ironis sekali nasibmu oh Ibu, Bali pun mulai Ketakutan Undang Undang ini dan Gubernur Bali dan Mahasiswa sampai Protes dan Demo tapi karena dianggap Minoritas DPR tetap ketok Palu menyetujui Negara ini ikut Arab, dan membuat Keresahan Negara Pancasila ini yang sebetulnya sudah dikuasai Arab Zaman Jahilliyah yang Adatnya 1000 tahun yang lalu tanpa sadar padahal sekarang sudah Moderen dan tahun 2009 dan Orang tetap berpikir seolah Zaman Perang Salib. Semoga hari Ibu ini bukan Peringatan Pemasungan dan Penghinaan kepada Ibu, dimana Pratima Pratima Dewi Ibu Semua tidak berbaju dan Relief Relief Per Candian menampilkan Kecantikan Ibu tetap Lestari tidak malah dihancurkan karena tunduk Adat Arab Dahulu Kala. Semoga Murnilah Acara Hari Ibu ini tanpa dijajah Arab, Semoga Hari Ibu ini Sang Ibu kembali ke Budaya nya sendiri yang Agung serta Ibu setaraf dengan Bapak dan Bisa Memerintah Negri ini tanpa dibatasi Hukum Arab yang Wanita tidak boleh jadi Presiden, dan Wanita direndahkan hanya barang permainan yang bisa dikontrakkan Orang Arab, semoga.

SELAMAT HARI IBU semoga IBU bisa bebas di Tanahnya Sendiri yaitu Nusantara Semoga Kita benar benar menghormati Ibu Nusantara yang pernah bebas jadi Raja seperti di Inggris bukan menghormati Ibu di Arab yang terpasung dan Hina, buktinya TKW kita pulang Mati disiksa dan diperkosa dan yang pulang Hidup Penuh Luka dan Gila hingga dikirim Pemerintah berobat lagi ke Singapura, Sekali lagi marilah kita Rayakan Hari IBU dengan penuh Cinta kepada Ibu Pertiwi dimana Tanah adalah Dewi Sri yang bersuamikan Air yaitu Dewa Wisnu dan punya anak Boma Dewa Tumbuh Tumbuhan dimana Boma selalu di Ukir diatas Pintu Candi Wisnu maupun Dewi Sri yang masih dapat dilihat di Reruntuhan Candi Peninggalan Majapahit maupun Mataram di Jawa Tengah seperti Candi Roro Jonggrang yang juga Durga Mahisa Nandini yang sama dengan Pura Ibu Durga Kutri Mahendradata di Bali yang selama 1000 tahun Ibu tetap di Upacarai sedang di Jawa Hancur tidak bisa di Upacarai karena adat nya ikut Arab yang tidak kenal Padi [Dewi Sri] serta Buah buahan ada buah hanya Kurma saja, Ada di Trowulan Candi Ibu didalam Rumah / Puro / Dalem / Griyo Raja Majapahit Masa Kini Sri Wilatikta Brahmaraja XI tapi inipun sudah dilarang Upacara dan Odalan karena bertentangan dengan adat Arab yang tidak kenal Upacra Ibu hingga di tutup dan dilarang Ritual dan Kegiatan dalam bentuk Apapun dan Camat pun tunduk dengan Imam Arab Karyono karena takut di "Saduk'i" [ditendang dan di injak injak] dan Sang Camat berkorban menutup Tempat Pemujaan Ibu yang Leluhur Hyang Suryo beserta Keturunan Majapahit yang Lestari di Bali sedang yang di Jawa di Tumpas Islam 1965-1966

Kini Upacara untuk Ibu terpaksa di Bali yaitu di Pura Ibu Majapahit Jimbaran karena di Trowulan Jawa di Larang Adat Arab yang menyebut diri Islam padahal Islam banyak ini entah Islam yang mana, bahkan Bung Karno Penggali Pancasila dan Presiden RI  saja bisa di Tumpas dengan jutaan pendukungnya apalagi Orang biasa yang tidak tunduk Arab, SBY Presiden Indonesia di ancam satu Habib untuk membubarkan Achmadiayah juga langsung Rapat bikin SKB tidak muter muter jadi Penjajahan Dajjal Arab benar benar mutlak jadi Semoga Penghormatan Ibu ini bisa benar benar dilaksanakan sesuai Adat kita yang memang Hormat pada Ibu yang bertentangan dengan adat Arab, Semoga Ibu Sederajat kembali dengan Bapak sesuai cita cita Dunia non Islam yang menyadari Kemajuan dan Kecanggihan serta Era Satelit dan Pesawat Jet bukan jaman Cikar ditarik Lembu lagi selamat buat IBU***


Minggu, 13 Desember 2009

PARTAI KOMUNIS INDONESIA

PARTAI KOMUNIS IDONESIA (PKI) Didirikan 1920 oleh Serikat Islam dan Memberontak terhadap Belanda, Tapi gagal dan Tan Malaka, Alimin, dan para pembrontak Komunis Muso dll ditangkap dan dibuang ke Digul Tanah Merah Irian, Ketika Jepang masuk 1942 Para Tahanan Politik dipindahkan ke Australia {Siaran TV Metro Files Minggu 13-12-2009}bekas Tahanan masih hidup dan berkomentar di Metro TV.dengan wajah Tegar dan senyum getir menahan Penderitaan batin diusianya yang senja membayangkan Republik tercinta yang diperjuangkan nya sejak muda dan hasilnya sekarang begini carut marut belum Merdeka penuh.

Istilah INDONESIA adalah Partai Komunis Indonesia yang mendengungkan pertama kalinya secara resmi, kemudian Bung Karno dengan Partai Nasional Indonesia, Jadi PKI adalah Pejuang Kemerdekaan terhadap Belanda dan Belanda sangat menghormati Para pejuang ini, Mereka tidak dibunuh tapi diasingkan ke Boven Digul agar tidak berkegiatan di Jawa, bahkan masih diselamatkan ke Australia ketika Perang Dunia 2 meletus. Setelah Merdeka 1945 dan Bung Karno Yang PNI {Partai Nasional Indonesia} menjadi Presiden Tanpo Surat Sedawir banyak tahanan dari Australi pulang membantu Kemerdekaan juga para Pejuang lama termasuk Tan Malaka pemrakarsa Penculikan Bung Karno ke Rangkas Dengklok dan dipaksa agar cepat, memproklamasikan kemerdekaan mengingat Jepang kalah Perang Dunia 2 .Akhirnya Bung karno dan Bung Hatta memproklamirkan Kemerdekaan 17-8-1945 .

Sedang Presiden kedua diangkat berdasarkan Surat Perintah 11 Maret 1966 yang dibuat Presiden Soekarno yang menurut Wilardjito Bung Karno di Todong Pistol untuk nanda Tangini SP 11 Maret itu [TV] dan menjadi Kontroversi hingga detik ini, dan Surat Aneh itu belum ketemu Aslinya dan yang beredar apakah benar ? Apakah bukan rekayasa sebab SP 11 Maret memang ada dua yang beredar yang satu tanda tangan Bung Karno agak belobor ini membuat asumsi apakah surat ini dua kali pula ditanda tangani Bung Karno ? karena menurut Soekardjo Wilardjito yang disodorkan Bung Karno diktum Angkatan Darat bukan kop Presiden dan ada Jendral Panggabean ikut nodong, mangkanya juga beredar 2 surat biarpun kopian dan Kop nya sudah Presiden RI di Pelajaran Sekolah, Yang dibahas disini adalah PKI dituduh Memberontak pada Pemerintahan Presiden Soekarno dan Anehnya Presiden Sokarno pun dituduh Terlibat Pemberontakan ini yang mau nge Cup Presiden Soekarno sendiri ini aneh masak Presiden menjatuhkan / ngekup dirinya sendiri ?, hingga Bung Karno pun di Jatuhkan ditangkap dengan tuduhan terlibat G 30 S PKI dan Tewas dalam tahanan Republik Indonesia yang didirikannya, Sebelum Bung Karno dijatuhkan dan ditangkap 1967,

Pada tahun 1965-1966 PKI dan Orang yang dituduh Komunis tidak ber Tuhan oleh Islam ditumpas sampai akar akarnya karena dalam Metro Files dahulu juga pernah disebutkan Penumpasan ini adalah untuk menumpas Pendukung Bung Karno yang belum siap, Hingga dengan mudah dihabisi dan Bung Karno kemudian dijatuhkan. Yang aneh mengapa Bangsa ini kini kok Kejam sekali terlepas Tujuan Islam ingin menguasai Indonesia dengan Menumpas Jutaan Orang yang bukan Islam, hingga terbentuk Negara Islam sekarang yang Pancasila hanya digantung saja karena penciptanya Bung Karno pun sudah di Tumpas jadi Pancasila dianggap tidak ada, Sariat Islam ditegakkan dimana Selain Islam dipersulit seperti kita lihat sekarang ini. yang kita lihat Kenyataannya saja lepas dari menuduh Islam menguasai Negri ini yang sudah nyata dan terbukti dan tidak bisa dipungkiri lagi jadi tidak usah muter muter lagi.


Marilah kita buat Perbandingan bahwa Kristen Belanda Pemerintah NEDERLAND INDIE yang sah waktu itu malah tidak membunuhi Para Pemberontak PKI, hanya mengasingkan saja. Tapi Bangsa yang dengan nama agama Islam ini atas nama Pemerintahan siapa belum jelas kok malah begitu Kejamnya menumpas PKI dan masyarakat yang belum tentu salahnya apa karena hanya tidak ke Masjid dengan kejam dan biadabnya ? hanya beda Idiologi saja yang islam muja Alloh ini yang paling benar Kristen Allah China Pik Kong jawa Leluhur Sunda Karuhun ada juga muja Opung dll yang disebut bukan Tuhan alias Kafir, bahkan menuduh Komunis pun Tidak ber Tuhan dan atas nama Islampun sekarang masih teriak "Bahaya Laten PKI" dan PKI digunakan untuk menyetempel Orang agar bisa dibunuh dengan legal sampai Bayinya mengapa ? Memang sekarang ketahuan bahwa semua itu Rekayasa seperti Penculikan Para Jendral yang disiarkan Matanya dicungkil dan Kemaluannya dipotong hingga mengerahkan Orang Orang Islam yang marah yang dahulunya juga pernah Berontak angkat senjata dan berhadapan dengan TNI untuk mendirikan Negara Islam terhadap Bung Karno Yang Presiden RI, dan  1965 Islam yang pernah Berontak mendirikan Negara Islam menumpas PKI yang dituduh melakukan Pemberontakan yang belum terbukti angkat Bedil lalu masyarakat Pedesaan yang seumur hidup belum pernah ke Jakarta tempat Lobang Buaya juga dibunuh karena bikin Lobang untuk nanam pisang dituduh bikin Lobang buaya. Bahkan disiarkan "Lebih baik membunuh sebelum dibunuh" agar Penumpasan PKI makin sah saja Jadi Pemberontak  Islam yang sudah terbukti numpas Orang bukan Islam yang dituduh Pemberontak juga dan dua duanya Berontak pada Era Soekarno juga, sedang yang PKI berontak dituduh Soekarno terlibat sedang yang Islam berontak kok tidak nuduh Soekarno juga terlibat ?, kan ini lucu PKI dituduh berontak ke RI yang Presidennya Soekarno, Tapi Soekarno pun dituduh terlibat dan dua duanya di Tumpas dan Nasional Agama Komunis [NASAKOM] ciptaan Bung Karno untuk menyatukan dihapus menjadi Agama saja yaitu Islam lainnya di Tumpas juga atau dipersulit pokoknya yang bukan Islam dihancurkan, dituduh melecehkan islam, ditutup, dituduh sesat dll dst dsb. Bahkan Budaya Majapahit pun dilarang karena bertentangan dengan budaya Arab yang anti Berhala, hingga Patung Patung di Candi dihancurkan, Muja leluhur yang dipatungkan pun dilarang termasuk Upacara Larung Sesaji dan Upacara Upacara Adat Lokal paling gamblang Penutupan Pura Majapahit Trowulan 2001 yang suka Odalan Leluhur. Sesuai Adat Majapahit yang masih lestari di Bali, dan apakah Bali bukan Indonesia?


Ternyata belakangan ditemukan Visum para Jendral yang duculik ternyata bohong Besar pemotongan Kemaluan dan Pencungkilan mata, Pembuat Visum 1965 masih hidup dan didepan TV disaksikan Dunia Pria Tua yang belum pikun ini menjelaskan dengan Gemetar tentang Visum yang dibuatnya itu benar juga mengakui Tanda Tangan nya sendiri di Visum yang menyatakan tidak ada Pemotongan Kemaluan dan Pencungkilan Mata, Akibatnya Film G 30 S PKI yang dulu harus diputar sampai pelosok dusun tiap 30 September kini tidak boleh diputar lagi karena Film itu Kebohongan BESAR alias penipuan, berarti Penumpasan jutaan Orang yang bukan Islam yang tidak ke Masjid dan tidak menjalankan Quran dan Hadist adalah Rekayasa agar Negara ini menjadi Negara Islam yang kuat tanpa Tandingan juga Orang Orang yang disekolahkan oleh Bung Karno ke CHINA dan RUSIA pasportnya dicabut hingga tidak bisa pulang ke Indonesia pulangpun bisa bisa dibunuh dicap Komunis  seperti Duta Besar Pyong Yang Jendral Pur [waktu aktif Kolonel] KKO Hartono yang tewas bunuh diri katanya sedang DR Soekarman yang kini warga Negara Rusia,  2002 pernah pulang Indonesia tapi sebagai Warga Negara Rusia [TV One 5/12 jam 3.45] gara gara Sekolah di Rusia "Orang Orang itu kan tidak senang sama saya..." ucap Pria Rambut Putih dan masih Energik ini pada TV One sambil senyum kecut menahan penderitaan Batin yang dalam mengingat kepulangan ke Kampung Halamannya di Nganjuk kurang mendapat sambutan mungkin masih di cap Komunis Karena tempatnya Sekolah Rusia Negara Komunis dan Orang Nganjuk munkin belum tahu kalau Rusia sudah Hubungan dan kita beli Pesawat Sukoi Rusia mereka masih menganggap hidup era 1965-1966 masa Penumpasan Komunis yang mengerikan dimana ratusan ribu bahkan ada yang bilang jutaan Orang Komunis di bunuh, malah sampai 2009 Saptodarmo  Kejawen di Jokja dihancurkan, dan tak terhitung Aliran sesat selain Islam di Tumpas, setelah Islam berkuasa Kristen pun sulit bikin Gereja, Berdoa di Ruko diserang Habib Arab dan dihancurkan "Rumah kok untuk Ibadah" kata sang Habib [Ant TV] padahal bikin Gereja tidak bisa terbentur ijin yang tidak mungkin bisa keluar sejak 1965 karena tidak Punya Mentri Agama Kristen bahkan Orang Kristen dihina Habib "Bikin saja Fatwa" kata Habib sambil mengelus ngelus jenggotnya [sesuai Sunah Nabi Muhammad  tentang jenggot kata Ustad Noko yang mengerti Sunah] di acara Debat TV One 2009 ya jelas Orang Kristen tidak bisa bikin Fatwa karena tidak punya Majelis Ulama [Kristen] Indonesia [MUI], Candi Budha Keajaiban Dunia juga di Bom 1983, Gereja Gereja pun tak luput dari penghancuran dan pembakaran bersama Pendeta dan pembantunya [Tragedi Situbondo] bahkan di malam Natal 2000  juga Gereja Gereja Kristen di Bom, 2001 Pura majapahit Trowulan pimpinan Hyang Suryo yang tidak pernah ikut ber Politik hanya ngurusi Budaya Majapahit dan bukan Agama atas nama Islam dituduh Meng Hindu kan Orang lalu diserbu mau dihancurkan tapi gagal, di Bom malah disambar petir, akhirnya ditutup dilarang RITUAL dan kegiatan dalam bentuk apapun oleh Camat Trowulan atas Perintah Imam Karyono yang Islam, hingga team Pakar The Majapahit Center, The Sukarno Center, Universitas Mahendradata yang didirikan Bung Karno 1963 dengan nama Marhaen, Forum Kebangkitan Siwa-Buda dan pendukungnya termasuk World Hindu Youth Organizatiom sangat terpaksa menulis dan membahas tentang Islam dan Sejarahnya menumpas Bung Karno dan menutup Pura Majapahit Pimpinan Raja Abhiseka Majapahit Sri Wilatikta Brahmaraja XI sebagai simbul pemersatu SARA [Suku, Ras dan Agama]   yang diam tidak pernah ngurusi Berita SARA biarpun tahu, Agar Islam yang biang tukang bikin  SARA bebas melenggang menumpas Aliran Aliran Sesat menurut islam, Menghancurkan Candi Tunggul Manik 9-9-1999 , Menghancurkan Tempat Ibadah Hindu Kolonel AU Agung Poerbodjagad 1999 yang Orang Bali di Trowulan dan Tewas dimakamkan di Bong [kuburan] China bahkan diberi tanda Salib seperti Orang Kristen karena Kuburan Hindu tidak ada inipun tidak pernah diungkap Hyang Suryo demi SARA agar Orang Bali dan Dunia tetap ke Trowulan tidak takut peristiwa Penghancuran Pak Agung yang Kolonel TNI AU, Gereja Gereja Mojokerto di Bom kalau ini Dunia sudah tahu dari TV, Lalu mengapa Pura Majapahit 2001 yang merukunkan Suku, Ras dan Agama [SARA] dan selalu diam seribu bahasa tidak ngurusi Orang di Otak Otik ? Padahal sudah diam sekali lagi Diam tutup mulut sampai Orang Bali tetap datang tidak tahu Orang Bali Kolonel Agung di desa Bejijong dihancurkan? hingga warung warung di Segaran bisa buka dan Orang Segaran banyak penghasilan malah kini warung warung pada tutup seiring tutupnya Pura majapahit yang menyatukan SARA  Embah Ardjo yang buka Warung kemudian tutup karena susahnya sampai jaring jaring ikan Teri di Segaran dengan tertatih taih menyambung hidup padahal semasa Pura majapahit belum ditutup Warungnya laris sampai bisa nyumbang 10 bungkus Botok'an kepada Hyang Suryo,  Embah Ardjo akhirnya Tewas Warungnya tutup dan susah kerjaan, Yu Sita di Putri Cempa juga Sedih Warungnya tutup dahulu ketika Pura Majaphit buka sampai tengah malam masak nasi untuk tamu tamu "Masi Bengi akau dodok' ken lek enek Tamu..." setelah Pura Majapahit ditutup kini nganggur sampai Putrinya Erna yang buka Warung pun ikut Tewas dan tinggal satu satunya anaknya yang bernama Yeni buka HP Caunter, Berarti Islam anti Kerukunan dan mematikan Penghasilan Penduduk yang mengharapkan Parawisata sebagai Penghidupan, Mungkin sudah tidak ada lawan ya ? [Sing ade lawan.... logat Ambon iklan minyak kayu putih] karena Tokoh Dunia Pemersatu Bung Karno dengan NASAKOM nya saja di Tumpas apalagi Hyang Suryo yang Sendirian di Trowulan "Ngeluruk Tanpo Bolo dan Menang tanpo Ngasor' ake Imam Karyono" yang dianggap kecil ya Tumpas saja lalu dirikan Negara Islam seperti Timur Tengah, Indonesia kan Roti untuk dibagi bagikan pada kelompok Islam seperti Arab Wahabi, Irak siah, Iran Suni, Pakistan Taliban dll dsb dst jadi ada contoh nya kok Orang belum ngerti juga ? belum ada bukti Islam menyatukan, Kalau bikin perpecahan buktinya jelas, Bakar Gereja, Nutup Pura, menghancurkan Sanggar Saptodarmo, Membubarkan Kerukunan Agama di Monas nge Bom Bali 2 X dll dst dsb malah semua diberitakan TV jadi tontonan Dunia malah Habib Arab tambah bangga kalau bisa menghancurkan, merusak, menumpas lalu bilang Islam ajarannya Damai ya ?  llha Orang dianggap Buta dan Gila serta Goblok semua? Amit...Amit...silahkan komentar saja kalau tidak terima tulisan ini.Sedang yang mendukung ya silahkan komentar juga agar benar tidak nya Tulisan ini nyata.

Akibatnya ya ini Pendukungnya Pura leluhur Majapahit  The Majapahit Center, The Sukarno Center, juga World Hindu Youth Organization Meng Otak Atik Islam karena Jelas atas nama Islam yang mengundang Hyang Suryo Pimpinan Pura Leluhur Majapahit, minta penjelasan Tentang Majapahit karena Islam anti Majapahait dan tidak mau belajar sejarah sendiri yang dipelajari sejarah Arab Quran dan Hadist dan Para Pahlawan Padang Pasir  Penumpas Kristen yang disini Pahlawan numpas Komunis saja dan benar di Kantor Camat Trowulan yang sudah menunggu Tokoh Tokoh Agama Islam seperti Takmir Karyono, Guru Agama Islam SMP Trowulan Khoirul Huda yang juga Ketua Gerakan Pemuda Ansor [GP ansor], Ketua Fraksi PKB KH Nurhadi yang juga anggota DPRD Mojokerto dan banyak KH dari Kantor Urusan Agama [KUA] pokoknya Tokoh Tokoh Islam semua tidak ada Kristen dan Hindu apalagi Budha nya untungnya Komandan Komando Daerah Militer Trowulan [KORAMIL] dan Kepala Polisi Sektor Trowulan [KAPOLSEK] ikut hadir dan Orang ini yang diandalkan ngerti Hukum oleh Hyang suryo yang juga ngerti Hukum Sipil dan Militer, padahal pada umumnya sebuah Kepercayaan atau Isme bila Pimpinannya dipanggil habislah sudah nasibnya karena Islam selalu bekerja sama dengan MUSPIKA yang bukan Rahasia lagi banyak TV memberitakan Kepercayaan / Isme selalu dituduh Sesat dan di Panggil untuk menjelaskan Alasannya sejak 1965-kapanpun selama Islam masih ada dan MUI mendukung dengan Fatwa Sesatnya,  lalu dibubarkan dengan SKB [Surat Keputusan Bersama Mentri Agama dan Mentri Dalam Negri] berdasarkan Fatwa Sesat Majelis Ulama Indonesia [MUI] Contoh Achmadiyah langsung kena SKB ketika SBY diancam Habib di TV langsung rapat bikin SKB tidak muter muter, kalau buta Hukum langsung di Hancurkan, Demikian kalau Aliran itu dianggap bodoh dan buta hukum ya langsung diserbu dan dihancurkan seperti Saptodarmo di Jogja, yang wanita tua tidak sekolah di injak injak, dan gambar Sri Gautama Orang Pare Kediri bukan Orang Arab Sang Pendiri Kepercayaan simbol Semar ini yang pakaian Sorban nya mirip Orang India di banting Fotonya dan di injak injak Orang berjubah putih kupluk'an Kaji istilah Jogjanya, tapi kalau Orang nya pintar ya dipanggil dulu bila anak buahnya kuat bisa melawan bawa Golok dan Klewang seperti Aliran Banten di Bogor, bisa ditunda atau tidak dipublikasikan lagi [TV]. Inilah sedikit Cerita tentang PKI dan Para Kelompok Isme  yang dituduh Komunis tidak ber Tuhan yang ditumpas Islam sampai akar akarnya hingga Kali Brantas penuh mayat jutaan Orang yang dicap Komunis tidak ber Tuhan hingga Embah Soemo yang Polisi sejak Zaman Belanda menguburkan Mayat Mayat tanpa kepala di sepanjang pinggiran Sungai Karang Pilang pinggiran Surabaya dibantu Raden Rochmat asal Solo yang Cicit Kyai Modjo dan Pak Tawar Polisi Karang Pilang juga penduduk setempat karena Mayat Mayat akan memenuhi atau membuntu Rolak / Bendungan Sungai untuk air minum PDAM [Perusahaan Daerah Air Minum] 1965-1966  yang sekarang berada di Patra Jasa dekat Jembatan Tol Darmo Permai agar tidak tidak mengganggu kesehatan pemakai air PAM yang sudah ada sejak Zaman Belanda yang ada lapangan Golf Patra Jasa sekarang atau Makam Van De Ler yang di Keramat kan penduduk karena juga ada Makam Sawunggaling Tokoh Pejuang Surabaya, Dan sampai sekarang pun Islam selalu Unjuk gigi menyesat kan Orang, menyerbu menutup Aliran selain Islam bahkan menuduh melecehkan Islam karena tidak sesuai Quran dan Hadist adat Arab, lalu sampai kapan Negara ini Aman berdo'a sesuai Keyakinan masing masing ? seperti kata Ustad Noko "Lakum Tinukum Waliadin" Agamaku ya agamaku Agamamu ya agamamu jangan saling mengganggu tapi kok Islam mengganggu dan menghancurkan Tempat Ibadah Orang terus ? seperti Tempat Ibadah LDII kemarin di Tlogorejo Temanggung Jawa Tengah di TV sudah hancur dibakar lagi  Sedang menurut Bapak Sapuan Lurah Trowulan Masjit LDII nya didesa Pakem juga dihancurkan Kelompok Khoirul Huda  Guru Agama Islam SMP Islam Trowulan yang juga menyerbu Pura majapahit Hyang Suryo, Tapi Sapuan yang Lurah inipun diberitakan Jawa Pos [2007] Malah diserbu dan rumahnya mau dibakar dan Sang Lurah melarikan diri tidak tahu dimana keberadaannya, Rumah Lurah karena milik Hyang Suryo kini setelah Lurah nya menghilang dijadikan "PUSAT INFORMASI MAJAPAHIT"  yang satu komplek dengan PURI SURYA MAJAPAHIT FONDATION di Utara Segaran oleh Raden Sisworo Gautomo dan Mr. Andre serta DR Warka dimana Pusat Informasi ini cuckup Jelas menceritakan Sejarah tentang Sri Wilatikta Brahmaraja XI Raja Abhiseka Majapahit Masa Kini juga Tentang Sabdopalon Pengunjung Luar Kota bisa menginap di Griya Sabdopalon Jl. Sabdopalon Barat Segaran juga masih dalam Komplek Pura / Puri / Griya / Dalem Brahmaraja XI bahkan Team Perlindungan Peninggalan Budaya dari Belanda bersama President World Hindu Youth Organization DR Arya Wedakarna yang Juga Rektor Universitas Mahendradata yang kerja sama dengan Mentri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar dalam segi Perlindungan Hukum setelah meninjau Puri Surya Majapahit Jimbaran kemudian ke Puri Surya Majapahit trowulan untuk mencatat Bangunan Rumah Induk milik Brahmaraja XI yang tidak menggunakan Semen dan sangat Tinggi bangunannya yaitu satu satu nya Bangunan Pertama yang ada di Utara Segaran dan masuk Dokumentasi Dunia Foto Segaran di Musium Dunia dimana kelihatan Rumah Brahmaraja XI agar bisa dilindungi sebab bangunan yang berusia diatas 50 tahun bisa dilindungi termasuk benda Antik yang disebut oleh Masyarakat Trowulan "GEREJO" memang bangunannya Lancip mirip Gereja Zaman Belanda dimana Depan Gerbangnya ditempeli "Menutup Bangunan Dilarang Ritual dan Kegiatan dalam Bentuk apapun" sejak 2001 Oleh Camat Trowulan Almarhum atas Perintah Imam Karyono dan Kelompoknya dan Tulisan itu sudah diambil dan dibuang Orang Tak dikenal yang marah atas Penutupan yang tidak ada hukumnya dan kini hanya berbatasan 11 meter berupa sawah sebelah barat dari Rumah Induk ada Pusat Informasi Majapahit bekas rumah Lurah, bahkan banyak Mahasiswa berdemo membela tapi tetap diarahkan ke Imam Karyono dan Camat waktu itu sebagai pemilik Negara RI yang masih berpikiran 1965-1966 Zaman Penumpasan PKI dan Bebas membunuh , menghancurkan Rumah Orang yang tidak disenangi bila perlu di Cap PKI agar tidak ada Hukumnya, tidak tahu kalau sekarang RI lagi menegakkan Hukum dan memberantas Markus [Mafia Hukum] mungkin Pedesaan jarang ada TV jadi kurang ngerti Hukum bisanya selalu teriak "Awas Bahaya Laten PKI"  disisi lain "Awas Bahaya Teroris" ini lebih nyata Bom sering meledak malah Ali Orang Arab ditangkap Densus 88 membiayai Teroris [TV] jadi yang bener bahaya PKI apa Bahaya Teroris ?  China, Rusia dan Negara Negara Komunis sudah Rukun dengan Indonesia Orang 1965-1966 sudah banyak yang mati Presiden, Perdana Mentri  di Dunia pun silih berganti kok tetap saja tidak diakui hanya 1965-1966 serta Quran dan Hadist dibuat Acuan lalu kapan kita bisa Maju ? Yang Abadi kan Perubahan masak Perubahan mau di REM dengan Otak 1965-1966 oleh Imam Karyono dan Kelompoknya yang Islam anti Komunis dan Budaya Majapahit Pemuja Leluhur yang bukan Awlloh nya Arab? Padahal Negara Negara Islam itu malah Rukun dengan China Komunis dan banyak dibantu termasuk Indonesia itu Jembatan Madura yang banyak dicuri Skrupnya [TV] setelah ditangkap Polisi malah Orang Islam lagi yang nyuri Skrup dan lonjoran Besi Jembatan [TV], Jadi inilah Sejarah kita jangan takut Sejarah tapi belajarlah Sejarah agar mengerti Sejarah Kelam agar mencegah terulang bukan menutupi Sejarah untuk melanggengkan Penumpasan Komunis yang dituduh tidak ber Tuhan karena muja Leluhur bukan Awllohnya Arab, sesuai pesan Pendiri RI dan Penggali Pancasila dasar Negara Bung Karno "JANGAN SEKALI KALI MENINGGALKAN SEJARAH" atau dikenal "JASMERAH" biarpun Nama Beliau mau dihapus dari Sejarah Republik ini dengan diganti Sejarah Budaya  Dajjal Islam Arab yang Arab Saudi sekarang juga lagi di Tumpas hingga pindah kemari dimana Ajarannya sudah sukses di Otak masyarakat dimana mereka tidak kenal Bung Karno dan Buku serta Ajarannya Sukarnoisme yang dilarang karena Menyatukan berdasarkan Pancasila yang diambil dari Kitab Kafir Majapahit Sutasoma, sekarang yang dikenal Ajaran Islam yang suka Perpecahan, Numpas orang, Nutup menghancurkan Pura Hindu dan Tempat Ibadah Orang yang tidak disukai dan  banyak mendominasi ditayangkan TV hingga Desember 2009 ini  dan Silahkan berpikir benar tidak Tulisan ini ?  Juga di Tabanan Bali di Puri Anom disisi Puri ada Pura Desa dan sebelah Pura Desa ada rumah bila malam mengalun Musik Band Orang Kristen Berkumpul dan Berdo'a sangat Pancasila dan Indahnya Bali yang Rukun, sedang di Jakarta Orang Kristen ngumpul di Ruko malah dihancurkan Habib dan pasukan nya 'Rumah kok untuk ibadah..." ucap Sang Habib [ Ant TV] pemilik RI yang melarang Orang Kristen Sembahyang di Rumah tapi bikin Gereja juga tidak di Ijinkan Inikah Negara Pancasila ? jawabnya Penggali Pancasila Bung Karno saja di Tumpas 1965, Majapahit Pencipta Pancasila pun di Tumpas Brawijaya 1478 dan Pura di Trowulan pun di tutup Hyang Suryo 2001 oleh Islam ya MAKLUM mau apa lagi ? tapi kan ada The End bukan ? yang Abadi itu Perubahan lho***




Selasa, 08 Desember 2009

HARI ANTI KORUPSI SEMOGA TIDAK SEHARI


Demo besar besaran hari Anti Korupsi se Dunia Berita TV mendomonasi Siaran hari ini, terbitan terdahulu sudah dijelaskan bahwa setelah 1965-1966 dimana Komunis di Indonesia di Tumpas sampai akar akarnya, diganti Negara Islam, maka banyak pertanyaan sekarang mengapa Bangsa indonesia yang terkenal Ramah menjadi Keras menegakkan Sariat Islam, dimana Perusakan Tempat yang dituduh Maksiat,

Penghancuran Aliran Kepercayaan / Isme yang tidak disenangi Kelompok Islam yang mengakui Pemilik Republik ini yang sudah diperjuangkan dengan darah dan Airmata para Pejuang 1945 yang di Era Orde Baru 1965-1998 banyak yang di cap PKI bahkan banyak yang dicabut Tanda Jasanya yang kelihatan kasat mata adalah Bung Karno yang malah dituduh terlibat G 30 S PKI yang sungguh aneh ada Presiden berbuat makar meng KUP dirinya sendiri,

Ternyata terungkaplah bahwa itu Rekayasa, Juga Rekayasa Penumpasan PKI yang sebetulnya Menumpas Pengikut Bung Karno agar Tumpas dulu baru Presiden Tersakti di granat dibedil di penjara dibuang Ende dll tetap hidup dan Terpandai di Dunia Titel DOKTOR nya 26 dengan mudah bisa di Gulingkan tanpa perlawanan Pendukungnya, Para Pendukungnya di Tumpas selagi belum siap, Dan Islam kebetulan juga ingin menguasai Negri Subur Makmur Gemah Ripah Loh jinawi yang bertentangan dengan Tanah Padang Pasir asal Islam yang susah air dan Kering Krontang yang pernah berjaya 500 tahun yang lalu berhasil Menumpas Majapahit dan mencuci Otak bangsa ini agar mengikuti ISME Arab yang juga bertentangan dengan Adat Budaya Majapahit yang bisa Menyatukan Nusantara dengan Pemujaan Leluhur dimana Hingga di Irian Negara Dayak bisa menerima Aliran ISME yang sama dengan mereka sejak Zaman Animisme dan Dinamisme Pemujaan Roh Leluhur yang bisa dilihat sampai detik ini itu MUMI Jongkok Leluhur di Irian masih di Puja dengan Upacara, Sedang Islam Yang berhasil Menumpas Kristen Jesus dan Majapahit Ajarannya Anti Leluhur dan Upacara Musrik.

Jadi Pertentangan ISME yang bertolak belakang inilah mendorong Islam Perang Salib ingin menguasai Negri Ini, Kesempatan ini digunakanTujuan Polotiknya mennguasai Negri ini dengan menghabiskan Ajaran Ajaran selain Islam dengan Menumpas habis apapun yang bukan Islam kebetulan ada Senjata "Komunis Tidak Ber Tuhan" maka Tumpaslah Orang yang memang sejak Zaman Belanda dan Era Bung Karno yang tidak Ke Masjid dipelosok pedesaan, Hingga kesempatan ini tidak disia siakan, Jutaan Orang akhirnya di Tumpas Tas Tas Tas 1965-1966, disusul Bung Karno yang ajarannya Menyatukan juga ini musuh Islam Perang salib dimana Kristen Jesus yang sama sama memuja Allah berhasil di Tumpas di Negara asalnya yaitu Jerusalem yang berhasil diporak porandakan Islam sampai salib dan Cawan Jesus pun dan benda benda Sakral Umat Kristen berhasil dilenyapkan dan kini sedang dicari cari Umat Kristen untuk Acuan Kekuatan Benda yang pernah digunakan Nabi Isa Alamasih atau yang dikenal Jesus yang ajarannya mirip Budha dimana '" Bila ditempeleng pipi kirimu berikan yang kanan" dan akibat kesabaran Orang kristen ini Islam yang keras dengan mudah Menumpasnya bahkan Samsom pun berhasil di Butakan oleh Filistin yang sekarang Palestina dan Turunan Samson yaitu Israel membalas Dendam,

Juga Israel yang Bangsa Pilihan tuhan begitu Pandainya di Beri Otak Brilian oleh Allah nya bisa menguasai kembali Wilayah Warisan leluhurnya yang kini bisa dilihat Perang Timur Tengah atau Jalur Gasa Perang ini tidak ada sangkut pautnya dengan kita karena Kita pun di Tumpas Islam dimana yang kelihatan mata 1965-1966 Islam terang terangan menumpas Bangsa ini dengan cap Komunis tidak ber Tuhan, hingga kini pun kelihatan kekejaman Islam yang menumpas Kejawen Saptodarmo menginjak injak Ibu di Sanggar dan memukuli serta merampas KTP nya agar bisa di Pengadilan di tuduh Melecehkan Islam bila KTP mencantumkan Agama Islam. Demikian pandainya Islam yang justru di debat TV One si Habib mengatakan Orang Kristen Licik dan selalu anti Islam dihatinya itu ya mungkin benar juga, sebab Orang Kristen Bikin Gereja sulitnya bukan main dan belum ada ijin Gereja yang turun selama kurun waktu 1965-2009 bahkan malah Gereja yang ada di Bom, jadi permusuhan di Timur Tengah dibawa ke Negri ini juga bangsa ini diajak membela Islam dengan mendaptarkan diri ikut Perang di Palestina memerangi Israel yang tidak ada sangkut pautnya dengan Bangsa kita yang cinta damai dengan dasar Pancasila, jadi ini Bukti Islam sudah menguasai Negri ini karena selain Islam sudah di Tumpas dengan cap Komunis tidak ber Tuhan, untung Negara kita masih kuat bertahan dari jajahan terselubung Islam Perang salib karena terlalu kasar Permainannya dan dianggap ini Zaman 500 tahun yang lalu dimana Orang masih Lugu Jujur dan Goblog mudah diakali,

Kini Orang sudah Pintar melihat situasi dimana Islam Kuno Perang salib ini sudah sangat Kuno cara cara Liciknya untuk menguasai Negri ini, Kasar Sekali dengan menghancurkan Pak Kolonel Agung Poerbojagad Trowulan, Menutup Pura majapahit nya Hyang Suryo yang menyatukan Umat tanpa memandang Suku Ras dan Agama [SARA] Penipuan Penipuannya langgeng karena merasa menang rakyat dianggap Goblog Dungu dan Tolol serta KEMPEL istilah Ustad Noko, jadi demikianlah Islam Jahil Liyah ini merasa hidup di Arab 1000 tahun yang lalu jaman Onta tidak sadar sudah ada Universitas, Pesawat tempur Siluman yang bisa menjatuhkan Api dari Langit sesuai ramalan Armagedon, Jadi dengan Pongahnya Islam ini sambil ngelus ngelus Jenggot nya menganggap Semua Orang Tolol kalau digebuk Quran dan Hadist Buku Arab nya, sungguh Pertunjukan Lucu di TV melihat keangkuhan Sang Habib Jenggot, dan kita memaklumi bila Orang Islam tentu kalah debat dengan Arab karena Tema yang dipakai buku Arab jelas bangsa kita kurang menguasai Buku Arab daripada Orang Arab, jadi maklum lagi bangsa kita ya memang Tolol kok mau debat Adat Arab di Bumi Indonesia yang punya Kitab Hebat seperti Sutasoma, Siwa Adigama, Dewa Raja dan Kitab Kitab Budha yang juga dianut China yang belum dijajah Islam dan Acara Adatnya sama dengan Majapahit dahulu terbukti Bali Sisa sisa majapahit masih bisa dilihat seperti Uang China masih dipakai dan kurs nya sekarang 1 KEPENG / SEN /CENT satu banding seribu 1 : 1000 uang arab ?

Ya ada kalau Orang pulang naik Haji bawa real tapi kan baru sekarang dikenal dan tidak laku di Alam Kadewatan dan Budaloka, Tapi Uang China yang berumur 5000 tahu masih laku dan kurs nya lebih mahal lagi bisa  1 : 1 Milyard Seperti Pura Ibu punya Uang Kepeng 5000 tahun lebih yang belum terpecahkan Aksaranya hari ini 9-12-2009  Lie Hong Tjie Pakar Uang China kebingungan melihat Uang Kepeng milik Durga atau Kwan Im Tangan Seribu yang kebetulan ditemukan dan Pria Sepuh Ahli Bahasa China ini terpaksa bertekuk Lutut kalah tidak bisa memecahkan Aksara Uang Kepeng Kuna ini yang nanti akan di di Foto dan ditampilkan Gambarnya dan ini Uang selalu sulit di Foto bahkan Scaner meledak ketika dipakai nyekaner Uang Kepeng Sakaral ini sampai Computernya pun macet hilang tanda Panahnya dan terpaksa cepat cepat beli Computer Baru,

Demikian sakral nya Uang China Kuna ini, yang di Bali di Sungsung sebagai PRATIMA dan selalu di Odali serta ditaruh dalam Pelinggih Utama. Uang aneh ini ditemukan diantara ribuan biji tumpukan Sesari Zaman Kadiri dan kebetulan ketika Empu / Empek Tua berambut Putih satu satunya Pakar Majapahit bahasa China yang demikian Piawainya menjelaskan Sejarah Uang China hari Anti Korupsi ini malah Pusing tidak bisa membaca Aksara Uang Kepeng yang tidak masuk Akal untuk gampangnya Uang ini milik Dewa Langit jadi Usianya sangat Tua dan tidak bisa di Baca mungkin kalau Khao Tje Thian Tay Seng turun bisa membacanya atau Sun Gao Kong Tay Liong Ong Go Kong yang ahli membaca dengan kesaktiannya.

Inilah sedikit Uraian Sejarah kehebatan China dan Majapahit atau siwa-Budha bila disatukan, dan Islam tahu benar ini mangkanya Agama pun harus di Pisah Budha dan Hindhu agar kesaktian berkurang, dimana Mangku Mangku Sakti di bali pun 1965-1966 banyak yang dibunuh karena dituduh tidak bertuhan atau Komunis dan banyak yang merasa memang tidak ber Tuhan sebab Zaman dulu Bali memuja leluhur seperti Mangku Pura Empu Gandring, Mangku Pura Arya Kenceng, Mangku Tan Wi kang, Mangku Dalem Tarukan, Mangku Brahma Wisesa dll dahulu memang Pura di bali tempat leluhur mangkanya banyak dan di sebut Pulau Seribu Pura [Leluhur ] kemudian karena takut tidak bertuhan maka Pura hindu era Orde Baru bikin Pura Hyang Widi / Tuhan / Allah agar sama sama ber Tuhan tidak di Cap Komunis tidak ber Tuhan,

Jadi marilah sekarang kita belajar SEJARAH sesuai Pidato Terakhir Pendiri Republik ini Bung Karno "JANGAN SEKALI KALI MENINGGALKAN SEJARAH" atau lebih dikenal "JASMERAH" tapi karena pintarnya Orang Islam  maka semua Buku Buku Bung Karno dilarang dibaca, tapi Dunia berputar terus kemajuan tidak bisa dicegah, maka Reformasi pun bergulir biarpun dihambat akan Jebol juga Air bah Reformasi itu seiring Ramalan Sabdopalon dan Parabu jayabaya Dewa Wisnu pemelihara Tanah Jawa.

Jadi inilah Sejarah dan jangan takut dengan Sejarah hanya Orang Islam Perang Salib takut Sejarah Kebohongannya akan terungkap berusaha menutup SEJARAH agar bangsa ini tolol terus, dengan dalih SARA padahal mereka Dalang pembuat SARA lalu mau berlindung di SARA agar SARA ditutupi, jadi sekali lagi Gara Gara Menutup Pura Leluhur Majapahit maka para Pakar majapahit pun terpaksa membongkar Cara Penipuan Islam Perang salib yang berhasil mengancam Bangsa ini untuk Bungkam agar kebobrokan Islam tidak terbongkar, itu awal 2009 Buku Tan Khoen Swie pun sudah bisa dibaca untuk perbandingan dimana di buku itu disebutkan Islam membakar kitab kitab Buda dan Orang Majapahit lari ke Pegunungan dan Bali, dan Arus gobalisasi serta hubungan baik dengan Negara China Saudara Sendiri yang Orang jawa bilang Dulur Tuwo ada juga yang bilang "Yok Mantu" [Menantu] bahkan Majapahit dan China Besanan Leluhur Sebelumnya juga sudah Besanan itu Empu Sindok Ayah Mahendradata juga dari China Dinasty Siendok dari china jadi kita saudara dan jangan mau diadu domba oleh Islam Perang Salib Arab dengan dalih makan babi, soal makan kan lain jangan dibawa ke Agama Islam yang mengharamkan Babi Orang China dan Bali rukun sama sama makan Babi Guling di satu Warung sambil bergurau ini hanya di Bali,

Ya memang banyak Pejabat yang se Iman dan se Agama tapi sekarang sudah pandai dan Generasi sudah diambil alih Generasi muda dimana cara berpikirnya sudah maju tidak Ahli Rekayasa yang mulai terungkap dimana 1965-1966 memang penuh Rekayasa dan akan dipertahankan terus itu Rekayasa tapi sepandai pandai menyimpan Bangkai akan berbau juga karena Busuk bisa menembus lobang sekecil apapun termasuk PAGEBLUG dimana "SAMPAI LENG SEMUT TAK UBER" jadi sampai lobang Semutpun akan dikejar itu Perusak Otak bangsa, Tukang Adu Domba, Tukang Rekayasa dll dst dsb sebab "LER COKRO MANGGILINGAN" Dunia selalu berputar dan yang abadi justru PERUBAHAN bukan Islam Perang Salib yang sudah terkubur sekarang Perang NUKLIR roket sudah Antar Benua, Pesawat Tempur Canggih dan bawa Bom Pintar, jadi bukan jaman Klewang lagi, Demikianlah kenapa Bangsa ini terpuruk karena Tinggal di Bumi Nusantara tapi pakai adat Arab nun jauh dimata "Gajah [adat sendiri] didepan mata tidak kelihatan tapi Kuman di Sebrang lautan [adat Arab]  kok Jelas" dasar Picek, Goblog, Tolol dan KEMPEL istilah Ustad Noko, marilah kita Bangkit dan Sadar bahwa kita adalah bangsa yang Besar dan ber Ilmu Tinggi karena turunan Dewa Brahma bukan Dajjal Arab yang ahli perang numpas saudaranya sendiri Kristen, lihat China yang difitnah Islam Dajjal Arab 1000 tahun yang lalu  Komunis tidak ber Tuhan, malah menyatukan Budha, Tao dan Konghucu hingga kuat dan berbudaya, lha Islam Seniornya Jesus yang Kristen malah di Tumpas dan kitab nya mau menang sendiri yaitu Quran dan Hadist dimanapun Ajaran Orang Tuwa harus dihormati bukan di TUMPAS semoga tulisan ini bisa menyadarkan jadi bukan SARA tapi Mengungkap SARA agar tidak terjadi SARA berulang ulang Pelajari SARA dan jangan mau ditipu atas nama SARA oleh Islam Perang Salib yang sudah terbukti bikin susah Negri ini Perusak Adat Budaya, Untung ada Bali yang bisa melestarikan Adat 1000 tahun tanpa henti, Marilah kita se Keturunan bersatu jangan mau dikibuli Arab Zaman Jahil Liyah Penipu berkedok Allah, ya nilai sendiri perbuatannya jelas menyimpang dari Allah Injil Taurat dan Jabur yang juga Aliran ini dibubarkan agar kita bodoh tidak Tahu Sejarah Timur Tengah yang menjajah kita jadi Pelajari Riwayat Penjajah berwajah seperti kita ini. {Team Pakar Majapahit}

Sabtu, 07 November 2009

THE MAJAPAHIT CENTER BIKIN ACARA

11 November 2009 jam 12.00-14.00 Wita Rektor Termuda di Dunia DR Arya Wedakarna akan Memendak Pratima "TRI BHUWANA TUNGGA DEWI" di Pura Ibu Majapahit Jimbaran dan Akan di Linggihkan di Pura DURGA KUTRI Blahbatuh Gianyar Untuk Persembahyangan Bersama dalam Rangka Memperingati ABHISEKA RATU TRIBHUWANA TUNGGA DEWI yang kejadiannya tepat 680 tahun silam [i329 M] dimana 666 tahun silam Atas Perintah Ratu ketiga Majapahit ini [1343] dibangun pula Pelinggih Brahmaraja Wilatikta dan Ratu Mas serta Pelantikan Arya Kenceng sebagai Raja bali, Arya Kenceng Adalah Adik Suami Beliau yaitu Arya Cakra atu Sri Kerta Wardhna / Jayasabha Wisnu Wardhana IV Bhatara Daha / Abhiseka Sri Wilatikta Brahmaraja II {Abhiseka dilakukan sejak kecil Bila sewaktu waktu keadaan Gawat dan sangat diperlukan bisa jadi Raja Pura Wilatikta, Contoh ketika Brawijaya Raja Pura Wilatikta Di serang Raden Patah dan Para Wali Islam dan Keberadaan Raja Pura Wilatikta trowulan tidak diketahui, Sri Aji Wijaya Kusuma Wisnu Wardhana VIII Raja Daha - Jenggala - Kadhiri yang ber Abhiseka Sri Wilatikta Brahmaraja V dengan dukungan dalam dan Manca bisa menjadi Raja Pura Wilatikta, karena pura Wilatikta Trowulan hancur dan dikuasai Islam, Pura Wilatikta Pusat pindah KADHIRI untuk membuktikan Dunia Majapahit masih ada, Juga Zaman Bung Karno Jakarta Jatuh Jogja jadi Ibu Kota agar Dunia melihat RI masih ada} dan benar Kadhiri diakui sebagai Majapahit yang belum kalah biarpun pihak islam mengkaim Majapahit Sirna Ilang Kertaning Bumi 1400 Saka / 1478 M, Padahal Kadhiri tetap Eksis hingga 1526 M dan Karena kekuatan Agama Rasul demikian Dominan, untuk Menghindari Nasib sama dengan Trowulan dan Terbunuh nya rakyat tak berdosa maka diatur disesuaikan menurut Sabda Prabu Jayabaya Wisnu Wardhana yang sudah di Alam Kadewatan dimana akan datang Kebo Bule. Kembali Acara Mendak Pratima Sri Ratna Paramitha Raja Patni Biksuni Sakti Pelindung Jagad Raya / Siva Parwati Tangan Seribu / Avalokitesvara / Jienso Jien Yen Kwan Se Ying Po Sa yaitu Manivestasi Leluhur Putri yang Budha dari China, Hingga Manivestasi Ibu ini bisa menyatukan para Keturunan Majapahit dan sudah di Buktikan Pura Ibu Majapahit adalah Prmujaan Leluhur Putri yang dimanivestasikan Dewi Tangan Seribu dan di Puja baik Keturunan di China dan di Jawa [Yang tidak mengerti Adat Budaya Majapahit dan China tutup mulut nya dulu],

Dimana setelah Agama islam Berkuasa segala Pemujaan Leluhur di Hancurkan dan dilarang, juga Kitab Kitab Majapahit tak luput dibakar, Orang yang tidak mau ikut Islam lari ke gunung gunung dan Bali[Buku Tan khoen Swie], lalu yang boleh hanya Pelajaran Arab baik kitab maupun Adat nya menentang pakai Adat sendiri ya Risiko nya di Hancurkan, hal ini hanya berlangsung 75 tahun Karena Sultan Demak Patah hanya memikiri Numpas dalam Negri [Jawa] akhirnya Nusantara Lepas berdiri Sendiri karena tidak ada Pusat yang sudah Dihancurkan dan Pesisir Utara dikuasai Islam dan para Wali Arab nya termasuk Pelabuhan Samudra, Kedhiri tidak bisa berbuat banyak, karena Masyarakat tertarik Agama Rasul yang simpel nyembah satu Allah tidak perlu Odalan dan Banyak Dewa / Leluhur, hasilnya kini bisa dilihat kita jadi bangsa Tolol di butankan Sejarah bangsa diganti hanya Sejarah bangsa Arab, Jadi Budak di Arab dan banyak pulang Mati, bahkan tinggal di bawah Jembatan di Arab yang sangat memalukan, tapi apa boleh buat mereka demikian Cinta nya sama Arab dan siap mati membela Tanah Suci Arab sampai Ngebom bunuh diri, Lain Bali yang kecil disini Di Taksu Dah Hyang Nirata hingga Adat Majapahit Memuja Leluhur tetap Lestari termasuk Rukun dengan China dimana Uang China tetap digunakan hingga saat ini dan nanti sudah diadakan perubahan bikin sendiri dengan aksara Bali, sementara Ring tanpa aksara China yang banyak digunakan rakyat kecil yang tidak mampu beli yang asli, Inilah akibat peristiwa Rekayasa G 30 S PKI 1965-1966 dimana Waktu itu Terjadi Penumpasan Para Pendukung Bung Karno, Kesempatan ini digunakan Islam untuk menumpas habis yang bukan Islam, Buku Jawa dan China yang bertuliskan Asli karena waktu itu Bahasa Jawa masih banyak yang bisa Baca, di Bali pun waktu itu membaca Lontar yang Asli bertuliskan Hurup Jawa Kuna, sekarang baca Lontar tapi sudah di Tulis ABC hanya untung Suara nya tetap contoh Hana Sira Ratu dibaca Hane sire Ratu jadi bukan Tulisan Jawa lagi, Sedang Tulisan China / Uang Kepeng pun banyak yang bisa baca, Sekolah China masih Buka karena Bung Karno bersahabat dengan China yang masih satu Fosil,

Untuk Kekuatan Arab agar bisa menguasai Nusantara Bung Karno harus di Tumpas sanpai akar akarnya karena Penggali Pancasila juga China yang dianggap Komplotannya, Akhirnya Tulisan Jawa seperti Buku Tan Khoen Swie dilarang, Juga Tilisan China bukan dilarang tapi di Tumpas Juga, Klenteng di Tuduh Komunis, Sekolah China pun tak luput juga dicap Komunis / PKI tidak Ber Tuhan hingga Hubungan dengan China diputus dan Masyarakat di cekok i Fitnah kalau China tidak Ber TUHAN kini terbukti justru sekarang setelah hubungan dengan China VCD VCD Budha demikian Indah nya berkumandang Mantra Mantra Budha yang bisa menenangkan, Bahkan lebih Tragis lagi Umat Budha yang diperantarai Dewi Kwan Im umatnya tidak Makan Barang Berjiwa / Vegetarian, agar sabar dan ngalah ini sangat bertentangan dengan Islam yang senang menumpas Ajaran selain Islam bahkan me njrtan kan Leluhur, Memang masyarakat belum tahu benar sebab 49 tahun ini buta dengan pelajaran selain Islam yang sudah merasuk Otak sampai Pedesaan itu Pengajaran Membenci Tanah Air, Hanya Arab yang Suci dan harus pergi Haji agar Selamat, Jadi Pelajaran Jawa dan China ditutup rapat untung Bali tidak, biarpun juga Sejarah di tutup hingga yang muda muda dibuat tidak mengerti untung Adat tetap Jalan biarpun "Mula Keto" ini tentunya semakin mudah dengan pelan tapi pasti mempengaruhi melupakan Adat Leluhur, Karena harus memegang Agama yang Di SAH kan Pemerintah yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu jadi di Indonesia Agama harus ikut yang Resmi punya Nabi dan Kitab, Pada hal diluar Negri Agama itu Pribadi dan hanya disebut ISME, Ini akal akalan agar Islam tetap Berkuasa dimana ijin agama lain Sulit, Bikin Gereja jangan mimpi, tidak mungkin keluar ijin nekat di Hancurkan, Ada Gereja Jaman Belanda itupun ada kesempatan juga di Hancurkan, Aliran Kejawen selain Islam juga Disesatkan dan di Hancurkan dengan Tuduhan melecehkan Islam ya semua akan di Tumpas kalau tidak melaksanakan Cara Arab, Untung Belanda 350 Tahun membebaskan Orang melaksanakan Adat nya seperti Selamatan, Nyuguh Danyang Kawinan Tebu dan Gendruwo dll bahkan dilindungi termasuk Kitab Tan Khoen Swie yang ber Aksara Jawa, Bahkan Pejabat Belanda mengakui Kerauhan, dan menyelidiki cerita Roh Buta Locaya yang meminjam Raga Pak Sondong benar tidak Ceritanya, kena Islam sekarang jangan tanya dosa pasti disesatkan dan di Hancurkan itu dialog dengan Setan, contoh Sadek mengaku Terima Wahyu ditangkap dan Pertapaannya di Hancurkan ini dianggap Jesus bertapa di gunung ketemu iblis 3X, Padahal Hanya nabi Muhammad yang boleh trima Wahyu itupun MIMPI yang dituduh di Blog Kibulan/ Tipuan / Penipuan Arab dikatakan NIPU, Orang disuru Nyium Batu Hitam Berhala Karena Muhammad sudah nyium Batu itu bahkan banyak Pengikut Muhammad yang sadar dan tahu kalau itu Penipuan dan Sirik nyium Berhala Batu, tapi demi menghormati Nabi mereka tetap melaksanakan aku nya , karena Jasa Nabi yang membuat Islam Kuat, bisa menumpas habis Umat Jesus decara Genosida dimana Gereja Gereja di Timur Tengah dirubah jadi Masjit, menyusul Majapahit 1478 juga ditumpas Candi, Punden, Leluhur di Hancurkan dilarang di Puja, Jadi Belanda Kristen ini lebih baik dari pada islam coba Belanda tidak menjajah dan membebaskan Adat dan melindungi Candi Purbakala mau jadi apa negri ini?

Bali pun sempat terjajah tapi tidak ditumpas adatnya dan dirubah Kristen, Bukti nya sampai detik ini Odalan dan Caru masih lestari, Jawa? adat yang bebas sejak Jaman Belanda hingga Bung Karno saja 1967 setelah Pengikutnya dan Para pendukung termasuk di sebut Antek China Komunis di Tumpas Bung Karno pun dtahan dan di Turunkan, Maka Berdirilah NEGARA ISLAM yang jelas mau merubah PANCASILA denga Sariat Islam, Merasa Kuat karena sudah Menang dan tinggal mengesahkan saja Sariat Islam, karena dipedesaan semua sudah Islam, Contoh contoh Perusakan selain Islam Achmadiah sejak 1925 di SKB oleh RI yang dianggap sudah takut dengan 1 Habib yang dengan Garang di TV Nyomasi RI padahal Habib banyak, Penghancuran Kristen itu Kampus Dulos Hacur rata tanah, Kemarin ada Kampus Kristen Theologi ditolak penduduk sekitar kampus, Mahasiswanya di ungsikan ke Gedung Wakikota itupun masih digusur dan Bentrok dengan Polisi bagaimana komentar Alvaltarz risten?[TV] inilah pemandangan Kekuatan Islam, lainnya diam menunggu giliran di HANCUR kan, Mereka sekarang DIAM sedang menyusun rencana lagi, karena masih habis Densus 88 unjuk gigi Nembak Nurdin Top yang diberi istri dan dilindungi pemujanya,

Semua tidak ada yang mengutuk karena se Agama dan se Iman, Pura Majapahit Hyang Suryo di Trowulan juga diserbu, di BOM, dan ditutup dilarang Kegiatan dalam bentuk apapun, Semua diam biar saja toh semua akan di Tumpas menurut Alvatarz yang tertawa melihat kehancuran Bangsa sambil kuliah di USU. Demikianlah Sejarah nyata, Hukum Melindungi Candi Purbakala oleh Belanda masih dipakai tapi di musnahkan Islam, Contoh Buku Tan Khoen Swie yang dilindungi STB 1912 No 600 Fatsal 11 malah di tuduh melecehkan Islam dan dilarang terbit, untung awal 2009 diterbitkan lagi hingga bisa dibaca masyarakat sementara Intelektualnya, Padahal Hukum Belanda masih banyak jadi Acuan termasuk melindungi Budaya, Islam? malah Penghancur Budaya, dengan BUKTI suka Menghancurkan Praktek Budaya tuduhan klise / lagu lama Melecehkan Islam lau di hancurkan dengan dalil Quran dan Hadist lau hukum RI dianggap apa? gara gara se Agama dan se Iman ya Hukum RI tidak dipakai dulu sama Camat Trowulan, Saptodarmo jogja Hancur [TV] Ustad Roi Solat berbahasa Indonesia MUI bilang Sesat ditangakap padahal ini di Indonesia Sumpah Pemuda belum dihapus masih di peringati biarpun tidak diakui Islam karena bukan sumpah Pemuda Arab[TV], Sadek, Lia Eden ditangkap karena trima Wahyu, Kalau Muhammad Mimpi dijadikan Wahyu, yaa demikanlah sampai bosan cerita, mudah mudah an pengungkapan ini bukan Teriakan di Padang Pasir, Teriakan di Nusantara yang adat nya di injak injak adat Arab yang baru masuk abad 15 yang sudah sukses Menumpas Adat kita ini Tulisan diambil yang nyata saja [berita TV] dan slogan Islam "Berkatalah BENAR kalau memang itu BENAR" silahkan Kritik kalau ini tidak benar berarti ngeritik Islam juga yang gembar gembor Berkatalah Benar Kalau memang Benar, Dan Pura Majapahit Trowulan Belum Penah Menulis,

Tapi di Tulis di Media tentang Upacara, Kegiatannya yang jelas Budaya, ini Menulis karena sudah waktunya karena selalu di Injak Injak dituduh yang bukan bukan oleh Alvatarz mahasisawa USU yang belum jadi DOKTOR ini bagus menambah semabgat penulisan, jadi nanti tanggal 11 November 2009 Rektor Universitas Mahendradata DOKTOR Gusti Arya Wedakarna yang juga President WORD HINDU YOUTH ORGANIZATION akan mengadakan Upacara Memperingati Abhiseka Tri Bhuwana Tungga Dewi, Dengan Mendak PRATIMA Beliau di Pura Ibu Majapahit, acara Dunia ini untuk Kebanggaan Bangsa di Mata Dunia bukan kritik Alvatarz yang ngaku Kristen dan kuliah di USU yang bikin malu Dunia atas kritik nya {Negara Belanda yang Kristen saja malah mendukung Budaya Majapahit menyelidiki, Menulis Sejarah, melestarikan adat nya, Melindungi dengan Hukum dll}tapi tidak apa apa kita buka memang sudah busuk bangsa ini, Kritik terus , kami Terima berarti mewngeritik Universitas Mahendradata yang bejuang melestarikan Budaya, dan ini bisa mengadu DOMBA antar Universitas si Orang Mengaku Alvatarz ini silahkan USU ambil tindakan "GARA GARA SETITIK NILA RUSAK SUSU SE BELANGA" ini pepatah SD Pura Majapahit Trowulan kalau tidak ditutup tidak mungkin ada Blog ini ini diprakarsai Umat " GRP Noko, Gusti GEDE dan Gusti Heker" Trio Majapahit yang bikin Blog ini. Agar bisa mengungkap Bukan Kebenaran karena Kebenaran hak yang Kuat, Juga bukan Mengungkap Sejarah karena Sejarah Buatan Orang yang Menang, Tapi mengungkap Kejadian sebenarnya yang kelak akan menggusur semua Penipuan, Kemunafikan, Keserakahan, Ke iri hatian / dengki / Ketidak mampuan Seorang Pemuda Harapan Bangsa yang jadi musuh Bangsa yaitu Alvatarz apapun komentar mu Majapahit Jalan Terus bukan? ini nama Alvatarz diikutkan agar Terkenal juga sesuai keinginan hatinya yang busuk dan dengki dan Ambisi untuk menutupi kesombongannya yang anti negri ini ahli Majapahit dengan membaca Kata tulisan bisa menebak maksud seseorang apalagi masih kuliah belum jadi DOKTOR dan DOKTOR pun masih disekat sekat Bidang nya apa, Jadi dengan mengikutkan Alvatarz dari USU di Blog ini nanti Orang bisa berpikir bahwa berbeda itu Indah semoga cita cita Alvatarz USU terkabul semua Universitas tunduk jadi Budak mu KALAU MAU, Ini sekali lagi bukan Promosi Sudah tidak nulis dihina dianggap Pengecut Nulis pun dikritik tanpa mempelajari Budaya dulu, tapi justru Bukti demi Bukti akan terus di buka agar kita tidak Di LECEH kan Baik Bangsa Sendiri maupun Dunia, Jimbaran 8-112009 Team The Majapahit Center :Pusat Penkajian, Peledtarian, Dan Pengembangan Leluhur Majapahit, kerja sama dengan Universitas Tertua di Nusatenggara "MAHENDRADATA" dan The Soekarno Center.

Kamis, 29 Oktober 2009

WAYANG ADALAH ILMU TERTINGGI VERSI PURA MAJAPAHIT

Cerita Wayang, Kebanyakan Orang melihat Ceritanya, padahal dalam Cerita itu ada sebuah Lambang Imu Tentang Manusia hingga Alam semesta yang sampai kini penuh Rahasia, Contoh : Ketika Prabu Niwatakawaca tertawa terbahak-bahak maka Arjuna melepas Panah Pasupati nya kearah mulut Sang Denawa [Menurut Dewa disini kelemahannya], dan Panah itu akhirnya menewaskan Raja Niwatakawaca yang tidak bisa dikalahkan para Dewa, Dan Arjuna mendapat Hadiah Bidadari Dewi Supraba, Cerita ini bagi yang mengerti ilmu "Sangkan Paraning Dumadi" adalah penjabaran Ilmu itu padahal ilmu ini disebut "Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Jiu" Atau Ilmu yang tidak ada Tulisannya jadi Ilmu dianggap Wahyu Dewa, Padahal Cerita "Arjuna Wiwaha" hanya ada di Kalangan Raja raja Jawa, di India tidak ada, Bagi Ahli Teori Ilmu Sangkan Paraning Dumadi / asal usul Manusia silahkan menyimak Cuplikan Cerita diatas, benar tidak itu adalah Ilmu Sangkan Paraning Dumadi yang sangat dirahasiakan ? Pakar Pakar silahkan berpikir. Kemudian Cerita "Ramayana" kalau dikecilkan ini adalah Tubuh Manusia sendiri, Dimana dalam Diri ada Watak Rahwana, Kumbakarna, Sarpakaneka dan Wibisana semua Orang Apal betul Cerita dan Watak masing masing Wayang itu, Tubuh adalah Rama, dan untuk mengalahkan dan menonjolkan Watak baik, diperlukan Bantuan luar, yaitu Hanoman dll, jadi Manusia butuh belajar ilmu dari Para Guru kalau sekarang sekolah sampai Kuliah sesuai yang dikehendaki Bidangnya. Jadi Watak Rahwana dengan Contoh perbuatannya harus dicegah, tapi tidak bisa di Bunuh, jadi dilemahkan, dalam Cerita Rahwana tidak bisa mati, Ini adalah salah satu Roh Manusia jadi tidak Boleh di Matikan Orang Budha sampai Vegetarian untu melemahkan watak kurang baik tapi tidak bisa membunuh watak itu ini contoh, ini mirip dengan Hyang Sukma Luhur, Hyang Sukma Wisesa, Hyang Sukma Lumbara, Hyang Sukma Langgeng, Langgeng inilah yang terakhir Meninggalkan Tubuh, barulah Manusia benar benar Mati, Bila hanya Hyang Sukma Luhur yang hilang, Manusia tidak berbudi Luhur ini contoh saja, Mangkanya digunakan Orang Pintar dari Luar dengan kedok Agama Suci, Dia membunuh Sukma Luhur Orang Jawa agar tidak punya Keluhuran Budi, juga membunuh Sukma Wisesa agar Orang tidak punya Harga Diri dan seterusnya diadu menumpas bangsa sendiri itu kesempatan 1965-1966 numapas Kafir / Kuminis padahal apa itu Komunis / Sosialis Bung Karno Berpidato bagwa pendiri Komunis dan Sosilalis adalah Jesus, kalung Sri Paus dilepas dihadiahkan pada Bung Karno yang DOKTOR nya 26, Ambil contoh Karena semua Roh sudah meninggalkan tubuh Tinggal Hyang Sukma / Roh Langgeng yang ditubuh maka Orang ini KOMA hidup tapi menurut Dokter Koma, dan ada yang bisa sembuh sesetelah beberapa tahun koma, jadi Roh bisa pulang Kembali, Karena Sukma Langgeng masih ada dan kondisi Tubuh sehat, selalu diinfus Makanan, Jadi ini Contoh lagi Betapa Sempurnanya Ilmu kita dalam Negri, Ilmu ini kecil karena untuk Diri Sendiri, Sedang Ilmu Agama Besar untuk Alam Semesta, Armagedon, Nubuatan, Kiamat dll, mangkanya ada istilah Jawa "KEBAT KELEWAT" jadi belajar Ilmu Ketinggian Lupa yang kecil yaitu Diri kita ini lho Siapa? dan Akan Kemana? yaitu ilmu yang serba Misteri padahal simpel yaitu "Sangkan Paraning Dumadi" dimana banyak Perguruan pakai nama ini dan hanya Teori, Praktek sampai tahap tingkat 3 itu sudah jarang sekali sebab sudah dianggap Dewa, apalagi tingkat 5 itu sudah dapat gelar Hyang Bhatara Agung dan seterusnya dan sebagainya,

Demikian Hebat nya Ikmu Lokal yang terkenal MOKSWA bisa ketemu Dewa dengan Badan Kasar tanpa harus mati dulu menjadi Roh, ini sekedar Cerita yang tidak ada dalam Agama, kalau Agama Ya Orang Mati kelak di BANGKIT kan Kelak kapan? Ilmu kita Ada Alam Kadewatan bukan Alam nunggu di Kuburan itu ROH nya, Tapi Mokswa bisa berkumpul dengan Para Leluhur ini Para Ida Pedanda Bali apal benar Teorinya. Kenapa Orang di Aben, Memukur dan dilinggihkan di Mrajan, Demikianlah Cerita ini mengapa Ibu Mahendradata Ibunda Prabu Airlangga dimanivestasikan DURGA, Mengapa Airlangga dimanivestasikan WISNU dll, Didunia Luar Tidak ada kan? Orang India di Pura Majapahit Kerauhan WISNU dan mereka mengakui, Karena tidak bisa melihat Langsung melihat, Cukup pakai Medium,dan Medium nya Seorang Maha Reshi India Bapak MOHAN dia tahu benar bahwa WISNU hadir, inilah Cerita Lokal, kalau detail ya sudah dijelaskan sebelumnya, Manusia perlu penyesuaian Gelombang Frekwensi Agar pas bisa Bertemu, Contoh TV dipaskan Frekwensi Indosiar ya yang keluar Indosiar kita bisa melihat berita Wanita TKI tewas dan Peti matinya pulang disambut tangisan Keluarga lalu di kubur, Jadi Manusia Boleh "Sundul Langit" cerita atau baca Kitab Agama samapai belajar Mati masuk Surga di sambut Bidadari, padahal cerita itu Adopsi dari Cerita Adat Kita yang Tertua, kan kitab Injil paling baru 2000 tahun? Quran Tahun Arab berapa sekarang ? 1400 tahun? sedang kita Imu ini sebelum Budha lahir lha Budha lihat tahun China 2559 ? coba IMLEK tahun ini berapa ? Ilmiah Bukan ? sekali lagi Ilmu Majapahit adalah Tertinggi, mau bukti? Bisa Menyatukan Nusantara, dan ini harus diberantas karena Agama Islam ingin menguasai Nusantara dengan Kitab Arab nya, Sekian dan Terima lasih, coba baca Cerita diatas itu baru SHOW setitik Ilmu Majapahit yang Raja Raja nya dipercaya Titisan Wisnu yang benar benar dipilih Leluhur bukti yaitu tadi Manivestasi Dewa Siwa, Brahma, Wisnu, Indra, Durga dll yang tidak ada di Dunia Luar. Juga Candi Borobudur kok di Indonesia sampai Jendral It Sing dari cina belajar di Borobudur, Kita harusnya Bangga dengan Ilmu sendiri malah bangga dengan buku nya orang? Yang belum tentu bisa dibuat acuan Selamat di tempat yang subur makmur Mangga bisa tumbuh kayu ditancap kan jadi tanaman itu lagu nya Kus Plus, Lha Kalu kitab Arab hebat tentunya di Arab ada Mangga Gadung, Golek, Manalagi dll, ke Arab cari Ilmu agar mati di Alam Kubur nunggu dibangkitkan waktu Kiamat, tapi ada Surga disambut Bidadari kalau Nge BOM, jelas aneh wong nunggu Kiamat ini ada Bidadari bagai Arjuna membunuh Niwatakawaca dan dapat hadiah Bidadari Dewi Supraba, jangan jangan kulak disini Cerita ini untuk orang sini pula,  Ini ilmu dikutip dari Cerita Hyang Bhatara Agung Brahmaraja Wilatikta XI semoga Orang "Sundul Langit" seperti Alvatarz membaca ini dan untuk semua Pengagum, Pecinta, Simpatisan, juga yang membenci ini sedikit Penjelasan ilmu Kafir Lokal {oleh Pandita Agung Pura Majapahit GRP Nokoprawiro Dipuro} 29-10-2009

Minggu, 25 Oktober 2009

PURA MAJAPAHIT TROWULAN DITUTUP BENCANA TIBA

PURA MAJAPAHIT TROWULAN adalah satu-satu nya di Tanah Jawa Yang mengadakan UPACARA SRADHA atau ODALAN untuk LELUHUR MAJAPAHIT dengan Lengkap yaitu Upacara "SIWA-BUDHA" dimana LELUHUR dibuatkan CANDI sesuai Adat Zaman Majapahit, Ada Pura Hindu tapi Upacara untuk "Hyang Widhi Wasa" Tuhan Yang Maha Esa di Pura Jagad Natha di satu Padmasana di Perak Surabaya, Ada Budha juga melaksanakan Upacara di Vihara Budha tapi tanpa Odalan dan Caru, Jadi hanya di Pura Majapahit Upacara "Siwa- Budha" diadakan dengan Sempurna, dan Uniknya Karena Tempat ini Pemujaan LELUHUR MAJAPAHIT yang datang pun dari semua Agama, Kepercayaan, dan berbagai Suku, Ras, Golongan tanpa ada sekat. Boleh dibilang Mempraktek kan PANCASILA, Inilah yang dilakukan Hyang Surya atau panggilan Jawa nya Eyang Suryo Keturunan ke XI Sri Wilatikta Brahmaraja, Sebuah Acara Asli Majapahit yang sesuai Kitab Negarakertagama yang terjemahannya baru awal 2009 dibawa ke Pura Ibu Majapahit Jimbaran oleh GRP Nokoprawiro, jadi Pura Majapahit Trowulan tidak latah meniru Kitab, Tapi murni melaksanakan Adat Leluhur Majapahit Turun Temurun yang kebetulan Lestari di Bali yang sudah memegang Agama HINDHU tidak menyatu dengan Agama BUDHA, sedang Pura Majapahit Trowulan tetap "SIWA-BUDHA" dan Umat semua Agama bahkan datang berdoa Untuk Leluhur / Pik Kong sebutan Agama untuk Putri Cempa [China] di Babad Kadhri oleh TAN KHOEN SWIE yang terbit awal 2009 [dahulu Zaman Orde Baru dilarang dituduh melecahkan islam], dimana dijelaskan tentang Islam menyerbu Majapahit dan membakar Kitab-kitab BUDHA. Akhirnya Pura Majapahit sejak 30 September 2001 mulai didatangi Camat / Muspika Trowulan,

Hyang Suryo lalu dipanggil diminta "MENJELASKAN" tentang 'PURA MAJAPAHIT" hal ini sudah lagu lama bila suatu Kepercayaan sudah di panggil dan disitu ngumpul Tokoh Agama Islam maka biasanya Kepercayaan yang dipanggil  nya akan di Serbu dan  di BUBAR / DHANCURKAN kan dengan Tuduhan sesat {di TV ada Alran Banten Ketuanya Keluar meninggalkan Rapat di Pemda dan anak buahnya demo bawa Klewang, kalau tidak salah di Bogor, ini tak ada beritanya mungkin kuat bisa melawan  Habib, yang lemah Hancur Saptodarmo Jogja, Ahcmadiah Kampus nya di Hancurkan masa pimpinan 1 Habib dan ditreruskan Satpol PP}, sebelum nya di Trowulan sudah kejadian 9-9-1999 Punden TUNGGUL MANIK di HANCUR kan rata tanah tepat di Selatan Segaran Lurus dengan Pura Majapahit Utara Segaran, menyusul Kolonel Agung Orang Bali juga diserbu Tempat Sembayangan Padma satu / hanya sebuah / Hyang Widi di HANCUR kan dan di BAKAR awal 2000 Pak Agung yang Kolonel Tewas dan dimakamkan di Bong China, Keluarganya sering Tangkil di Pura GWK belum berani ngambil Layon Pak Agung, menyusul Natal /Desember 2000 Gereja Gereja di Mojokerto [ me Nasional hampir bersamaan Gereja se Indonesia ] di BOM di ambil Mojokerto nya karena Trowulan masuk Kabupaten Mojokerto. Pura Majapahit Kemudian Akibat di SERBU dan di BOM Kelompok Imam Karyono tapi gagal maka 16 November 2001 Camat Trowulan memasang  PAPAN dengan tulisan  "DILARANG RITUAL DAN KEGIATAN DALAM BENTUK APAPAPUN" di depan Pura / Puro / Griyo / Dalem / Rumah Hyang Surya Wilatikta sebuah Tontonan Pelanggaran Hukum Tingkat Dunia dipertunjukkan untuk membuktikan UU HAM, UUD 1945  serta Hukum RI tidak berlaku bagi Pura Majapahit / Hyang Surya, Camat yang lulusan Universitas AIRLANGGA menurut Keterangan Pak DJOKO dari BUDPAR Mojokerto yang datang ke Pura Majapahit, dan Memberi tahu Yang nge BOM Pura Majapahit di sambar PETIR [Bali Kelep Lelep]  dan 2003 Hyang Suryo di Undang ke Bali Ini demi bisa NGUPACARAI / Memberi makan / Sesaji para Leluhur Majapahit ya caranya NYEJAR Pusaka [banyak pengunjung Maturan Banten] dan Pratima Majapahit Yang akhirnya di GWK pada 30 Februari 2004 dan Bisa Memungkah, Ngenteg Linggih secara Permanen dimana sebelum nya Pindah Pindah ditempat yang Ngundang  Kintamani, Art Center, Hotel Sindhu, Bajra Sandhi, Puri Anom Tabanan, Musium Buleleng, sampai Pura di Bali mecari Dana Odalan untuk Pura nya dari "Pameran Pusaka Majapahit" dan Pratima Majapahit ikut Odalan di Pura tersebut, Tapi Undangan Pameran Pusaka yang diterima di Puri Anom Tabanan, Pelaksanaannya Pusaka sudah di GWK, jadi agak Gagah, Pratima di Pendak di GWK dan diiring Mangku GWK asli [Mangku Beji] dibantu Para Mangku Pura Majapahit GWK ini Drs Komang Artanegara yang mendokumentasi. di Iring ke Pura Gel Gel Praupan,

Juga Gusti Panji pernah ngiring Pratima Odalan di Mengui, Mei 2005 BUDPAR Singaraja Mengundang Pameran Pusaka Majapahit untuk Nyejar di Gedung Perpustakan / Sasana Budaya dimana tepat 9 bulan Pusaka di Singaraja Terwujutlah Patung GANESA Tertinggi di Dunia. Dan tidak mau kalah Pura Majaphait Akibat Gedong Pratima dan Pusaka yang berupa Ruko di GWK 1 Oktober 2006 di minta Investor Baru maka Hyang Surya secara Kilat beli Ruko di Puri Gading tak jauh dari GWK untuk Gedong Pratima dan Pusaka Majapahit [bila Odalan Ngiring Pratima ke Pelinggih GWK tidak jauh] 30 September 2006 sesuai batas waktu yang di tentukan Investor Baru Ruko harus dikosongkan 1 Oktober sedangkan Biksu Shin Sidarta Indrajaya yang Investor Lama meminta perpanjangan 3 bulan pada Investor Baru, Hyang Suryo mau dibelikan tanah dan dibangunkan Gedong Pusaka dan Pratima tapi ada Umat yang langsung membelikan Ruko [ transaksi 5 menit kasi DP terima kunci] agar Leluhur tidak Ngemis Perpanjangan Ruko GWK, Pada 8 Oktober Pura Majapahit / Puri Surya Majapahit memberitahukan Gubernur Bali kalau Ruko sudah Pindah ke Ruko Puri Gading dengan Surat  No: 2801 / PSM / X / 2006 dan melampiri Undangan Odalan di Pura Majapahit GWK Purnama kelima juga Karena Odalan Instansi Lain pun di tembusi termasuk PHDI waktu itu di Trimakan DR. Drs Subagiasta disaat Upacara Odalan  Ketika Beliau Darmawacana "Linga Yoni" adalah Leluhur dan Beliau Mengakui Pura Majapahit karena melihat ada Lingga dan Yoni nya, serta dipuput "Tri Sadaka",  Demikian kisah ini, Ada suatu Keanehan, Bulan Oktber 2004 Rombongan di pimpin Bendesa Adat Denpasar yang kebetulan Mertua Bapak SUDIKSA  salah satu Orang Investor di GWK [sekarang Investor lama] bahkan Sebagian besar Ruko GWK masih atas nama Beliau, Beliau kebetulan menyerahkan puluhan lembar copy Ramalan Sabdopalon kepada Rombongan yang di pimpin Mertuanya itu, Copy Ramalan Sabdopalon memang di sediakan di Pura Majapahit GWK untuk dibagikan Pengunjung agar tahu kalau Ramalan Sabdopalon akan berjalan, di copyan itu tertulis dengan Tinta " Awas Des. 2004 " yang ditulis Hyang Suryo, Ternyata Des. [Desember] terjadi Tsunami di Aceh. Hal ini bisa ditanyakan Sang Bendesa Adat, atau Bapak Gusti Sudiksa yang banyak membantu Pura Majapahit ,termasuk Beliau Nyoting Acara Odalan, Mengusahakan Air Bila Odalan, Memberi Tangki besar penampung air, mengusahan PAM tetap jalan dll karena Berliau satu Kantor dengan Komang Artanegara. Yang sangat tertarik Ramalan Sabdopalon,  Memang sejak di Tutup nya Pura Majapahit Trowulan dan pindah GWK copy Ramalan Sabdopalon di bagi bagikan Pengunjung sesuai Pawisik bahkan ditulisi Awas Des. 2004, Coba Anda pikir, sebelum Pura Majapahit Trowulan di tutup Nov. 2001 adakah " Angin Agung Anggergisi" [Angin Besar Menerjang] ??? bukankah sekarang Angin Besar menerjang sampai Merobohkan Rumah, SD, Pohon, Baliho SBY [ TV hari ini Lamongan Hancur kena angin besar]dll ???, Alun Minggah Ing Daratan [ Air Laut naik kedaratan] Aceh, Rob dll ??? "Lindu Pengpitu sedina" [Gempa 7 X sehari dan TV siaran bahkan Wawancara BMG hari ini membahas Gempa besar 5 X sehari, yang kecil tidak dihitung siaran hari ini] dll baca sendiri Ramalannya.  Renungkan Yang Jelas "Angin Besar" adanya belakangan setelah Pura Majapahit Trowulan ditutup.

Anggap saja Kebetulan bahkan Trowulan diserang Angin Besar di kuburan desa Pakis sampai Mayat terlemapar keudara nyangkut pohon, Pura Majapahit sudah tidak bisa Upacara lagi di Trowulan sejak di Pasang Papan Penutupan November 2001 yang sebelumnya di Obok Obok Imam Karyono dan Group nya , Yang Ironis Camat yang nutup Adat Budaya Leluhur Majapahit langsung Setruk masuk Rumah Sakit Karang Menjangan Surabaya kurang lebih 3 tahun akhirnya Tewas, Sama hal nya melarang Memberi Makan Leluhur [ Makanan Leluhur Sesaji Odalan], Jadi ke Bali itu Pratima dan Pusaka Majapahit supaya bisa Makan, karena yang bisa kasi Makan Leluhur hanya Orang Bali yaitu buat Banten / Sesaji Odalan dan sampai Detik ini tidak ada yang tahu apa saja Sesaji / Banten Odalan itu kecuali AHLI nya yang di Bali disebut "GRIYE" kalau TEORI mungkin setiap Pakar Hindu  Bisa saja Malah ada Pakar Darmawacana cukup Air , Api, dan Daun juga sudah cukup umtuk mempermudah karena Pakar ini kurang Paham Banten Odalan, tapi Praktek nya mereka Beli kalau Odalan sebab ada yang tidak bisa dibuat Orang sembarangan. Inilah sedikit penjelasan, Karena di Jawa hanya Satu Satu nya Pura Majapahit Trowulan yang Odalan [di Jawa tidak ada orang punya Mrajan, bahkan Mrajan jarang orang dengar karena 500 tahun adat ini hilang malah Pura adalah tempat Ibadah Hindu harus dipersulit ijinnya, nekat Hancur sama hal nya Gereja, padahal Pura itu Rumah, contoh Pura Mangkunegan Tempat Ibadah Hindu Pure] dan adat China dijalankan atau SIWA-BUDHA sedang Bali Odalan pun pakai Uang China / Kepeng untuk SESARI nya, Orang China nya Umum nya ikut Agama Budha tidak Odalan yang sudah dianggap Adat Hindu, seperti di Jawa Vihara tidak Odalan Banten Bali, Tapi tetap Nyuguh Buah dan Adat nya sesuai China / Budha, Yang sama dengan Hindu hanya "DUPA" sama sama pakai Dupa China, malah Vihara tidak pakai Sesari Uang China lagi kecuali di China. Inilah cerita KASUNYATAN silahkan dipikir dan direnungi, jangan dicampur, Hati tidak senang/ Benci / Iri / Dengki dll pokoknya jelek Terhadap Hyang Suryo, Beliau berjuang, berkorban dan itu dianggap Kuwajiban Terhadap Leluhur nya, bukan cari Populer, Dulu Namanya Terkenal sampai diselidiki Beliau diam malah tidak ngaku, Bahkan Pak Giman pemilik Hotel Nusa Indah di tipu Orang mengaku Eyang Suryo 600 juta saksinya Jro Gede Susila bisa tanya orangnya ada, dan banyak korban penipuan baik besar maupau kecil oleh Orang yang mengaku Hyang suryo baca POSMO, MEMO Koran Jawa Timur bahkan Orang nyari Hyang Suryo selalu ketemu Yang Palsu [ ada 27 orang mengaku Hyang Suryo ], Yang asli tidak mau Memopulerkan Diri bahkan malah dituduh palsu lagi menasihati orang Bali agar Waspada Hyang Suryo palsu, Jadi sudah Populer didepan Orang yang belum tahu Dirinya Beliau tidak mau ngaku malah Nokoprawiro dikatakan Beliau Hyang Suryo, Sampai Wartawan di Jawa Raden Sisworo lah disangka Hyang Suryonya, Beliau Mengasuh Konsultasi Budaya di Media 1980-1990 tidak pernah tampil makanya Banyak Orang ngaku Hyang Suryo, ngapain cari Populer??? Ini Tulisan Tujuannya Membuka Sejarah Nyata supaya orang tahu Hyang Suryo tidak menduga duga nuduh Penipu, cari Popularitas, Contoh Ratu Inggris, Kaisar Jepang, Raja Thailand dll masak cari popularitas bahkan melamar jadi Presiden ??? Juga Raja Majapahit yang ada yang mengakui Raja Solo, Raja Jogja ada yang mengakui, Raja Tega diakui Polisi, Ratu Tawon diikuti Tawon jenisnya, Raja Rimba sampai Raja Copet dll dst dsb, Juga Sesuai Pesan Pendiri Bangsa dan Negara Indonesia Bung Karno "Jangan Sekali Kali Meninggalkan Sejarah"  JASMERAH  Nabi Muhammad, Jesus setelah Mati baru dikumpul kan saksi saksi untuk menulis bersaksi dan di Tulis jadi Injil dan Quran, Sedang Kami saksi Hidup dan Beliau masih hidup di Hina, sampai rumah nya di tutup ya kami bela lah dengan menulis Kasunyatan Beliau, itu Teroris sja punya pembela Team Pengacara Pembela Muslim, dan kami pun juga Team Pembela Hyang Suryo, Pengacara Resmi Beliau juga ada Team Pembela Pura Majapahit Trowulan diketuai DR Made Warka SH Mhum, camkan ini, ditulis Panitia Pemberi Makan Leluhur yaitu Odalan Pura Majapahit GWK taggal 2-11-2009 nanti. dan yang punya Ide Nulis di GOOGLE adalah GRP Nokoprawiro , Ir. Gede dan Gusti Heker yang memang Heker. Mengungkap Siapa Hyang Suryo dan Kiprahnya nyontoh Koran Koran yang banyak memeberitakan Hyang Surya. Agar Orang tahu dan tidak salah paham kepada Beliau dan kalau tetap salah paham paling Orang itu Iri/ Dengki/ tidak senang dll Atas kepopuleran Hyang Suryo sejak dulu, ingin mersa bisa, tidak mau kalah, padahal tiap orang sudah ada Fak nya saya Heker, dia Nelayan, sana Petani, situ Pendeta dll, Maka dari itu Carilah tahu "Siapa Aku ? dan akan kemana Aku " Sangkan Paraning Dumadi - Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Jiyu" di Dunia ini Satu Satu Manusia Yang sudah Lulus Ilmu Raja Brahmana hanya Sri Wilatikta Brahmaraja XI karena Beliau berjuang untuk Leluhur nya sampai bisa ditemui Leluhur nya, Beliau sangat hati hati, tidak mau membuat orang  menyakiti diri nya yang mana termasuk menyakiti Leluhurnya Beliau menjaga perbuatannya, tapi orang tetap usil menuduh yang bukan bukan terhadap Beliau, Padahal sekali lagi Penulisan di GOOGLE bukan ide Beliau tapi Kami  " TRIO MAJAPAHIT " bidang Internet {Noko-Gede-Heker} Penanggung Jawab Tulisan Sejarah Nyata ini. Jimbaran 26 - 10 -2009 ,-

Jumat, 23 Oktober 2009

PRAYASCITA GUMI PUSAKA MAJAPAHIT TROWULAN


Ketika Pusaka Pusaka Majapahit termasuk Pratima Prabu Airlangga Nyejer di Bajara Sandhi Renon Oktober 2003, Presiden Komisaris Yayasan GWK Bapak  Mangku Pastika KAPOLDA Bali, Direktur Utama GWK Bapak Putu Antara  Yang juga Ketua Bali Toursm Bord, Gusti Kade Sutawa ketua GM se Kuta [belakangan Sek Jen PHRI], dan Tokoh Tokoh Puri, Tokoh Tokoh Sulinggih serta pendukung Pura Majapahit, mengadakan Rapat untuk mengadakan Prayascita Gumi, kemudian diadakan Persiapan Rombongan di Pimpin Gusti Sutawa ke Pura Majapahit Trowulan mendak Tirta juga segenggam Tanah Pura untuk Upacara Prayascita Gumi di Bajra Sandhi, dalam rapat ini Direktur GWK juga sempat berkata " Nanti habis disini [Bajra Sandhi] Pusaka dan Pratima ke GWK saja saya sedang menyediakan Tempat" yang di iya kan Presiden Komisaris Yayasan GWK Bapak Mangku Pastika yang juga KAPOLDA Bali, Pria yang wajahnya mirip Hyang Surya ini waktu KAPOLDA sangat menghargai Pusaka Majapahit dan Pratima Dewi Kwan Im " Rumah saya ada Klenteng nya Ibu Saya juga Sembahyang Klenteng, ini baru saya Rehap, nanti mampir ya di rumah saya di Sririt" ternyata atas Undangan ini pula akhirnya Pusaka Majapahit Nyejer di Musium Singaraja hingga Singaraja  berhasil mewujutkan Patung Ganesa Tertinggi di Dunia, Bahkan di Musium Buleleng Waktu itu Gusti Teken dan beberapa Tokoh Singaraja mengadakan pertemuan Mendukung Mangku Pastika jadi Gubernur "Tolong direstui Hyang, daripada Beliau Jadi Duta Besar" ucap Gusti Teken Pengelingsir Puri Bakung Buleleng dan Ketua Musium, Bahkan Gusti Teken bersama PU membuatkan / merehap kamar Hyang Suryo di Puri Pide bekas Rumah Raja Buleleng yang dibuang Belanda ke Padang Sumatra Barat, Rumah ini diberikan Hyang Suryo untuk tempat tinggal dan Nyejer Pratima Ratu Mas dan Keris Singa Bersayap simbol Singaraja rumah ini Gapura / Kuri nya termegah di Buleleng, dirumah ini Juga diadakan Ruwatan dimana ikut di Ruwat : Gusti Teken [Sesepuh Bali Utara], Gusti Latria [Adik Pahlawan Let Kol Wisnu nama Lapangan Terbang Buleleng] Yang tidak mau kalah memberi Hyang Suryo rumah Baru stil Bali yang kini jadi Pura Majapahit Bantang Banua / Puri Sruya majapahit, Gusti Kukuh [Puri Sunantaya Penebel] tidak mau kalah membangunkan Rumah buat Hyang Suryo di Penebel, juga tanah untuk Pelinggih Kawitan, Gusti Ngurah Pide [Puri Tanaya], Gusti Nengah Prawiranegara [Jero Jaksa Tabanan], Gusti Ngurah Kampial [Ketua Pura GWK] dan Para Gusti dan Istrinya dari Singaraja,  pihak Dosen IKIP[ sekarang Universitas Ganesa] Gusti Arya Sunu [DOKTOR] , RM Moedjiono [DOKTOR] , Mangku Budi, Mangku GWK, Mangku Tertaratai Bang dll.


Demikianlah dan Kita kembali ke Upacara Prayastika Gumi di Bajra Sandhi yang dihadiri KAPOLDA Bali , Tokoh Tokoh Spritualis dll {Ada Dokumen dan Kliping berita nya} untuk pertamakalinya diadakan di Bali { di Puput Ida Pedanda Buruan Bang Manuaba} didepan Pratima Prabu Airlangga Kawitan Jawa Bali yang kini Pelinggih nya di GWK {Sebelum ke GWK Pratima Airlangga sempat pulang ke jawa, dan Undang tertulis / Resmi diulangi agar Pengurus Pura Majapahit Jawa tahu dan mengijinkan Kemudian di Adakan Penyambutan Ulang, Bahkan Bale Ganjur Mengui ikut nyambut di Gilimanuk hingga GWK, Gamelan Negara sampai rambut Siwi, Penyambutannya di Gilimanuk dan mampir Pura Majapahit , Pura Rambut Siwi dll } dan akan Odalan 2 November 2009 nanti, inilah Sejarah Pusaka dan Pratima Mjapahit ketika di  Undang ke Bali , menghasilkan Maha Karya Ganesa tertinggi di Asia diresmikan  Sri Wilataikta Brahmaraja XI dan Ibu Sukmawati Sukarnoputri yang juga menanda Tangani Prasasti untuk di cor Abadi di kaki Patung [kalau ada yang iri silahkan mencopot Prasasti dan gantilah nama anda], menyusul Terbentuknya Pura Ibu Majapahit Jimbaran yang merunya terindah termegah di Nusantara [Bali Pos]dll, Terima kasih pada yang nutup yaitu Imam Karyono ngaku Islam dan Alvatarz Kristen yang anti Majapahit yang mengatakan menyembah Setan, makin di benci makin Maju, leluhur Nusantara tentu tidak Buta seperti dugaan  Agama Import yang tidak percaya Leluhur, Padahal Umat Majapahit terdiri dari semua Agama, Kepercayaan, Suku,Ras dan apapun yang lahir dari Manusia dan menghormati Leluhur nya karena ini Budaya Nusantara, bukti orang Irian saja mengaku sama dengan Majapahit itu MUMI jongkok di Upacarai dan dianggap Muja Leluhur juga Waktu menyambut Parlemen se Dunia Delegasi Irian ikut bersama Pura Ibu Jimbaran, Orang Kristen,Islam pada Nyekar di Kuburan padahal tidak boleh tapi ketularan adat /budaya Majapahit yang selalu menghormati Leluhur, Kalau Leluhur Kristen dan Islam hanya dikirim Doa kita Orang majapahit dikirim Odalan, Banten dan Sesaji dengan sari Uang Kepeng / China, Acara Pemborosan ini dinikmati Warga sendiri, Pasar lokal senang kita beli Dagangannya Busung, Bunga, Buah, Jajan dll, kalau Odalan ke Arab? [nail haji] warga gigit jari tidak mendapat hasil, Juru Catering, Penginapan, Gaid /Imam panen tapi ini kan hak asasi, karena Pura Majapahit sudah di HINA padahal tidak pernah ngurusi Agama malah Merukunkan semua Agama, jadi Tulisan ini bukan balas menghina tapi membuka Sejarah, Pengalaman, agar orang bisa berpikir mana yang benar dan mana tidak benar, contoh ngaku Allah itu pengasih penyayang tapi Nyerbu Pura,mengatakan Aliran Muja Setan, Menyalahkan Orang, Membrantas Adat Tanah yang ditumpangi, tempat mencari makan, bahkan bikin anak pun numpang di Tanah yang dulunya selalu di Odali dan Caru, semoga Sejarah ini bisa membuat Orang mengerti tidak asal Nuduh Busuk pada Pura Majapahit tapi kita sadar kok "Sudah Jatuh Tertimpa Tangga' pepatah SD, Tangga nya cuma di Hina, di Tuduh Setan, Kafir, Musrik dll yang tidak membuat Sri Wilatikta Brahmaraja kehilangan apapun, wong hanya Omongan, Buktinya Camat yang nutup Tewas, Orang ngukur Zone agar Hukum nya salah juga Tewas, Nyerbu? kena karma di keroyok orang itu Khoirul Huda Ketua Ansor di Gebuki Orang soal Tebu, bahkan belakangan sakit Ginjal nya di Oprasi, semua kita terima dengan dada lapang, jangan terpengaruh, yang penting Leluhur tetap bisa Odalan dan Caru, Biar anjing Menggonggong kita jalan terus Agar Leluhur Gembira "Tentu membuat senang Sri Rajapatni di Alam Budaloka hingga  bisa memberikan KEJAYAAN KEPADA NARENDRA UTAMA selama Bulan dan Surya Bersinar kutipan sloka Negarakertagama yang baru dapat Copy nya awal 2009, entah dimana GRP Noko meng copy dimana copy itu jadi rebutan Umat. Jimbaran 24-10-2009 ditulis Drs. Komang Artanegara Panitia Odalan Pura Majapahit GWK juga pegawai GWK jangan lupa Odalan Prabu Airlangga Kawitan Jawa Bali nanti 2 November 2009 1 November Mendak Pratima dari Ruko Puri Gading Jimbaran dan diiring k GWK Ungasan,-

Sabtu, 26 September 2009

PURA MAJAPAHIT KEPRABON MENYIMPAN BENDA ANTIK

POSMO EDISI 30 26 Rebruari 2000:

Pura Majapahit Keprabon sangat menarik, Ada yang unik ditempat ini, Rungsi ruangannya tidak selayaknya Pura pada umumnya, Ruang Utamnya didepan dan Ruang Nistanya dibelakeng, Didalamnya sangat banyak Peninggalan Sejarah yang mengandung Mistik, Tidak ada Orang yang berani mengambilnya, Sebab takut mrndapatkan celaka, Akibatnya Nyawapun bisa melayang. Pura Majapahit Keprabon usianya cukup tua, Boleh dibilang sudah ada sejak berdirinya Kerajaan Majapahit, Letaknya depan Komplek Marinir Karang Pilang, Bangunannya cukup Antik dan bernilai sejarah, Sebab di Pura ini banyak ditemukan benda benda peninggalan sejarah, Seperti Batu tempat Duduk R. Wijaya, Raja Majapahit Pertama, Buku Buku Kuna, Lukisan Ayam Jago Bertarung dan Sumur Peninggalan Sawunggaling, Pahlawan Penentang Penjajah Belanda, dan masih banyak lagi Barang Antik yang sulit disentuh tangan Manusia, Disamping itu fungsinya tidak seperti Pura umumnya, Sebab Ruang Utama ada didepan, Madya ditengah dan Nista dibelakang, Jadi terbalik ujar Hyang Suryo, Pendeta Ketua Pura Majapahit Pusat. Untuk ruangan Utama Pura Majapahit terdapat Padma, Pelinggihan dan Pratima Aqintia, Dikawal Patung Orang Tinggi besar berkepala Gundul. Ditempat ini Ratusan Umat Hindu melakukan Upacara Sembahyangan secara khusuk, dan berdo'a minta ketenangan dan keselamatan hidup. Ruangan Madya berada ditengah-tengah dan tidak jauh berbeda dengan bangunan Pura Pura lainnya. Diruangan ini terdapat Pendapa tempat Umat melakukan Diskusi Keagamaan, juga sebagai tempat menyimpan Buku Buku Kuna, Lukisan kuna bergambar Jago Tarung [Tabuh Rah], Arca Arca, Simbol Kerajaan dan benda benda antik lainnya. Buku Buku dan Benda Benda Antik itu kini tinggal sedikit, Sebab sudah dijual oleh orang dalam yang menjadi Pendeta disitu, Memang keterlaluan boleh dikata "Pagar makan Tanaman" Ujar Hyang Suryo.




DIJAGA ANJING SILUMAN:

Suatu ketika ada kejadian aneh, Orang Orang yang mengambil Benda Benda bersejarah dan Buku Buku kuna serta Lukisan bergambar Ayam Jago Tarung Meninggal Dnia selang beberapa waktu, Dialah Mbah Tejo dan Suhu Cing."Mereka mungkin kena kutukan, karena sudah diperingatkan tidak boleh mengambil dan menjual, tapi tetap saja mengambil, akibatnya dia bernasib tragis, Hidupnya didunia tidak bertahan lama" ujar Biku Acun. Sementara Ruangan Nista terletak dibelakang, bukannya berada dimuka sebagaimana umumnya, Fungsi ruangan itu tempat ruang Tamu dari berbagai daerah di Jawa Timur, Kalau ngobrol ditempat ini tidak terasa hingga larut malam, dan salah satu sudut ruangan digunakan untuk menabuh Gamelan ileh Sesepuh umat Hindu, tiap minggu yaitu Mbah Somo, Mbah Kandar, Mbah Cokro, dan Mbah Selo. Kini Pura itu kondisi ditutup, sambil menunggu calon Pendeta yang baru. Sebab Pendeta lama sudah meninggal dunia setelah menjual barang barang Antik didalam Pura. Siapa yang kesana haruslah berhati-hati, tidak boleh berbuat semaunya, apalagi berniat jelek. Ada apa sebenarnya? Ternyata. Dipercaya Pura ini dijaga Anjing siluman Hitam. Yang terkenal dengan nama Mbah Ireng. Mahluk ini setiap saat bisa menampakan diri. Pernah seorang pengusaha mebel Jiang Kwok lari terbirit birit ketika melihatnya, yang jelas tidak takut digigit, tapi menyeramkan. Bagi yang berniat baik ke Pura, sudah tentu tidak diganggu oleh Mbah Ireng, Malahan akan merasa tentram dan teringat kehidupan masa lalu, mengingat suasananya yang masih berbau Mistik.Kini Mangku Pura Drs. Made Sudarsana dari UNTAG