Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Februari 2010

IMLEK 2561 DI PURA IBU MAJAPAHIT

Perayaan Tahun Baru Budha China yang jatuh 14-2-2010 di Pura Ibu Majapahit Jimbaran Bali, Pratima Dewi Kwan Im Jien So Jien Yen Kembar didatangkan khusus dari Puro Trowulan yang sudah tiba pada hari Budha Pon 20-01-2010 yang lalu, Pratima / Kimsin Kembar ini Bertangan 8 kanan membawa CAKRA, PASOPATI, PEDANG KWAN KONG, KERIS LUK TIGA sedang kiri memgang PARASU HUD THIM, PANAH MAHA DEWA NAGA, PERISAI TAMENG, dan TRISULA  yang disebut avalokitesvara, Bali menyebut Siva Parvati bertangan 8 Kembar, Tanpa naik Lembu seperti Durga Tangan 8 yang sering di Upacarai di Universitas Mahendradata dan Pura Durga Kutri Mahendradata,

Memang menurut AA Ngurah Darmaputra SH bahwa Dewi Uma, Siva Parwati dan Durga adalah satu Orang, Tapi Pratima / Kimsin nya berbeda, Siva Parwati / Avalokitesvara / Dewi Kwan Im Kembar ini Bertangan 8 Tanpa berkendaraan Lembu Andini, Dibuat masa Kadhiri Zaman Empu Sindok yang mempunyai Putri Mahendradata dan menjadi Permaisuri Udayana dan punya Anak Airlangga yang Terkenal jadi Raja Jawa Bali dan dimanivestasikan Dewa Wisnu naik Garuda dan Pratimanya sudah sejak 2003 di Linggihkan di Garuda Wisnu Kencana [GWK], Empu Sindok adalah Dinasti Sindok dari China Utara [Film Putri Sien Deok baca: Sindok]

Penemu Kalendar Musim dan Perbintangan, Hingga Zaman Dinasti Sindok Jawa Timur Makmur, dengan pembuatan Bendungan, Pertanian Terpadu, dimana banyak Prasasti Airlangga Dinasti Sindok yang membebaskan Rakyat dari Pajak karena berjasa membuat Bendungan dan suksesnya Pertanian hingga Negara makmur, Hingga kini masih di Praktekkan di Bali itu SUBAK tatacara Pertanian Terpadu, Sayangnya setelah Jawa dikuasai Islam semua Lontar di Bakar dan karena Arab tidak kenal pertanian disebabkan Negaranya padang pasir maka ilmu Pertanian, Perbintangan, Musim Tanam dan ramalan di haram kan karena bertentangan Quran dan Hadist, Maka tata cara Pemujaan Leluhur dilarang bahkan Orang Orang nya di Tumpas disusul 1965-1966 Orang yang tidak Islam pun di Tumpas dituduh Komunis Tidak ber Tuhan dan Tulisan serta Adat Budaya China pun dilarang padahal China dan Indonesia satu Fosil bukan Arab, Hingga kini Banyak Bencana Alam dan hilangnya mata air hingga Penduduk susah padahal harusnya senang karena Tanah Air jadi Arab sesuai Cintanya Penduduk pada negri Padang Pasir ini bahkan disebut Tanah Suci, Tanpa menghiraukan Tanah sendiri yang Subur Makmur Gemah Ripah Loh Jinawi. Hingga Sabdopalon 500 tahun yang lalu meramalkan Bencana di Tanah Jawa dan Nusantara / Jagadraya karena Masuknya Agama Islam yang membuat Budaya Arab menggantikan Budaya Lokal yang penuh Adat untuk Para dewa Dewi Kesuburan Tanah yang serba Gemah Ripah yang beda dengan Padang Pasir Arab dan tidak percaya Dewa Dewi selain Allah.

Perayaan Dewi dan Dewa serta Para leluhur Naik ke Langit 7-2-2010 oleh Umat Budha China diteruskan Imlek pada 13 malam hingga Cap Go Meh 28-2-2010, Pratima / Kimsin Kwan Im Kembar ini juga diikuti 3 Lempengan Batu Giok 40 x 60 cm Bergambar Budha, Dewa Kwan Kong dan Dewa Bumi Buatan Zaman Dinasti MING bertulisan MING JAO JANG MIN Zaman Raja Cu Yeun Cang / Cu Gwan Cong dengan angka Tahun IK SHE PAI OL NIEN  1482 M, juga ada Kendi Giok, Pedang Giok dan lempengan Lempengan Prasasti Dinasti MING untuk memeriahlan Acara IMLEK 2561 Tahun MACAN PUTIH MAJAPAHIT, Pratima Kembar ini juga untuk Perayaan "SRI WILATIKTA" Kembar yaitu Brahmaraja dan Tegeh Kori, Agar membuat Bali makin Rahayu dan Rahajeng dimata Dunia.

Yang aneh dalam Perjalanan dan Penyebrangan Laut Tenang bagaikan Kaca dan matahari bersinar membuat Lobang Bulat dilangit padahal sekitar Hujan lebat serta kabut yang bisa dilihat mata, Setelah Pratima mendarat dan jauh dari Pelabuhan malah dalam Berita gilimanuk dihantam Ombak Besar dan Penyebrangan di Tunda, Tiba di Pura Ibu Jimbaran Sudah Penuh Para Pendukung Pura Ibu menyambut dengan Barongsai serta Sesaji Penyambutan yang untuk pertama kalinya sejak 500 tahun Keruntuhan Majapahit  mendapat Banten Penyambutan, Pratima dan Para Lempengan Giok juga ada 3 Peti Tempat Uang Kuno dari Giok yang berisi Uang China berbagai Dinasti kemudian di Cuci dengan Air Bunga Pancawarna hingga bersih dan Air Cucian jadi Rebutan untuk di Siramkan di Kepala para Pendukung Majapahit bahkan Satpam GWK Suwada malah sembuh dari sakit habis mendapat Siraman Air Pratima juga Lakon Sopir Taxi Kakinya Bengkak langsung sembuh dan banyak lagi yang berebut Air untuk kesembuhan karena Percaya nya. Padahal dalam Agama Islam sangat di Haram kan memakai Air Cucian Patung Berhala sebab yang di Sucikan hanya Air Zam Zam dari satu satu nya Sumur yang ada di Kaabah Allah Arab.Seperti di Solo Kerbau Bule dikirap Kencing dan Kotorannya jadi Rebutan untuk Obat dan Keselamatan juga Rebutan Tumpeng Suro yang di Haramkan Islam [TV halal haram tiap Minggu Sore]

Demikianlah IMLEK 2010 sangat Istimewa karena bersimbul MACAN dimana majapahit juga bersimbul MACAN PUTIH, Perayaan IMLEK kali ini sudah dipersiapkan dengan Matang, Para Suhu / Sianshe / Biksu Sudah membuat membuat persiapan Termasuk Suhu Lee Coen Pai dan Suhu Lee Hong Cie dari Bun Bio sudah tiba untuk mengatur Acara IMLEK MACAN RATU EMAS KEMBAR yang untuk mengulangi bisa makan waktu 300 tahun lebih. Karena unsur Kayu, Logam, Air, Tanah, Api / HO SWE MUK CING THO  5 unsur x 12 Shio tiap  60 tahun baru ada muncul Shio macan 1 Unsur untuk kembali ke unsur Emas x 5 jadi yiap 300 tahun baru ada Macan Ratu Emas Kembar lagi.

Jero Gede Dalem Tarukan Susila juga juga Para Pemangku dan Pendeta Siwa Budha selama 40 hari ini menjaga Pratima dengan Upacara tiap Hari, bahkan Pengunjung tak henti henti nya Maturan Banten sejak Purnama yang lalu, Tiap hari suara Genta mengalun dan Kidung Kidung Siva Budha dinyanyikan menyambut Pratima Kembar Dua dimana Pusaka Pusaka juga Kembar Dua atau disebut Siwa-Budha satu Kesatuan. Suara Tabuhan Barongsai pun mengalun ramai membuat Gembira Para dewa Dewi Leluhur majapahit yang di trowulan dilarang Kegiatan dimana Supeno yang mengaku Mangku Majapahit Islam selalu berpatroli untuk siap mengusir Tamu dari Bali bila mengunjungi Pusat Informasi Majapahit, Bahkan Camat dan Lurah trowulan yang baru Studi Banding ke Bali January 2010 tidak berkutik menghadapi Supeno yang Informan Polisi dan siap membuat Trowulan anti Parawisata, dimana Rombongan beberapa Bis dari Sukawati gianyar berhasil di Usir Supeno Desember 2009 ketika akan melihat Pusat Informasi majapahit, Supeno bak pemilik Trowulan Tamu mau ke Trowulan pasti Bis nya hancur Kacanya tanpa lapor melalui Supeno, hingga Banyak Sopir Bis di Bali tidak berani di Carter ke Trowulan akibat Ulah Supeno yang menurut penduduk Trowulan Spy / Mata Mata Polisi, dan sangat ditakuti Penduduk bahkan Lurah Sapuan pun tidak bisa berkutik karena pernah di SERBU dan melarikan diri hingga kini Rumah Lurah Trowulan Sapuan yang milik Hyang Surya jadi Pusat Informasi Majapahit Brahmaraja, karena ditimggal lari Sang Lurah [Jawa Pos] yang masjid nya di Desa Pakem juga di Hancurkan rata tanah oleh Kelompok Guru SMP Agama Islam Trowulan Khoirul Huda yang juga Dalang Penyerbuan dan Penutupan Pura / Puro Majapahit Hyang suryo Oktober 2001 dimana Camat, Koramil dan Polisi  Trowulan pun tidak berkutik menghadapi Khoirul Huda dan Imam Karyono yang Anti Gus Dur dan Pancasila dan sangat ditakuti baik Polisi maupun Tentara di trowulan yang bisa mendatangkan masa dari luar Trowulan untuk menghancurkan apapun yang tidak sesuai Quran dan Hadist Arab, hingga Hukum Republik Indonesia pun harus rela tidak digunakan atau dianggap tidak ada untuk menghadapi Wakil Islam dajjal yang kuat ini hingga Camat lama Tewas setelah 3 tahun Struk di Rumah Sakit, Jadi camat pun rela mati demi imam Karyono yang wakil dajjal arab di Trowulan. dan kini muncul Supeno yang mengaku Mangku Majapahait Islam yang siap menghancurkan Bis Pengunjung / Parawisata bila tidak Tunduk Aturan Supeno sebagai pemilik trowulan Baru. Menurut Penduduk yang ketakutan Supeno Intel Polisi atau Mata Mata yang selalu melaporkan apapun bila  ada Penduduk yang tidak disenangi Supeno, Sedang Pembrantasan Makelar Kasus [MARKUS] hanya di Kota Besar tidak menjangkau Trowulan yang desa Kecil Tapi bekas Kerajaan Kafir Majapahit Terbesar yang berhasil di Tumpas Islam 1478 dimana Penduduknya lari ke Gunung Gunung dan Bali, dan sampai kini dipertahankan oleh Islam Arab Dajjal Pimpinan Imam Karyono yang didukung Guru Agama Islam Khoirul Huda yang juga Ketua Pemuda Ansor dan Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa [PKB] Anti Gus Dur Pembebas Adat Budaya China 1999-2000 KH Nurhadi juga Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah [DPRD] 1999-2004 Mojokerto juga Anti Budaya Majapahit dan Gus Dur yang membebaskan Budaya China yang dilarang sejak 1966 hingga Pura majpahit 2001 Setelah Gus Dur di Turunkan pun tidak boleh ber Kegiatan karena merukunkan SARA [Suku, Ras dan Agama] Sesuai Cita Cita Gus Dur yang Pluralis dimana Trowulan dianggap Wilayah Arab Dajjal 1000 tahun yang lalu oleh KH Nurhadi yang memakai Hukum Arab dan tidak boleh ber Pancasila sebab Hukum RI tidak berlaku di Trowulan Karena tidak sesuai Quran dan Hadist nya KH Nurhadi yang Wakil Arab bukan Wakil Rakyat Indonesia [DPRD] Mojokerto..

Contoh Kolonel Agung Poerbojagad Orang Bali awal 2000 dihancurkan Tempat Sembahyang Hindu nya dan Sang Kolonel Tewas dimakamkan di Bong / Kuburan China, Gereja Gereja Kristen Jesus akhir 2000 habis di Bom di wilayah Mojokerto dan Indonesia, 23-1-2008 Padmasana Hindu sebelah Candi Tikus pun Hancur [Jawa Pos bahasa China lengkap denga Foto Padma yang Hancur bergambar Aqintia], Pura Hindu depan Pendopo Agung Trowulan Ida bagus Basma dari Sukawati Gianyar Mangkrak tidak jadi di Bangun padahal Tumpukan Batu Puluhan Truk dari Gunung Merapi sudah datang, 2001 Ida Bagus Basma bersama Mangku Alit dari India Hengkang dari Trowulan, Masjit LDII milik Lurah Trowulan Sapuan yang Imam nya Embah Gembel juga Hancur rata tanah 2001 di Desa Pakem dan inipun Hukum RI tidak bisa menyentuh Para dajjal perusak Pancasila. Demikian kuat nya Dajjal menguasai dan mengancam Rakyat tapi Aparat Hukum seolah tidak bisa berkutik menghadapi Kekuatan dajjal yang dalam Agama Kristen Jesus disebut Lusiver.

Jadi Untung ada Bali dimana Adat majapahit masih bisa dan Lestari tanpa Larangan untuk di Laksanakan, Contoh Pura Durga Kutri Mahendradata yang Putri Empu Sindok yang selama 1000 tahun tetap bebas Upacara di Blahbatuh Gianyar yang belum dikuasai Islam dajjal, dan IMLEK nanti pun 14-2-2010 akan di Upacarai di Pura Ibu Majapahit Jimbaran Bali, Agar Para leluhur Siwa [Lokal] dan Buda [China dinasti Sindok] bisa di Upacarai dengan mengikutkan Ratu mas Kembar atau Dewi Kwan Im Jien So Jien Yen istilah China nya dari Dinasti Thang dimana Putri Miao San berhasil menjadi Dewi Kwan Im pada usia 17 tahun dan Ayah nya Miao Ciang menurunkan Miao Li yang Putrinya Yu Lan Permaisuri Brahmaraja Raja Daha Jenggala hingga di Pura Besakih pun ada Pura jenggala dan Pelinggih Brahmaraja serta Ratu Mas atau Putri Yulan. dimana Para Leluhur Putri dari China tetap lestari di Bali terbukti di Bali kalau Upacara selalu menggunakan Uang China / Pis Bolong / Kepeng / Gobok untuk leluhur.

Kepada Para Pencinta, Keturunan, Pendukung, Simpatisan dan Pengagum Majapahit anggap ini Pemberitahuan atau Undangan, Puncak Acara 13-2-2010 malam jam 19.oo dimana Sri Wilatikta Tegeh Kori Kepakisan I akan hadir, yang tidak bisa hadir karena jauh dan berhalangan tidak libur pun bebas karena Acara hingga Cap Go Meh 28-2-2010. [Panitia IMLEK 2561]


Selasa, 08 Desember 2009

ANTI KORUPSI SE DUNIA SEMOGA SUKSES



Hari ini 9 -12-2009 Kita memperingati Hari Bebas Korupsi se Dunia, Untuk dinegeri ini marilah kita belajar Sejarah mengapa bangsa ini jadi demikian Bejat Moralnya dan Korupsi Merajalela. "Aku Bangga jadi anak PKI" seorang Wanita muda pernah berteriak demikian disebuah Stasiun Televisi Swasta di Negri ini, lalu Mr. Andi dari TV tersebut bertanya "Kenapa anda bangga menjadi anak PKI?" lalu menjawablah Sang Wanita bertubuh Bahenol ini bahwa "Coba tunjukkan Mentri PKI yang korupsi diera Bung Karno" sampai tulisan ini diturunkan hari ini 9-12-2009 tak ada jawaban dan Komentar yang menunjukkan Mentri PKI yang Korupsi contoh Mentri Keuangan Era Bung Karno  Oei Tjoe Tat SH yang Etnis China. Bahkan Negara China yang di Tuduh Komunis Tidak ber Tuhan pun Korupsi $ 200 itu serentetan Pegawai Bank of China dihukum Mati [TV]

Bahkan Perdana Mentri China Zu Rong Ji ketika mulai menjabat berkata "Saya menyediakan 10 Peluru Pistol, 9 untuk menembak Koruptor dan yang 1 untuk bunuh diri bila saya gagal" ini Negara yang dituduh Islam Indonesia yang numpas PKI Negara Komunis tidak ber Tuhan hingga Sekolah dan Tulisan China dilarang, dan 1965-1966 Terjadi Penumpasan Komunis atau PKI atau Orang yang dikatakan tidak Ber Tuhan oleh Islam waktu itu, Mereka di Tumpas sampai Akar-Akarnya atau Bayi nya, Jutaan manusia Indonesia dan China harus rela mati dengan tuduhan Komunis Tidak ber Tuhan alias tidak ke Masjid, Bahkan Termasuk Orang Jujur pun dihabiskan termasuk Guru Guru Sekolah, Pahlawan pun tak luput dari Cap Komunis dan keluarganya di Tumpas, dan 1967 Bung Karno Pemersatu Asia Afrika dan Amerika juga Pencipta NASIONAL - AGAMA - KOMUNIS  {NASAKOM} ditahan dan diturunkan Kepresidenannya oleh MPRS Pimpinan Jendral Nasution yang pernah mengarahkan Meriam ke Istana Presiden Soekarano 1954 dan malah diangakat oleh Presiden Soekarno yang ditodongnya sebagai Kepala Angkatan Darat,

Dan Akhirnya Sang Presiden yang diturunkan oleh Jendral yang menodongnya Dahulu mengakibatkan sampai Bung Karno Sang Presiden baik hati yang memberi kedudukan lawan yang nodong Meriam dirinya Tewas [1970] dalam setatus Tahanan REPUBLIK INDONESIA yang didirikannya, Beliau juga Penggali Pancasila ciptaan Empu TANTULAR Zaman Keemasan Majapahit untuk dasar Negara Tercinta ini yang kini dirubah Negara Islam. selanjutnya Agama Islam mendominasi Indonesia atau Prakteknya Indonesia menjadi NEGARA ISLAM dengan bukti selain Islam harus di TUMPAS, setelah Bung Karno Pemersatu yang di AKUI Dunia berhasil di TUMPAS maka Indonesia pun Mejadi Negara SANDIWARA PANCASILA atau terang terangan saja Negara Islam, Buktinya Gereja Kristen tidak bisa dibangun lagi cukup Gereja Gereja Zaman Belanda diijinkan itupun kalau Islam punya kesempatan di HANCUR kan atau di BAKAR berikut Pendetanya di Situbondo, Tulisan CHINA dan Adat Budayanya yang menyatu dengan Penduduk Negri ini Yang tidak Percaya Tuhan / Allah nya Islam tetapi percaya LELUHUR / PIK KONG  dan THIAN [Tuhannya China] di TUMPAS habis tempat Ibadahnya di Hancurkan dan di tutup dilarang kegiatan sampai Era Presiden Gus Dur [mengaku turunan Tan Kiem Han] Adat China dibebaskan kembali dan Presiden Nyentrik inipun minta maap kepada Rakyat Indonesia atas Penumpasan PKI 1965-1966,

Banyak Orang China hilang tak tentu dimana mayatnya diculik dan di Cap Komunis tidak ber Tuhan ya mungkin mayatnya bercampur baur dibuang Sungai Berantas yang mengalir dari Blitar sampai Surabaya yang waktu itu dipenuhi mayat mayat PKI yang jumlahnya sampai Ratusan Ribu bahkan ada yang bilang Jutaan. Pokoknya semua harus muja Allah / Alloh nya yang  di sembah Orang Islam bukan Allah nya Kristen Jesus yang juga disebut Kafir dan ikut di Tumpas juga bahkan sampai sekarang dimusuhi dituduh Israel sampai Islam selalu menolak berhubungan dengan Israel dan Presiden Gusdur pun dituduh Israel "Sejuta Gus Dur saya tidak takut" teriak Habib Arab di TV yang anti Israel dan nantang Gus Dur yang Islam Kejawen atau Liberal dan membela Achmadiah, Aliran Kejawen juga di TUMPAS sampai sekarang ini terbukti 2009 di Jokja Aliran Kepercayaan SAPTODARMO dihancurkan [TV] hari ini di TV pagi Tempat Ibadah LDII di Telogorejo Temanggung Jawa Tengah Hancur dibakar Orang tak dikenal dan Polisi sibuk mencari Perusaknya, jelas yang ngerusak Islam juga Mengapa Kita jadi Bangsa yang Keras? mudah jawabannya 1965-1966 Orang yang Jujur percaya Karma atau Jowo Kejawen Orang Jujur Sabar Narimo anti kekerasan di TUMPAS pokoknya Orang harus ke Masjid dan Islam yang diberi hidup jadi Kalau pintar Membunuh menggorok Leher Orang yang dicap Komunis itu Pahlawan bahkan ada Ijazahnya tanda jasa "MENUMPAS G 30 S PKI" ini lucu juga Numpas Orang ada Ijazahnya, maka habislah Orang baik dibunuh karena bukan Islam atau tercatat tidak pernah ke Masjid mereka di cap Komunis tidak ber Tuhan,

Bahkan Ajaran Kebaikan Ilmu Jawa diawasi sampai pelosok dan di Tumpas sampai detik ini supaya tidak ada Orang Baik lagi. Pelajaran yang ditanamkan hanya Quran dan Hadist Ajaran Arab yang berhasil Menumpas Kristen Jesus jaman Perang Salib di Timur Tengah, yang selalu meng KAFIR kan dan tidak bisa rukun bersatu karena Orang dibuat Anti KOMUNIS setelah  Pimpinannya Bung Karno dan pencipta NASAKOM berhasil di TUMPAS disamakan Komunisme kebetulan Beliau Sahabat dengan Mao Tje Tung China yang dituduh Islam Negara Komunis tidak ber Tuhan dan tidak boleh hidup di Negri ini kata yang ngaku Islam padahal Dajjal Arab numpang di Negri ini tapi sok sebagai Pemilik karena berhasil menumpas Penduduk Asli yang bukan ikut Dajjal Arab, sebetulnya ya masih ada juga mereka yang mengajarkan Kebaikan tapi Sembunyi Sembunyi dan di cap GERAKAN POLITIK {GERPOL} dan tetap akan menghadapi Fatwa SESAT bila rekayasa kesalahannya melecehkan Islam  bisa dibuat / di Rekayasa

Contoh Gamblang Pura Pancasila Majapahit Trowulan yang bisa mengumpulkan Kerukunan Umat Manusia tanpa membedakan SUKU AGAMA dan RAS dimana didepan LELUHUR manusia bisa Rukun Tumpengan bersama malah di TUMPAS juga itu PURA LELUHUR MAJAPAHIT di Trowulan yang berada didalam Pura / Puri / Griyo / Dalem Hyang Bhatara Agung Surya Wilatikta  Raja Abhiseka Majapahit Masa Kini  SRI WILATIKTA BRAHMARAJA XI atau lebih luwes terkenal dipanggil Hyang Suryo atau Eyang Suryo, jadi ini nyata Hyang Suryo merukunkan Orang tidak pernah ngurusi Orang yang Kyai Noko sebut "Lakum tinukum Waliadin" Agamamu agamamu, agamaku ya agamaku jadi tidak saling menggangu inipun kata kata Ustad asal Jember yang juga punya Pesantren dianggap TAHI / BANGSAT bahkan di Trowulan pernah ribut dengan Habib Arab berjenggot dengan 2 muridnya tidak ada istilah Agamamu, Agamamu ya tak Hancurkan dan yang bisa hidup cuma Agamaku dan kelompokku ISLAM ini terbukti Imam / Takmir Karyono menyerbu dan berusaha menghancurkan Meru / Pagoda Tempat Leluhur Majapahit Trowulan bahkan juga me nge BOM tapi disambar Petir yang ngebom dan memerintah Camat untuk menutup melarang Ritual dan kegiatan dalam bentuk apapun karena bukan Islam bahkan Terang Terangan dituduh Pura Hindu hingga Sang Camat Tewas Struk tambah kurang 3 tahun dirumah sakit gara gara tunduk pada Imam Karyono yang mewakili Dajjal ciptaan Allah nya Arab Zaman Jahil liyah padahal Camat itu wakil Pemerintah RI tapi takut Arab karena seiman dan se Agama Islam dengan Karyono Sang Imam wakil Dajjal Arab yang anti Hindu.  sekali lagi ini bukan membuat SARA tapi mengungkap SARA agar Islam Dajjal tidak selalu menutupi Kebiadapannya dengan melarang berita SARA ini Negara kita sejak Zaman dahulu bukan Arab ya Arab nun jauh disana kalau naik Haji kan tahu Kering Krontang dan adanya cuma buah Kurma, jadi Pengungkapan Kasunyatan ini akibat berani menutup Pura Budaya majapahit Trowulan yang Pancasila nya masih digantung di kantor Camat Trowulan, Jadi Kantor Camat masih berbendera MERAH PUTIH bendera INDONESIA yang diambil dari Umbul Umbul Gula Kelapa Majapahit, bukan  Umbul Umbul Arab atau Aliran Islam yang banyak Benderanya seperti gambar Pedang Bengkok dan lafal Arab dan warna nya hijau bukan merah putih  sekali lagi Sejarah adalah Sejarah biar ditutup tutupi akan terbongkar juga jadi Orang teriak SARA takut SARA adalah Pengecut takut Bobrok nya terbongkar lalu melarang berita SARA biar langgeng perbuatan SARA nya karena Orang takut membuka SARA, takut membuka SARA berarti MUNAFIK alias Penipu padahal Orang Islam selalu berteriak teriak "Berkatalah BENAR kalau memang BENAR" ini juga tulisan BENAR silahkan kritik wahai Pengecut yang berlindung di Ketiak SARA salahnya Meng Otak Otik Majapahit yang dianggap Kecil dan Goblog ya nanti dulu donk Majapahit itu Briliant bisa menciptakan Pancasila Pemersatu  bukan Penghancur Bangsa dan diakui Dunia Ilmu dan Budayanya padahal tidak pernah Promosi dengan Pedang, tapi Ilmunya banyak dicari oleh Dunia biarpun ditutup dibakar Orang Saktinya dibunuhi Islam buktinya Orang belajar Aksara Jawa dan Ilmu Metafisika saja ke Unuversitas Leden dan New York kan masih ada biarpun disini kalau bikin Universitas Metafisika di Negri sendiri dituduh Musrik ditumpas Arab yang Dahulu bernama Dajjal ber Otak Zaman Perang Salib, bukan Arab sekarang yang yang juga numpas Teroris bukan musuh Amerika dan sekarang Tulisan Arab mendominasi mengalahkan Tulisan Asli Negri ini berkat kepandaian para Dajjal mencuci Otak bangsa kita yang jujur dan mudah dibodohi dan ditipu,

Tulisan ini Ditulis Para Pakar The Majapahit Center, The Sukarno Center, Universitas Marhaen [Mahendradata] dan Pakar Pakar seluruh Dunia yang bersimpati pada majapahit  oh ya belakangan Utusan Rusia kerjasama dengan DR Wedakarna Rektor UNMA [Bali Pos] dulu Rusia di cap komunis oleh Islam kita dan Banyak Orang kita yang sekolah di Rusia tidak bisa pulang dan jadi warga Rusia kini sudah hubungan bahkan kita beli Pesawat Sukoi, Bali dirintis Pemuda dan Rektor termuda di Dunia sudah mengadakan Kerukunan dengan Dunia meneruskan cita cita  Bung karno Penggali Pancasila dan Pemersatu Asia Afrika dan Amerika Latin Jadi kita itu Negara Pancasila tidak membeda bedakan Negara lain seperti Indonesia dianggap oleh Habib miliknya dan harus memusuhi Israel kan lucu Negara Pancasila kecuali Bali mau dikuasai Habib Turunan Arab Pertahankan donk wahai Manusia Pancasila Indonesia jangan tolol terus malu donk takut Habib tukang bikin Keruh Negara  dengan memasung Kebebasan ber ISME dan bersuara Mari Bangun dari Tidur mu selama ini Bangkitkan Kebesaran Bangsamu belum terlambat Bali dan nama Majapahit masih dihargai biarpun sudah tersiar Indonesia Negara ter Korup, bangsa Budak, bangsa Bodoh, Goblok itu kan yang ikut Arab Dajjal 1000 tahun yang lalu, yang tidak masih banyak kok .. ohya Islam yang baik sebaiknya bikin nama seperti Islam Kejawen jangan takut dibubarkan Islam Arab yang tidak berani mencantumkan Lebel nya Padahal Islam itu bahasa Jawa mereka itu Moslem jadi jangan mau nama Islam Jawa dipakai Arab Ngerusak sekali lagi bikin jelas nama Islam agar beda Perusak dan Pemersatu selama ini Perusak mengaku atas nama Islam jadi membingungkan kalau tidak salah apakah di Arab juga ada istilah Islam ?

Dahulu 1947 Pasukan Gurka Inggris kalau masuk desa Orang desa menyalami "Saya Moslem tuan..." jadi Gurka itu lalu baik dan tidak menembak Orang yang menyalami dan menyebut diri  "Moslem" jadi Orang Luar nyebut Islam kan Moslem ? tapi di Indonesia Habib Arab Asing kok nyebut Islam ? harusnya Moslem kan ? jadi ada beda antara Islam Jawa dan Arab yang Moslem agar Islam jawa tidak disesatkan dan di Tumpas mari cari Jati Diri MU .dan lawan tukang Tumpas berwajah Jawa berjiwa Arab Dajjal , Percayalah kita didukung Leluhur Pemilik tanah ini sedang mereka didukung Leluhurnya arab sendiri yang tidak anti kita lha Wong Leluhur mereka sendiri Muhammad tidak di Hormati turunannya kok...malah mendukung kita yang hormat Leluhur jadi jangan takut dengan segelintir Arab yang diusir Arab Masa Kini karena penipu dan tukang Jagal di Arab yang sekarang Teroris saja dikejar kejar oleh Negara Arab tapi yang disini Terorisnya malah dikirimi Uang ? Ali orang Arab yang ditangkap Densus 88 membiayai Teroris disini  belum jelas siapa? Polisi masih sibuk kasus Century jadi Teroris nya agak kurang dipublikasi  tapi Densus 88 tetap berusaha mengungkap Teroris[Bersambung]                                                                                                                                                            

Minggu, 29 November 2009

SUKU RAS AGAMA HARUS TERBUKA DAN JUJUR

SARA  ini istilah baru Senjata untuk menutupi Perbuatan Brutal dan Pelanggaran Hukum Agama Mayoritas, Disisi lain Hukum dan pengungkapan Sejarah sedang gencar dilakukan dan masyarakat mulai pandai memilah milah mana yang baik mana yang buruk, Kembali ada Mahluk asing yang disebut SARA, Kalau tidak salah SARA dikeluarkan untuk memberangus Pers di Era Orde Baru, Berita Berita Pembakaran Gereja tidak boleh diberitakan nanti SARA, Perusakan Pura Hindu Kolonel TNI AU [Pur] Agung Poerbodjagad di Trowulan awal 2000 hingga Tewas juga jangan diberitakan nanti SARA, Penyerbuan Pura Hyang Suryo di Trowulan Oktober 2001 juga kalau bisa jangan di Publikasi nanti SARA padahal sudah di Koran kan juga tidak ada masalah dan Tanggapan apapun dari Pemerintah malahan banyak Umat Islam Kejawen yang simpati tamu tetap berdatangan mengucapkan Simpati dan Menyatakan Kutukan kepada yang Nutup, tetap keluhan Simpati diarahkan ke Imam Karyono dan Muspika kalau berani jangan hanya didepan Hyang Suryo sok jadi Pahlawan tapi tetap di Tutup apa ditutup juga demi SARA / Tegaknya Islam Perang Salib dan Pancasila sudah dihapus ?,


Juga Penyerbuan Sanggar Saptodarmo Jogja demi SARA / Islam Quran dan Hadist ?, Pengeboman Borobudur, Penyerbuan Orang Kristen sembahyang di Ruko di Jakarta [Ant TV] untuk Tegaknya SARA / Sariat Islam ?, Penghancuran Universitas Kristen, Mahasiswa Kristen jahit Mulut [TV One], Penumpasan Orang yang tidak ke Majit 1965-1966 atau yang disebut G 30 S PKI padahal ini untuk menumpas Bung Karno yang kuat Pendukungnya agar bisa di jatuhkan diganti Sariat Islam, yang terbukti sekarang ini Pancasila tidak dihargai lagi juga kalau bisa jangan diungkap nanti SARA padahal sudah diungkap di TV tapi tidak semua yang menonton.tentang Rekayasa G 30 S PKI hingga Orde Baru berdiri berdasarkan Rekayasa [TV berita SK 11 Maret] dan kinipun Terungkap Rekayasa KPK [Metro sepekan] jadi Kita akan Terkenal Negara ahli Rekayasa dari hal kecil sampai Pendirian Negara,  kini ada Senjata Baru di Era Kebebasan mengungkap Pelanggaran Hukum segi Agama dan Budaya bahkan Sejarah Bangsa akan di Berangus dengan dalih SARA, Kalau ini berhasil tentu akan berimbas kepada Berita TV, Koran, Tabloid, Buku dll di BREDEL jadi Kembali kemasa Silam seolah Masyarakat Goblog, Tolol dan Dungu jadi kita harus jeli melihat Umpan Umpan Islam Keras Perang Salib dan jangan menelan Umpan SARA nanti jadi seperti Ikan Pancingan dan di Goreng. Kembali ke Islam Perang Salib mereka itu Pintar memutar balik Fakta, 


Justru Istilah SARA ini baru ada di Era Orde Baru untuk menutupi Kebiadapan Tukang bikin SARA sendiri, jadi "MALING TERIAK MALING" itulah kata lain Pendengung SARA. Sampai Komik pun dianggap SARA, Buku Tan Khoen SWIE 1930 pun dilarang demi SARA / agar Islam tidak ada tandingan menggoblokkan Orang, Pembakaran Buku Buku Budha 1478 pun demi SARA ya ? kita mundurkan ini SARA karena Hukum tidak boleh Surut, tapi Islam Perang Salib tidak mengindahkan Surut contoh Achmadiah 1925 pun harus di Bubarkan sampai SBY kelabakan bikin SKB demi Somasi 1 Habib, Leluhur Ribuan Tahun pun dihancurkan demi Tegaknya Quran dan Hadist yang baru masuk Abad XV ini pun bukan SARA ya ? jadi Demi Tegak nya Quran dan Hadist main Penghancuran, Pembunuhan, Penyerbuan, Pengeboman dll ini lalu harus dibenarkan demi SARA juga. Kapan Negara kita bisa maju kalau pikiran Otak nya selalu mencari kebenaran sendiri ? Tidak usah jauh jauh di BAli saja yang tidak kenal SARA aman aman Tidak ada Masjit dirusak malah Orang Islam Musola Puri Gading bebas unjuk gigi menghentikan Kidung Orang Bali [Pegawai PLN] Mlaspas rumahnya dan terjadi di  Puri Gading Jimbaran, Justru yang dituduh Pura Ibu Majapahit dikira Pura yang pasang Pegeras Suara Kidung kalau ini bukan SARA tapi unjuk Gigi kekuasaan Islam di Bali yang mayoritas Hindu dan nyatanya berhasil dan Bangga ya ? di Bali saja berani memerintah Polisi Orang Bali menghentikan Kidung apalagi di Trowulan jadi maklum Rumah Orang Bali Hancur dan Pura Majapahit di tutup dan Pindah Bali pun mau dihina disuru menghentikan Kidung padahal Pura Majapahit sangat Toleran tidak ingin bikin susah hatinya Orang toh masih di Hina padahal salah sasaran yang bunyikan Kidung Orang Bali Asli mlaspas rumah depan Pura Ibu Majapahit Jimbaran lalu ini bukan SARA ya ?, 


Jadi Hebat Otak Islam Perang Salib ini yang memakai SARA untuk melegalkan Perbuatannya Menghancurkan Negri ini bebas melakukan apapun terhadap yang bukan Islam lalu berlindung ke SARA. Berilah Informasi Masyarakat dengan benar sesuai kata Orang Islam sendiri "Berkatalah Benar kalau memang Benar" dan masyarakat janganlah dianggap Tolol dan Goblog terus menerus, Sekarang sudah banyak Universitas dan Orang sudah pada Pandai  Sesuai Program Rektor Universitas Mahendradata DR Arya Wedakarna yang membuat Masyarakat harus Pandai dan mengerti Hukum dan sudah kerjasama dengan  Mentri DEPKUMHAM Patrialis Akbar yang berkata akan melaksanankan GM- GANYANG  MARKUS [makelar kasus] agar tidak di Kibuli dalam bidang Hukum terus menerus oleh Markus ucap  Mentri Pengaggum Bung Karno dihadapan Sang Rektor dan Beliau Rektor Termuda di Dunia  ini mengalami benar tekanan sampai Dahulu Universitas nya bernama Marhaen karena berbau Soekarno maka dirubah Mahendradata, juga Gelora Bung Karno dirubah Gelora Senayan dan apapun nama yang berbau Bung Karno berusaha dihapuskan dari Sejarah [ Metro Files 29-11] 


Tapi namanya Sejarah ya tetap Sejarah dan tidak bisa direkayasa seperti KPK. Memang untuk di Pedesaan yang sudah se Iman dan se Agama Islam Pura Majapahit ditutup lalu Orang Islam merasa tinggal di Negara Arab Orang Hindu dihancurkan, Gereja dilarang bahkan dibom Kepercayaan di Tumpas ini bukan SARA ini demi tegaknya Sariat Islam berdasarkan Quran dan Hadist di Negri Pancasila ini dengan sak Enaknya main Kekerasan, Jadi tiap ada Suara tentu ada reaksi atau jawaban kan boleh ? katanya Demokrasi masak Demokrasi hanya milik Segelintir Islam Zaman Perang Salib ? Jadi Indonesia memang Negara aneh sampai mencengangkan Dunia disisi lain Hukum ditegakkan ini ada Gadis Baru yang bisa mengalahkan Penegakan Hukum dan Informasi bernama SARA [ mirip nama istrinya Nabi Ibrahim ?] Ya semoga masyarakat tidak terkecoh istilah SARA yang akan Membrangus Berita Kasunyatan semoga.  SARA diungkap justru bisa menghilangkan SARA lha kalau SARA ditutup tutupi maka akan Suburlah SARA dan sak Enaknya melakukan SARA karena selalu ditutupi demi SARA tolong dipikirkan ini dengan Otak Intelektual {Team Pakar Hukum SARA The Majapahit Center- The Sukarno Center- Puri Surya Majapahit- Universitas Mahendradata} Bali 29-11-2009***

Selasa, 17 November 2009

DAGELAN SANDIWARA LUDRUKAN PALING AMAN


Sandiwara, Dagelan, Ludrukan, Kartoloan dll adalah pertunjukan hiburan di Negri ini, dari persoalan Hukum, Politik, Selebriti dan Rumah Tangga. Kini berita utama lagi ngetren, segi Hukum lagi di TV-TV Nasional tetap mendominasi, tapi pagi ini ada lagi yang unik di Semarang, sebuah Aliran Sesat kembali di beritakan, namanya lupa hanya ingat ada disebut "MAKRIPAT" nya, kalau tidak salah Sareat-Hakikat-Tarikat-Makripat, sebuah ilmu dalam Islam, Penulis pernah bertemu seorang Daeng yang menurut orang banyak sudah yang Makripat, orang yang terkenal dengan Makripat ini WAH....!!, memang bukan main - main, demikian hebatnya orang ini sampai jam Solat di Tunda untuk Menghormati orang, bahkan di suguhi makanan yang ada Babi nya pun dimakan, Babi nya dipinggirkan di ujung piring. Pengetahuan tentang hidup, pergaulan, Agama Orang Makripat sangat Mumpuni dan diacungi Jempol, boleh dibilang orang ini bisa bergaul ke Semua Agama dan tidak menyalahkan, Orang Makripat mementingkan Kerukunan, Perdamaian, bahkan tidak mau ngurusi orang tentang Keyakianan, senang ngobrol kebaikan, pertemuan dengan orang aneh seperti Nabi Kidir, Mendapat Ilmu, Sudahlah pasti menyenangkan. Hampir sama dengan Makripat ini adalah "Orang Tua Kejawen atau ilmu Jawa Kuna" kenapa Kejawen ? karena arti Jawa itu adalah Baik, tahu adat, Unggah Ungguh, dan Melakukan Kebaikan. Jadi bisa dibilang Kejawen atau menuju berbuat baik. Makripat ini pun sebetulnya suatu istilah Keren untuk Bebas, Mungkin tidak solat yang dipamerkan, bisa menunjukkan dan diakui masyarakat sekitar kalau memang pelaku Makripat ini baik tanpa cacat perbuatannya tapi jarang ke Masjit dan tidak fanatik ini yang jadi masalah sekarang yang ditonjolkan harus ke Masjit dan pinter solat ngerti jihat apal Quran dan Hadist,  tapi untuk kacamata Sariat urutan pemula ilmu Makripat tadi tentunya dianggap Nyeleneh atau Aneh atau agak lain karena melakukan yang tidak Umum, Lha.... perbuatan tidak umum ini ditangkap lain, Karena dianggap baik, maka Penggemar, simpatisan, ada yang ngaku murid atau apapun yang dekat dan mendukung lalu meniru perbuatannya, inilah kemudian membuat Celaka dan dianggap Sesat karena ketika ditanya disuru Menjelaskan oleh islam Arab yang anti Kebaikan tidak bisa menjelaskan apalagi tidak hafal Quran dan Hadist Padahal Gurunya sangat Hafal sebelum jadi Makripat, akhirnya muncullah cerita yang tidak Lazim hanya baiknya saja yang ditonjolkan padahal Islam Arab bukan butuh baiknya tapi harus bisa ikut Adat dan Kitab Padang Pasir seperti numpas Kristen yang saudara sendiri, menuduh Orang selain Islam Kafir, dan bisa membunuh Kafir, sekarang Nge BOM, kalau tidak bisa, dan ingin berbuat baik seperti Makripat harus rela dituduh Sesat. Bagi Makripat Asli tentu nya tidak mengajarkan sesuatu, sebab itu untuk Dirinya Pribadi agar Baik dan dia merasa kalau baik bisa Selamat, mati nya atau di terima Alloh, tapi bagaimana menghindari Orang yang menghormati, dan karena kebodohan [menurut Islam yang benar melaksanakan Quran dan Hadist Arab asli] dan Haus Ilmu Baik akhirnya dibuat Panutan, dan apa yang dilakukan Sang Makripat di anggap Benar, bila si Makripat ini lolos tidak di Sesatkan hingga Mati, Selamatlah Orang ini, Nama nya akan tetap di Kenang jadi Orang Baik dan bahkan di Kultuskan Makam nya banyak yang nyekar dan bakar Kemenyan sekarang Dupa bahkan dibuatkan Pendopo tempat Tirakat dan Tumpengan yang jelas Musrik menurut Islam Arab padahal Orang Makripat yang di Jawa dianggap baik padahal Orang Jawa tidak tahu karena kebodohannya kalau Nabi Muhammad saja tidak boleh di kultuskan di Sekar bahkan di Obongi Dupa, Lha... yang belum mati sudah kena Sesat lalu di Panggil ke Bakesbang seperti Aliran Makripat di TV yang kejadiannya di Semarang, dan di usir dari rumah kontrakannya karena akan menyebarkan kesadaran Jawa nanti menyulitkan Teroris cari Pengantin Bom Bunuh diri [TV 17/11] Ini mirip cerita para Pahlawan seperti Jendral Sudirman yang untung sudah Tewas sebelum ada G 30 S PKI dan banyak lagi yang Tewas lama mereka aman tetap sebagai Pahlawan dan Istirahat Tenang di Taman Makam Pahlawan, lha... yang hidup sampai ada Penumpasan PKI  1965-1966 atau Nasional [NAS] dan Komunis {KOM} agak sial, karena banyak yang di cap terlibat PKI lalu hilang Kepahlawanannya, bahkan ada yang di Bunuh seperti Guybernur Bali Soetedja Hilang tak tentu Rimbanya diculik, dan ada yang hanya di Tahan tampa pengadilan seperti Bung Tomo, Pahlawan Laksamana Jhon Lie terpaksa 1967 berhenti karena Bung Karno jatuh dan kebetulan etnis China, Termasuk Pahlawan PETA Shodanco Soepriadi yang sembunyi menyamarkan diri atas nasihat Bung Karno pikirnya aman Reformasi lalu membuka diri tapi sayang malah jadi cacian tidak ada yang mengakui ini kalau tidak salah orang Semarang tempat Berita TV tentang Makripat demikian Hebat nya Bung Karno yang sudah tahu nasib para Pahlawan pendukungnya hingga menyuruh Soepriadi jangan Tampil sebelum dirinya meninggal ternyata "Keluron" juga Soepriadi ini tampilnya mestinya menunggu dulu sampai Beliau mati kan diakui,  tentunya lain lagi Jaman Majapahit 1478 Malah Orang Majapahit di Tumpas tapi yang tidak mau masuk Islam malah lari ke pegunungan dan Bali yang masih bebas Muja Dewa sampai sekarang. Penumpasan berhenti zaman Belanda 1598-1942 dan Zaman Bung Karno 1945-1965, Sekarang malah Makripat  di Semarang lebih untung hanya di usir dari rumahnya tanpa harus lari ke Gunung, Orang jaman dahulu di pedasaan banyak yang mirip Makripat ini, mereka sudah tidak memakai Lebel Agama tapi memberi contoh kebaikan yang bahasa jawa LELAKU / NGELAKONI JOWO / NGELMU KAWERUH / MAKRIPAT / SANGKAN PARANING DUMADI, tapi ini dahulu sebelum 1965 di Era Bung Karno yang NASAKOM, 1965-1966 dimana orang macam begini Banyak yang di bunuh / di tumpas habis karena tidak ke Lebel Agama Islam hanya berbuat baik tidak ke Masjit, lebih mengutamakan baik tadi akhirnya di tuduh tidak ber Tuhan NAS dan KOM sebab Islam tidak memerlukan kebaikan yang bisa numpas dan Nge Bom Kafir itulah yang baik, setelah penumpasan Aliran Nasional dan Komunis / PKI dan yang tidak ke Masjit yang gencar dilakukan 1965-1966 yang tinggal hanya   nya yaitu Agama Islam saja, jarang ada orang Makripat begini lagi, Tokoh Agama Islam indentik dengan ahli Dakwah apal Quran dan Hadist, Punya Masjit, ahli menjelek kan Kristen dan Kafir dan pemecah belah nutup Pura, bakar Gereja, dalam setiap pidato di pengeras suara Masjit nya contoh Allah tidak punya Anak, ini nyindir dan memojokkan Kristen dan Katolik yang menyebut Jesus Anak Allah pidato ini sampai saat ini pun masih ada Penulis masih mendengar dan sudah bertemu Pengurus Masjit katanya itu juru dakwah dari Pusat jadi Allah tidak punya anak memang "Pidato Topik Tetap" karena merasa Kristen musuhnya kebetulan sebelah Masjit Orang Kristen agar Umat Islam membenci Kristen, cerita cerita Arab tentang kepahlawanan menumpas Kafir yang penulis kurang hafal yang ingat Umar Bin Katap, Rukun kelima naik Haji paling gencar juga , mengafirkan orang nyembah Berhala atau Patung Batu padahal naik Haji untuk Nyium Batu hitam ini tidak disadari dll, pokoknya jarang ada pelajaran Kejawen, Cinta Tanah Air, Budaya Persatuan, Nasionalisme, Adat Tanah yang Subur Makmur dan berbuat Kebaikan ini, Jadi semua Ceritanya penuh ke Cerita Arab lah [Zaman Perang Salib yang berhasil menumpas Kafir Kristen] yang tentang Padang Pasir bicara nya, Era sekarang hampir tidak ada lagi orang Makripat, yang memberi contoh Baik seperti dimasa lalu, Kerukunan pun sudah tidak ada lagi [Lihat TV perusakan Aliran / Agama dituduh Melecaehkan Islam mendominasi Beritanya], perbandingan ajaran juga di pedesaan sudah tidak ada karena semua sama Islam nya Corong pengajian berlomba lomba saling mengeraskan suara tumpas Kafir hingga Kolonel Agung Poerbajagad Trowulan rumah dan tempat sembahyangan nya di hancurkan tahun 2000 awal, Hyang Suryo juga Trowulan Pura nya di serbu, di Bom dan di tutup dilarang kegiatan dalam bentuk apapun tahun. 2001, Gereja ajaran Kristen pun sudah jarang ada, ijin bikin Gereja baru jangan mimpi turun, juga ajaran Kejawen yang sudah di tumpas memang ada pun diawasi ketat oleh Mata Mata Islam dan siap disesatkan dan di panggil untuk di sidang oleh Tokoh Agama Islam dan Pemerintah Desa nya kemudian dibubarkan pimpinannya di Tangkap, Gereja Kristen ada di jalan raya sisa Belanda dan pengikut nya bisa di hitung jari dan mengelompok tersendiri di kucilkan  kalau di Pedesaan ada kesempatan Gereja ini pun di Hancurkan dan Natal 2000 gereja gereja di Mojokerto di Bom [Daftar Gereja yang hancur di Tempo]. Dan hidup pun penuh Sandiwara tidak ada ikatan jiwa hanya pura pura baik kalau bertemu muka dibelakang ngrasani dan menjekekan. Dengan adanya TV menyebut Makripat maka terkenanglah Penulis dengan cerita lama apa itu Makripat yang tertumpas, mirip Makripat Orang Saptodarmo yang baru di hancurkan di Jogja [TV] memang aneh di Negri ini [boleh dibilang Republik Mimpi] untuk berbuat baik pun di Sesat kan jadi orang harus kelihatan rajin ke Masjit dan pengajian serta solat tidak telat, Pinter memecah belah Nyerbu Orang Hindu,Kejawen dan Orang Baik bahkan merangkul Camat yang baru menjabat untuk membuat Keruh suasana pokoknya dengan Se Agama dan se Iman tidak nyimpang dari Islam asli Arab jaman perang Salib dimana berhasil menumpas Kristen Aliran Jesus yang disini tambah musuh lagi Hindu dan Kejawen yang bertentangan Adatnya dengan Islam, Kalau dipikir Orang Berkreasi tidak merugikan Orang, hanya berkelompok melakukan suatu Perbuatan yang baik menurut Ketua Kelompok nya atau kebebasan bersarekat [UUD 1945] jangan mimpilah Bangsa ini bisa melakukan, tapi sejak 1965 dimana selain Islam di Tumpas di cap Komunis / PKI  Negri ini sudah tidak ada kebebasan lagi melakukan perbuatan baik pasti diawasi dan di Sesat kan seperti berita Pagi TV17-11-2009, ada lagi berita di Aceh yang sudah Sariat Islam Wanita pakai Jin ketat di oprasi polisi Sariah alasan tidak boleh menunjukkan Lekuk Tubuh yang merangsang Syahwat, lalu tugas Polisi RI ?, dan ada Hukum cambuk lagi untung ini di Aceh Serambi Mekah yang kena Tsunami, Gempa dan Banjir Bandang di Sumatra Utara ini, Lalu Irian ? apa harus jadi Negara Anymisme? mau jadi apa lagi ? mestinya pemerintah tegas yang ingin hidup suasana Hukum Islam ngumpul di Aceh saja, Jawa harus tegas Habib Habib supaya di Aceh ngurusi Ngoprasi pelanggar Sariat Islam, buatlah kelompok-kelompok Agama Islam lalu berlomba mana paling baik di beri Piala Allah, Metro TV memberitakan Pahlawan Jhon Lie Yang selalu membawa Alkitab / Injil / Bibel dan membaca Ayat nya diatas Kapal Boat waktu perang kemerdekaan karena orang Manado Sulawesi Utara kuat Kristennya lha... di Manado bisa ngumpul orang Kristen dengan aman, kalau Pancasila jelas sudah bisa dilihat di Bali penduduknya masih percaya Karma tidak suka Jahil sama orang berlainan Agama, itu di Indramayu ada Dayak Hindu Budha yang dibubarkan sebaiknya di beri tempat di Kalimantan yang banyak Dayak nya Bikin Adat Dayak Maju menarik Parawisata tanpa diganggu Islam dan Kalimantan bisa dikenal Dunia setelah Bali dengan Tarian Dayak yang menarik dan Musik nya yang Unik, Oh..ya.. Irian untuk Agama Prasejarah Muja Mumi Jongkok sambil menari tabuh Gendang yang penuh ke MISTK kan, kalau ini dilaksanakan semua daerah jadi Parawisata Hebat mana yang paling ramai di kunjungi Touris dan menarik Adatnya dimata dunia, masing-masing berlomba bikin acara Adat yang menarik minat pendatang tamu saja atau Tourist jadi Negara ini niru Arab saja:  Irak Siah saja, Iran Suni saja, Arab Wahabi saja dll. Indonesia kan untung ada Pemerintah Pusat yang ngayomi kalau Timur tengah berdiri sendiri-sendiri, Wah.. Malang Jawa Timur lagi masuk TV dulu Ustad Roi Solat berbahasa Indonesia bikin heboh dan di sesatkan MUI di Tangkap Polisi sebab bahasa Allah hanya bahasa Arab, Allah tidak mengerti bahasa Indonesia, kini MUI Malang bikin heboh Dunia lagi dengan unjuk Gigi Meng HARAM kan film "KIAMAT 2012" kalau kemarin MUI Pusat  ngurusi Bintang Film Porno Jepang, ini sama juga ngurusi Film kalau bintang Film Jujur dan berterus terang profesi dikatakan Haram, ini film khayalan Kiamat juga Haram lau mau dibawa ke Arab zaman perang Salibkah Negara ini?, dan Sekarang agar aman lebih baik Ludrukan, Melawak, Kartoloan, Dagelanan dll di Repubik Mimpi saja Aman bisa bebas aman tanpa di sesatkan dan di Haramkan [Artikel Adji Kiroto] diterbitkan Komang Edy dan di Edit Gusti Heker 17-11-2009,-

Rabu, 11 November 2009

PERINGATAN HARI JADI MAJAPAHIT DI PURA IBU JIMBARAN

Pura Ibu Majapahit Jimbaran sejak 9 November 2009 Sibuk membuat Sesaji untuk Hari Pahlawan dimana Para Pahlawan adalah Leluhur Bangsa juga yang sudah Berjuang untuk Kemerdekaan Bangsa, Suasana Meriah disisi Lain The Soekarno Center juga mengadakan Upacara di Bali Bich Hotel 10 November Juga Bali Bich Hotel Tingkat 10 yang pertama di Indonesia ini pada Ber Kumpul Mobil mobil Tua dan Mobil yang pernah di Pakai Bung Karno Presiden Pertama dan Pendiri Republik ini, Sri Wilatikta sehabis Undangan di Soekarno Center langsung melihat-lihat Mobil Tua ini didampingi DR Gede Panitia, Juga Ibu Sukmawati Kelihatan bersalaman dengan Brahmaraja, "Jangan lupa besok..Hyang" kata Sukmawati Putri Bung Karno ini kepada Brahmaraja XI yang akrab dipanggil Hyang Surya mengigatkan 11 November besok ada Upacara di Pura Durga Mahendradata (Pura Durga Kurthi), Suasana hiruk pikuk, Brahmaraja XI di Bali Bich ini  juga ikut menyaksikan Peresmian Hak Perlindungan Intelektual, dimana Batik sudah diakui UNASCO menjadi Hak Intelektual Bangsa ini 1 Oktober yang lalu, Acara yang dihadiri Menkumdang, Dan Rektor Universitas Mahendradata sebagai ujung tombak Pelestarian dan Perlindungan Karya Intelektual agar tidak diklaim bangsa lain.


Tampak di Hotel Tua yang pernah terbakar tapi masih kokoh, Dimana sebuah kamar yang pernah ditempati Bung Karno tidak terbakar yang kini Kamar itu di Sucikan dan Menjadi Perhatian Dunia ini, Kini halamannya Hotel yang dibangun dengan pampasan Perang Jepang ini dipenuhi Mobil Mobil Bung Karno bahkan sebuah mobil Impala yang dulu untuk mengantar jemput Megawati pun ikut di pajang, Juga Mobil Hadiah Rusia kepada Bung Karno yang kacanya Anti Peluru dan mesin 10.000 cc pun bisa jalan dari Jakarta ke Bali untuk ikut Gebyar Automotip Antik ini, Tampak Solihin GP Ejabat Sesdalobang Abadi Jaman Presiden Suharto asik Ngotak ngatik Mobil Tua Bung Karno, Bob Sadino yang selalu bercelana pendek sempat pula mengejar Sukmawati yang sudah akan meninggalkan Bali Bich. 11-11  -2009  Sejak Pagi Pura Ibu Majapahit Jimbaran sudah Ramai Upacara hari Jadi Majapahit, Sesaji Terpajang di meja panjang depan Candi Ibu, Berbagai Tokoh Agama Budha , Hindu, Konghucu, Kepercyaan sedang berdoa bergantian , Pukul 12.00 Wita sudah Kelihatan Mobil Kawal dari Polda Bali di pinggir Jalan Raja Puri Gading dan ratusan Mobil pun berderet deret yang akan mengawal Raja majapahit Masa Kini untuk Berkunjung ke Pura Durga Kutri Mahendradata Blahbatuh, Setelah Panitia Upacara datang menjemput tepat Pukul 15.00 Wita Berangkat lah Brahmaraja XI Raja Abhiseka Majapahit  Masa Kini dan Rombongan  didahului Sirine Meraung raung Mobil Kawal dari Polda Bali menuju Gianyar, Tidak ada Halangan, Karena sudah diatur Lalu lintasnya sepanjang jalan agar tidak menghambat Perjalanan Rombongan Sang Raja Masa Kini ini sebab Undangan jam 16.00 tepat dimana sudah Menunggu di Pura Durga Kutri  Mahendradata Blahbatuh Gianyar ini Ibu Sukmawati Soekarnoputri, Raja Cokorda Klungkung Trah Empu Bharadah, Raja Negara Bali Gusti Arya Wedakarna Trah Raja Bali Tegeh Kori dan Pejabat Lainnya seperti Bupati, PHDI, Desa Pekraman setempat maupun Pusat. Memang Tepat lama perjalanan satu Jam pukul 16.00 Tepat Brahmaraja tiba di Blahbatuh begitu turun Mobil sepanjang jalan menuju Pura Durga Kutri sudah berjajar kiri kanan jalan Mahasiswa, Mahasiswi, Putra Putri Kampus, Teruna Teruni Bali dan masyarakat setempat menyambut kedatangan Bhatara Majapahit masa kini ini, Tak henti henti nya Pria berbaju Merah dan udeng Merah Brahma menoleh kekanan dan kiri Mengucapkan "Om Swastiastu" membalas ucapan para penyambut. Didepan Gerbang Paduraksa Yang sangat di Sucikan dan tidak sembarang Orang boleh Lewat [Pengunjung lewat Pintu samping kiri] Beberapa Pemangku Adat sudah duduk menghadap Brahmaraja dengan Sesaji Penyambutan yang digelar depan Gapura Agung, Segera Upacara Penyambutan dengan Doa dan membunyikan Bajara ditutup Upacara Sambleh dimana Brahmaraja XI Menghunus Keris nya Menerima Sesaji diteruskan Melangkahi / Ngelangkin Sesaji dan Menapak Tangga memasuki Gapura / Kori Agung Padiraksa Pura Tua sejak Jaman Prabu Udayana Ayah Airlangga ini yang didirkan 1000 tahun silam, Setelah melewati Gapura Agung Paduraksa Sakral dan Suci yang jarang dilewati Orang sembarangan ini, Brahmaraja Wilatikta XI dipimpin menuju Paseban Agung untuk Duduk bersama Cokorda Raja Klungkung dan Ibu Sukmawati Soekarnoputri. Dalam Upacara ini Brahmaraja XI memberikan Sambutan dan menjelaskan Tentang ditutupnya Pura Majapahit Trowulan Hingga Leluhur sekarang Berada di Bali dimana Beliau bisa Berkunjung ke Pura Durga Mahendradata ini bersama Pratima, dan Pusaka Pusaka Majapahit yang dibawa Pengawal Masa kini, Lebih jauh dijelaskan juga Tentang Pura Leluhur Yang Leluhur selalu ada ber Stana di Pura dengan bukti Kerauhan yang baru saja dialamai Banyak Orang ketika Upacara baik itu Odalan, Sambutan Sambleh dll Kalau Hyang Widhi Memang tidak bisa Turun Kerauhan, Karena Beliau sedang Mengatur Alam Semesta agar tidak Saling Tabrakan ini Planet,dan Manusia diatur oleh Leluhurnya. Hal inipun dibenarkan Raja Negara Bali yang juga Rektor dan DOKTOR termuda di Dunia Gusti Arya Wedakarna. Acara dilanjutkan Penyiraman Tongkat Komando Bung Karno yang didahului Pemotongan Tumpeng Upacara oleh Putri / Roh  Bung Karno Sukmawati, Brahmaraja XI atau yang panggilan Akrab nya Hyang Suryo memegang Tongkat Komando ini diatas Gentong / Payuk dan Sukmawati Menyirami denga Air Bunga dan Tangan Sukmawati selalu menggemgam Tangan Hyang Suryo agar Siraman bisa Pas Kena Pusaka Air nya tertampung di Gentong / Payuk tadi saat itu Terjadilah Kerauhan Massal Gadis Gadis pada Menari tanpa sadar / Trans mengelilingi Barahmaraja dan Brahmaraja XI pun menyiram nyiramkan Air cucuran Siraman Tongkat Komando pada yang Kerauhan, Selanjutnya Kirap Tongkat Komando TRI BHUWANA TUNGGA DEWI dibawa Sukmawati dan Brahmaraja mambawa Keris TRISADAKA Majapahit mengelilingi Candi Gedong Durga Mahendradata 11 X. yang didahului Pemangku Adat dengan membunyikan Bajra dan Kepulan Dupa serta membaca Mantra Mantra, Diteruskan Doa bersama dan Acara tarian Pendet dan Barongsai. Yang Patungnya ada 2 menjaga kiri kanan Jalan naik ke Pura, Jadi Barongsai China sudah ada sejak 1000 tahun di Bali, Yangmana diera Orde Baru 1965-2000 Barongsai dianggap adat China Komunis dan dilarang ditampilkan, Kini Barongsai Untuk pertama kali ditampilkan di Pura ini, Menghibur 2 Patung barongsai Penjaga Pura yang tidak bisa bergerak Tapi Roh nya malah Menyurupi / Ngerauhi Mahasiswa dan Mahasiswi hingga bisa Junkir Balik bahkan Menari. Tanpa cidra padahal sempat Jatuh Tenkurap di altar keras dan setelah mendapat Percikan Tirta  Para Kapeselang sadar kembali sambil ter engah engah kelelahan. Jam 18.00 Wita Brahmaraja XI meninggalkan Pura Durga Mahendradata untuk Menghadiri Upacara Hari Jadi Majapahit di Pura Ibu yang dimulai pukul 19.00 dan Dengan Pengawalan Mobil Polisi Polda Bali meluncur dengan sirine dan membuat semua minggir dan Lampu merahpun dilanggar sebab Sudah Ada Polisi di tiap Perempatan jalan yang ngatur karena Radio komunikasi Canggih jadi kalau sudah dekat baru diatur agar tidak membuat macet jalan. Tepat jam 19.00 Brahmaraja Wilatikta tiba di Tempat Upacara di Pura Ibu Majapahit Jimbaran yang suasananya sangat Sakral karena Listrik Giliran Padam jadi Upacara Memakai Lilin dan Obor Mirip Zaman Majapahit yang belum ada listrik, hadir dalam Upacara itu MR Anton Boss Hotel Aston dan Mr. Tjun Fe dan Beberapa Sepiritualis dari China.Yang sempat Mengatakan sangat Tua Pratima Durga Tangan Seibu Pura Ibu ini yang berusia Ribuan tahun dari Zaman Batu sebelum Zaman Perunggu Yang mirip di Cengdu China. [Drs. Komang Artanegara SE] Jimbaran 12-11-2009.

Senin, 09 November 2009

MASIH ADAKAH PAHLAWAN YANG SAKTI


Semua Orang sudah Tahu tentang Cerita Syeh SITI JENAR, Orang Sakti yang dikeroyok Wali Songo, Dan Rela meti demi Ambisi Sembilan Wali agar Tak Terkalahkan Agar membuktikan Ilmu Arab tetap Unggul.Siti Jenar atau lemah Abang terbukti Sakti Tak Terkalahkan Berkat Ilmu Majapahit nya, Dia tidak mengaku Allah, Maksud nya Orang harus Sejalan dengan Allah, Bila Orang di Jalan Allah tentu dalam dirinya ada Allah, Tapi Banyak Orang mengaku atas nama Allah tapi perbuatannya Nyimpang dari jalan Allah itu sendiri, dan Sampai Kapanpun kalau Islam Arab dialog dengan Ilmu Jawa pasti kalah, maka ditumpaslah Ilmu jawa sampai detik ini,

Dimana bila islam nyimpang dari arab pasti akan di tumpas. lihat TV selalu ada saja Aliran yang dituduh Sesat. Ini gara gara Orang harus Punya Agama, Lalu Orang terpaksa masuk Agama Islam sebagai Payung Hukum tidak tahunya ini hanya Jebakan untuk di Tumpas, sejak 1965-1966 Dimana Islam berhasil Mancing di air Keruh danya Peristiwa G 30 S PKI dengan Senjata menuduh Komunis Islam bisa menumpas Lawan Politiknya dengan sukses, dengan membrangus Semua Ajaran selain islam. Padahal sudah Ketahuan semua itu Kebohongan seperti Film G 30 S PKI sudah dianggap Kebohongan dan tidak diputar lagi, tapi hasil Kebohongan karena sudah mengakar, Dan memang Masyarakat sudah Bodoh pembodohan pun dilestarikan dan dibuat tidak mengerti, bahkan makin dibuat terang terangan Kebohongan diatas bangkai kebodohan.

Baiklah kita lihat di Jawa bahkan Golongan Keraton Ilmu Siti Jenar masih Eksis dianut Biarpun Ilmu Arab dengan dibantu MUI menyesatkan Aliran secara hebat tapi sulit membranras, karena biarpun kecil tapi Besar Ilmunya. ini contoh, Lalu dimana Tempat sebenarnya Siti Jenar atau Lemah Abang ini? Sampai sekarang masih Misteri, Adalah Hyang Suryo Orang aneh Bahkan ketika Meruwat Kadhiri Spanduk Penyambutan ditulis "SLAMAT DATANG HYANG BHATARA AGUNG SURYA WILATIKTA" bagi Arab hal ini tidak mendapat perhatian karena nama ini dianggap Kafir, tapi Bagi Orang Jawa dan Bali yang masih menganut Budaya Jawa yang artinya Baik dalam segala Hal kenapa?

Ambil contoh "KOK JOWOMEN LONDO IKU, KOK JOWOMWEN CHINO IKU" Orang baik dibilang Jawa, Sekarang ngaku Jawa tidak tahu adat dan masalah Jawa tapi Arab. Orang Jawa Barat pun tidak berani ngaku Jawa karena berat Kalau tidak bisa menunjukkan ke Jawa annya jadi cukup Sunda. Kembali kenapa "HYANG BHATARA atau HYANG BHATORO ditambah Agung lagi" ini nama Dewa. kalau dipikir mungkin Satu Satu nya diranah Jawa dan Agama Hindu se Dunia ada Orang namanya Hyang Bhatara, dan lebih aneh Lagi nama ini biasa lagi di Kadhiri, Solo, Jogja dan di DUNIA Hindu maupun Islam Kejawen bukan Arab.

Jadi memang kalau dipikir cukup aneh juga. Yapi ini justru Inilah kebanggaan Majapahit masih punya Bhatara Majapahit. Jaman dahulu atau Majapahit istilah Bhatara itu biasa seperti Bhtara Kadhiri, Bhatari Daha, Bhatara Kahuripan, Bhatara Jenggala dll dan istilah ini hilang setelah Islam berhasil menumpas Majapahit yang mengharamkan istilah Dewa yang dianggap setan / musrik sebab menyekutukan Setan dengan Allah itu sirik dan Neraka Jahanam ganjarannya itu kata kitab Arab Quran yang baru ada 1500 tahun yang lalulah kurang lebih nya,Dimana kitab ini Sukses berkat Bisa Menumpas lawan, Pertama Sukses Menumpas Kristen Jesus di wilayah Timur Tengah dimana Jesus dikenal. Di Nusantara hanya sukses Menumpas Majapahit Trowulan pusat simbol Pemerintahan Nusantara kemudian dihambat Kristen Belanda yang yang diasal pusat Kristen Porak Poranda oleh Islam semua Gereja sudah dijadikan Masjit islam.

Dan Barulah 1965 Islam bisa menguasai Nusantara dengan berhasil menumpas Lawan lawan Politik nya dengan senjata tuduhan "KOMUNIS TIDAK BER TUHAN" siapaun yang di Cap Komunis barhak di Bunuh sampai Akar Akar nya. Inilah Kemenangan Telak Islam. Dengan menumpas adat Jawa dan China atau Siwa Budha, hingga di pedesaan benar benar dikuasai, dan tidak ada ruang gerak bagi Aliran / Agama Lain, mereka mengawasi dengan ketat dan Menumpasnya. Dan hanya satu yang lolos Hyang Bhatara Agung Surya Wilatikta atau yang berabiseka Sri Wilatikta Brahmaraja XI ini nyata, Tempat Leluhur Majapahit tetap utuh sampai sekarang, dan Hanya di Tutup. Karena Orang sudah mulai Pandai dan Mengerti perlu dibuka Rahasia leluhur Majapahit dan ilmu Ilmu nya yang memang dimusuhi Arab, karena kalau ilmu ini Lestari Arab tidak bisa menipu mangkanya Orang sakti Harus di Tumpas habis agar Kibulan jalan. Contoh 1965-1966 secara Terselubung disinilah juga Orang Sakti dihabiskan denga Tuduhan Komunis / PKI untuk bukti banyak cerita tercecer Orang sampai diseret mobil, dimasukkan Drum dan dilas, itu di Gemeh Denpasar ada Mangku dulu sulit dibunuh alkhirnya menyerah dan mau mati juga Mangku Gemeh punya anak Perempuan 1965 usianya 16 tahunan kurang lebih, Dahulu pasti Seorang mangku Sakti punya Andalan entah Lontar atau apapun Ilmu mudah mudah an Anak Mangku ini mewarisi dan bisa di Lestarikan.

Kenapa kok Mangku yang tugasnya Spiritual dan yang Sakti harus di BUNUH ? yang Ironis di Jawa Orang Kejawen / Pinisepuh yang jujur tidak pernah Usil sama Orang pun harus di TUMPAS kenapa ? sampai ada Orang masa kini yang melihat sendiri bahkan bertanya ke Hyang Suryo ini Orang sering main ke Pusat Informasi Hyang Suryo di Trowulan dan ini Orang Trowulan bercerita bahwa ada Orang Saptodarmo yang tidak pernah usil, bahkan Orang nya baik kenapa harus di bunuh?

Dari sini jelas bahwa Islam takut ajaran Jawa yang baik akan lestari menghambat penyebaran Islam. ini hari Pahlawan 10 November Pahlawan Sejati sudah pada habis satu persatu jadi generasi 45 tentunya ya ada tapi kan pikun dan dianggap kurang pendidikan, kini yang muncul Pahlawan Alvatarz yang tidak mengerti bahkan menghina adat sendiri, tapi tetap kita beri kesempatan Pemuda kita yang brilian ini untuk ikut menyebarkan adat Pujaannya, dan itu sebenarnya kecil tapi nama nya orang tertumpas juga kita harus kasihan, berilah harga diri kita ikutkan namanya disini, Karena ingin terlibat tapi dengan cara nya yang sok Jagoan ini bagus juga Pemuda yang ingin hebat kita harus bangga dengan semangatnya dengan trik menjatuhkan Orang terkenal agar dirinya dikenal juga. Kembali ke Sakti Banyak cerita Siti Jenar jaman Majapahit akhir biarpun ditumpas tapi Ilmunya tetap Abadi bahkan tetap dipelajari diam diam, Dan tempat Padepok'an ternyata sudah ketemu dan Yang tahu justru Hyang Suryo, menurutnya sulit dicapai melalui 7 sungai jembatan sesek / gedek Motor bisa mencapai, dari Dialog dengan Beliau , Eyang Lemah Abang ini tidak mau tempat nya diketahui nanti akan dibuat Tambar / Leteh oleh Islam Arab, Memang masuk akal ternyata tempatnya tidak jauh dari Majapahit, dan Orang malah mencari di Jawa Tengah sampai Cirebon ini Keliru, Karena Eyang Siti Jenar ini memang di undang ke Demak tapi tidak mau datang dan tempat nya sangat jauh dari Demak. Hyang Bhatoro Agung ketemu Siti Jenar ketika di Candi daerah Malang dan memberitahu Padepok'annya Tanahnya memang merah padahal daerah Majapahit termasuk jarang / Langka Tanah Merah. Dahulu Hyang Suryo tidak tertarik dengan Polemik Siti Jenar berada, Tapi tidak sengaja bertemu karena hanya kesamaan Ilmu saja, sebetulnya Siti Jenar bukan Islam tapi karena Agama ini harus di anut yang terpaksa di anut juga demi Persahabatan dengan para Wali, Setelah Wali berkuasa lalu di Panggil agar bisa digunakan sarana menarik Umat tapi ditolak. Seperti sekarang pun banyak Karena tidak punya Payung jadi mengaku Islam, tapi menyimpang dari Arab ingin menggabungkan Jawa dengan Islam agar baik tapi arab tidak mau harus sesuai Quran dan Hadist, tidak bisa digabung Jawa yang musrik inilah persoalannya akhirnya ya itu tadi dianggap Sesat, untuk itu Kejawen harus berani sekali lagi Berani bikin Payung sendiri, ambil Contoh Konghucu sudah diakui, karena punya Nabi dan Kitab, Sebaiknya kalau punya Panutan dan Buku Ajukan juga ke Pemerintah kumpulkan Aliran Aliran Kejawen itu dan bersatu mengadakan Pertemuan lepas Ambisi Pribadi dan merasa benar sendiri jangan mengadopsi Kitab Arab agar tidak disesatkan, Kitab Kuna kita banyak kalau mau cari di Gedung Lontar Kertiya Musium Buleleng bahkan kitab Sutasoma pun ada disana.Inilah Saran agar tidak DIPANGGIL dan DIBUBAR kan Pemanggilan ini sudah Sejak 500 tahun yang lalu Yang dipanggil Pertama Oleh Pemerintahan Islam ya Syeh Siti Jenar akhirnya harus rela di Bunuh, sampai detik ini pun ya terus DIPANGGIL Bubar apa tutup apa Hancur, Karena ilmu ini membahayakan Kitab Terakhir Quran.

Menurut Siti Jenar Tuhan ada diurat Leher jadi Tuhan ada dalam diri Sendiri, ini diplesetkan ngaku dirinya Allah dan harus di Tumpas, Nanti Kyai bisa tidak laku kalau semua ngerti, contoh Malaikat menyalakan Dupa agar Permintaan Doa Orang Orang saleh naik bersama asap Dupa kehadirat Allah, inipun harus ditumpas dan tidak boleh disiarkan nanti Umat nya bisa Langsung ke Allah Pimpinan Islam tidak laku, Dia tidak mencontoh bahwa tiap Orang ada bakat dan tugas nya sendiri sebdiri, dianggap semua sama inilah kebodohan hanya keserakahan diri yang diutamakan tapi mereka menang di negri ini biarpun main kasar, Lihat Budha tidak menarik umat, bahkan parah ajarannya Tidak Boleh Makan Daging / Vegetarian mengajarkan Kasih, Toh Orang tetap tertarik untung China kuat tidak di Tumpas Islam, hingga tetap melestarikan itu VCD VCD Mantra Buda / Kwan Im / Konghucu kini banyak beredar, Dulu China dituduh Islam sebagai Komunis Tidak Ber Tuhan, kini terbukti Vihara / Klenteng di China Lestari Patung Patung Budha, Kwan Im dan dewa Dewi masih bisa dilihat dan utuh, disini?

Patung Budha dan dewa Dewi pada hilang kepalanya.Ini berkat Ajaran Islam memang Berhala harus di Hancurkan. Baiklah kita buka Ilmu Jawa Dulur Papat Lima Pancer istilah ini tiap orang sudah tahu, yaitu Kakang Kawah, Adi Ari ari, Geteh dan Puser.ini mirip cerita koma. Kelahiran kita berbarengan Kakang kawah atau Air, Adik Ari Ari, Darah /Getih dan Pusar tempat saluran makan. Inilah Saudara kita yang bareng dilahirkan, Contoh adat Jawa Ari Ari dimasukkan Kendil di beri Buku, Pulpen alat sekolah biar Pandai di larung di Sungai / Laut, dari penyelidikan 1980 an yang melakukan adat ini justru banyak Etnis China dan Jawa Ningrat sianak memang Pandai sekarang ini yang Orang Tuanya memakai adat ini, Mengenai Orang kecil yang memang sudah tidak mengerti Adat ya kita maklum sudah beberapa turunan Sengsara dan didoktrinasi adat Arab, jangankan adat, Tanah Air saja tidak ngerti, mati pun siap untuk Arab dan memang mereka digunakan untuk Pengantin Nge Bom, Pasukan numpas bangsa ini.Dan ini akan berjalan terus karena Ilmu Jawa sudah tidak mungkin diterima karena Doktrinasi tidak boleh Menyekutukan Setan dengan Allah.

Dan apapun Ruang gerak Jawa sudah tertutup Mereka islam menguasai Media cetak dan TV, jangan mimpi bisa tampil kalau tidak Pakai acuan kitab import, akhirnya dengan adanya Kebuntuan Muncul Alvatarz Alvatarz yang ingin tampil karena buntu cari jalan pintas menjelekkan Orang Terkenal biar ditanggapi. Sebenarnya ya kasihan Pemuda kita mereka ingin Jadi Orang Hebat dengan cara mempelajari Kehebatan Orang Luar, "Gajah didepan mata tidak kelihatan, Kuman sebrang Lautan Nampak jelas" Ilmu dalam Negri demikian Hebat nya Malah ilmu Luar yang hanya janji kosong utuk umum bukan pribadi dibilang Hebat malah di pribadikan untuk gebug Orang ini lucu, tapi biarlah memang tiap orang punya cara mencari Kehebatan diri dengan menjatuhkan Orang tanpa melihat siapa yang dijatuhkan, inilah Hebat nya Pemuda masa kini cukup bermodal Ilmiah dan lebel Mahasiswa, tanpa dibarengi Lelaku yang memadai jadi hanya pinter Ngomong. Contoh Jesus sampai dibarengi Bertapa 40 hari 40 malam bisa bertemu Iblis 3 X tidak ada yang berpikir makna ini, Akhirnya Mati di Kayu Salib butuh waktu Ratusan tahun baru Sukses Ajarannya, baru Sukses sudah di Tumpas Ajaran Baru Islam. Konghucu pun ketika Mati merasa penuh kegagalan baru 100 tahun kemudian baru berhasil diakui Ajarannya, ini untung tidak ada yang Numpas Lestari hingga kini dan bisa menerima adopsi Aliran lain. Putri ketiga Raja Miao Ciang yaitu Miao San sejak Mokswa usia 17 tahun sebagai Dewi Kwan Im karena bertapa digua Kwn Im Ajarannya Sukses hingga kini menghormati yang tua Budha dan bersatu jadi perantara Budha dan Manusia dan ini Sukses hingga kini, Islam malah numpas yang tua Jesus bahkan bermusuhan sampai detik ini lalu setelah adanya Agama kok untuk Perang, Muncul Islam Perang Salib dan Kristen di Tumpas Genosida. Gara gara Tumpas menumpas ini melahirkan generasi baru Alvatarz dengan yang besar jelas kalah dengan yang kecilpun di negri ini pun sulit diterima, akhirnya berpura pura memuji Kwan Im , Sabdopalon, Budha , Jesus untuk menggebuk Orang tanpa belajar sejarahnya cukup dengan Kitab injil, Runyam akhirnya berbalik Semua dianggap salah Argumen diri nya Paling benar ini niru Trik Islam tapi ngaku Kristen akhirnya kebingungan tidak punya pegangan.

Dan Hebat nya tanpa pegangan pun berani mengeritik Orang yang pegangannya kuat seperti Hyang Suryo, cukup kita acungi jempol Pemuda yang masih Kuliah di USU ini, Mudah mudahan Ambisinya terkabul menjadi Pahlawan tapi tidak sakti. Yang dibutuhkan Bangsa ini sekarang adalah Pahlawan yang Sakti, bukan sekedar pinter ngomong, Pahlawan yang bisa menyadarkan bangsa ini dari kebodohan, Pahlawan yang bisa menunjukkan bahwa Ilmu dalam Negri masih bisa jadi Acuan, mengingat Gagal nya Ilmu Import. Islam itu import tapi kan Sukses Numpas Ilmu dalam negri dan membuat Bangsa jadi begini ini. Semoga hari Pahlawan ini bisa memunculkan Pahlawan baru yang ngerti dan sakti. [Ustad Noko Sadar]

Minggu, 08 November 2009

GANYANG MAFIA DAN KEMUNAFIKAN

EDIRORIAL HARI INI : GANYANG MAFIA DAN KEMUNAFIKAN, Aparat di gaji Negara tapi mengabdi pada Mafia dan Kemunafikan, Hebat sekali Tepuk Tangan buat Metro TV, Itu Tingkat Yang Nasional, Karena Pura Majapahit Bidangnya BUDAYA, Mari Kita Ungkap Mafia Penghancur Budaya yang dialami Rakyat Jelata. Takmir Imam Karyono, Khoirul Huda Guru SMP Islam dan Ketua Gerakan Pemua Ansor Trowulan, KH Nurhadi Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Mojokerto dan Camat mengatas namakan MUSPIKA Trowulan MENUTUP PURA MAJAPAHIT TROWULAN. ini diawali 30 September 2001 Tanggal ini disebut G30 S PKI dimana 1965-1966 Dengan Alasan Terlibat Gerakan 30 September / Partai Komunis Indonesia Yang Katanya menculik Para Jendral TNI AD dan mencungkil Mata nya, serta Memotong Kemaluan Para Jendral dan Gencar disiarkan Media, Ahirnya Jutaan Orang entah berdosa apa tidak dibunuh dengan cap tadi. Dan tiap 30 September diputar Film G 30 S PKI, Dan Belakangan 2007 Terungkap Kebohongan dengan ditemukan Visum Asli Kematian Para Jendral, Dimana Pembuat Visum di Tampil kan di semua TV, Mengakui Membuat Visum, Mengakui Tanda Tangan di Visum miliknya, Mengakui isi Visum tidak ada Pencungkilan Mata, Pemotongan Kemaluan Para Jendral. Kalau tidak Salah Bung Karno Pernah Pidato Menjelaskan Tentang Mata yang mungkin copot dalam istilah Kedokteran, mudah mudahan Dokumen Pidato ini masih ada. Kenapa kok Hal ini pembukaannya? ini kan termasuk Kemunafikan dan Mafia penipuan untuk menumpas Orang?

 Dan Film G 30 S PKI ditarik dari Peredaran dan Dinyatakan KEBOHONGAN BESAR, Jadi Ternyata Penumpasan Orang Entah Berdosa apa tidak kan Berdasarkan Kebohongan juga? Lepas Kebohongan Belakangan juga terbongkar [TV] Untuk menumpas Sukarno Presiden RI yang sangat kuat Pendukungnya, Harus Pendukung nya dulu yang di TUMPAS, Karena Bung Karno Nasionalisme nya kuat dan PEMERSATU maka Beliau bikin Persatuan "NASONAL-AGAMA-KOMUNIS" lebih dikenal NASAKOM, Lha Anehnya Komunis nya yang di TUMPAS sampai akar akarnya Bahkan di siarkan "KOMUNIS TIDAK BER TUHAN" dan Atas nama Agama Islam Maka di TUMPAS lah Orang Yang tidak ke Masjit / Tempat Ibadah Islam, Butktinya Punden Punden, Candi, Tempat Keramat dan Orang suka Nyuguh Danyang, Aliran apa saja yang Bertentangan dengan Islam di TUMPAS, Adat China, Tulisan China, Klenteng China pokok nya berbau China di Berantas, Sampai Buku Tan Khoen Swie yang berbahasa Jawa Asli pun di Bredel, juga Buku buku Bung Karno dan ajarannya Soekarnoisme di LARANG termasuk Pelajaran Nasionalisme / Cinta Tanah Air dimana kesempatan Islam adat Arab mengadakan Doktrinasi Cinta Arab kita lihat sekarang ini Kecintaan pada Arab dan kebencian Adat serta Tanah Air Sendiri. Ini besok 10 November Hari Pahlawan, Tokoh nya Era Orde Baru sempat di Tahan itu Bung Tomo, dan Banyak Pahlawan Surabaya malah nasibnya di cap PKI [Berita lokal Surabaya Post 1980 an], Bali Gubernur nya Soeteja hilang di culik sampai detik ini tidak tahu dimana Mayat nya, kembali ke Budaya Demikian Hebat nya Penumpasan Budaya dengan Kedok G 30 S PKI ini,

Kesempatan Islam menumpas Lawannya mumpung ada Kesempatan Alasan Komunis, Kitab Tan khoen Swie terbit lagi awal 2009 Membuktikan Bahwa Islam sudah 500 tahun yang lalu tepatnya 1400 Saka [1478 M] dengan judul "SIRNA ILANG KERTANING BUMI" Hilang Lenyab di telan Bumi itu Majapahit di Tumpas, Kerajaan Majapahit Trowulan di serang dan di Hancurkan, Kitab Kitab nya di Bakar, Orang nya pada lari Ke Pegunungan dan Bali. Lha Karena islam hanya 75 tahun berkuasa tidak Tuntas Penumpasannya, Datang Belanda yang menurut Prabu Jayabaya Raja Kadhiri KEBO BULE, menguasai Tanah Jawa, selama 350 Tahun Pemerintahan 'NEDERLAND INDIE" malah Melindungi Candi Candi Peninggalan Majapahit, Memugar, Menulis kembali Sejarah yang hilang, Membebaskan Buku Tan Khoen Swie, Jayabaya, Pelajaran Kejawen, Bahkan Bibel pun diterjemahkan bahasa Jawi Wetan untuk orang bisa membedakan dengan kitab islam jihad nya dan membandingkan tidak terpancang hanya Quran saja yang kebetulan tidak diterjemahkan biar orang mumet yang diterjemahkan Tumpas Kafir , Bunuh kafir halal darahnya dll pokoknya Jaman Belanda BUDAYA malah dilestarikan bahkan Belanda paling percaya Selamatan, Tumpengan suguh Danyang, Potong Kerbau kalau mulai Giling Pabrik Gula, Kerauhan, dialog dengan Roh Melalui Kerauhan / Minjam Raga dan di Bukukan karena Ilmiah bertanya Roh Masa Lalu dan minjam Raga agar suaranya bisa di dengar sebab orang sekarang tidak mengalami masa lalu dll.Ini tentu Bertentangan adat Arab islam, ini berlangsung Sampai Merdeka 1945 dibawah Bung Karno,

Dan ketika 1965-1966 Dengan Alasan G 30 S PKI tadi Islam Meneruskan Penumpasan yang berhenti, Kalau Jaman Majapahit Lari ke Gunung Gunung dan Bali, Penumpasan 1965-1966 jarang yang bisa lolos, Karena Penumpasan Juga yang di Tumpas Belum siap, mirip Jaman Majapahit, Karena Sudah Moderen dan Propaganda Media Radio sudah Canggih Penumpasan ini Berhasil, 1967 Setelah Pendukungnya habis di Tumpas Bung Karno dengan NASAKOM yang gagal ditahan dan dijatuhkan hingga Tewas masih dalam status Tahanan Republik Indonesia yang didirikannya, disini Kejayaan Islam yang sempat mandeg di Jaman Belanda, Sukses dan Menang terbukti Ijin Gereja saja tidak mungkin turun, dan banyak dipedesaan Gereja dirusak, dibakar [Klik Daptar Gereja Rusak TEMPO] Yang nyata PURA MAJAPAHIT TROWULAN dimana Orang bisa Rukun bersatu didepan Leluhur Tanpa membedakan Agama, Suku, Ras,Kepercayaan dan Merukunkan Malah di Serbu mau di Hancurkan oleh Massa Imam Karyono, Bahkan di Bom sampai penduduk sekitar disuruh Ngungsi oleh Sang Imam yang anti Persatuan Saudara Islam yang Kristen saja di Tumpas padahal sama sama nyembah Allah, Jauh sebelumnya Waktu Perayaan Ulang Tahun Dewi Kwan Im 14 Juli 2001 dimana Barongsai Pertama kali di Pertunjukkan di Trowulan ada Kerauhan "DE ENYEH MEME DINI JANI, MEME DI MERU, DI PADMASANA, BHATARA PITULAS [17] TURUN KABEH, KENGKEN IYE NGUWUKE MEME KEL MUNGGEL, NYEN SING DEMEN MEME KE NGUWUKE, NE MEME GANGGA RABIN PASUPATI, JEGEG MEME DIJAGATE, YEN NGERWEDE MURUPA BHATARI MECALING JAGAT.. UWUK GUMINE.."Kira kira artinya "JANGAN TAKUT IBU DISINI SEKARANG, IBU DI PAGODA, DI PADMASANA WISNU, DEWA 17 TURUN SEMUA, BAGAIMAN DIA MERUSAK IBU AKAN MEMOTONG / PUNGGAL, SIAPA YANG TIDAK SENANG IBU YANG MERUSAK, INI IBU GANGGA ISTRI PASUPATI, CANTIK IBU DI DUNIA INI, TAPI KALAU BERUBAH WUJUT JADI BHATARI / DEWI BERTARING JAGAT ..RUSAK DUNIA INI..."Yang Kerauhan Menari sambil menghentak kan kaki ketanah ketika menyebut "UWOK GUMINE" dan memang terasa tanah bergetar seperti gempa [Hyang Bhatoro Agung Suryo Wilatikto tenang karena Hyang Bhatara sudah bisa menerima Wisik Hyang Bhatari untuk yang tidak bisa menerima Pawisik ya dengar Kerauhan contoh Kolonel menemui DANDIM yang kolonel bisa langsung ketemu lain kalau Kopral ya tunggu dulu nanti Sersannya menyampaikan pesan Kolonel nya ilmiah kan?],

Dan ini sungguh membuat Pengunjung bingung bahkan dari Bali ada 20 Bis yang ikut mendengar, Apa maksud Meme / Ibu Gangga Turun dan memperingatkan ada Orang mau Merusak, Kebingungan ini Terjawab ketika Camat Baru di Trowulan Tiba Tiba Datang 30 September 2001 [Film G 30 S PKI masih diputar] Mulai bikin bikin bahkan memanggil ke Kantor Camat untuk menjelaskan Pura Majapahit, ini lagu lama Sudah Bosan TV Media Koran menyiarkan PEMANGGILAN, Tokoh Kepercayaan, Tokoh Kejawen, Tokoh Budaya Pokoknya yang dianti Islam dll Tamat lah Riwayat nya bila sudah di Panggil sebab Team Penghancur tentu Sudah siap [Klik Saptodarmo disana jadi satu Penghancuran Pura di Lombok, sangat mirip Camat Baru menjabat datang bersama Tokoh Agama Islam malamnya Pura di Serbu Hancur] Baru Teringat Kerauhan bulan Juli dan September Kejadian, Berbekal Percaya Kerauhan Meme Gangga tadi SRI Wilatkta Brahmaraja XI atau lebih dikenal Hyang Suryo dengan Langkah Pasti dan Tenang dengan memakai Udeng Khas Batik Lurik yang tidak pernah diganti, Baju Hitam menutupi Kaos Simbul Surya Majapahit yang Jamuren kalau di Bali Baju Hitam untuk Berkabung untuk Ngaben, kalau di Keraton Jawa malah Baju Hitam simbol Wisnu, saputpun hitam Seorang Diri Tanpa Pengawal atau Ngelurug Tanpa Bala menghadapi Panggilan, Dikecamatan sudah berkumpul Camat, Kapolsek, Danramil Pakaian Dinas Polisi dan Militer yang semuanya pakaian dinas Polisi dan Militer [ Ini yang membuat Hyang Suryo Tenang karena biasa di Mahkamah Militer / Oditurat Militer bertemu ahli Hukum Militer dan Polisi yang semuanya Sarjana Hukum Militer paling rendah Pangkat Let Kol contoh DISKUM Polda Jatim Hendro Sutanto SH, Oditur Letkol Pol Sri Moerdijati SH, DANRAMIL Trowulan pangkatnya Kapten ikut hadir],

Tokoh Tokoh Agama atara lain yang menyolok Ketua GP Ansor Khoirul Huda bak Pemilik Negara, Imam Karyono Komando Lapangan [KORLAP] Pasukan Penghancur Kafir, wah pokoknya Banyak sekali Tokoh Islam Semuanya ahli Quran dan Hadist Juga Peraturan Mentri Agama MUI yang ahli menyesatkan mereka hafal, Pembukaan Camat berkata "Sejarah Majapahit perlu di EVALUASI.." Ketika Hyang Brahmaraja XI diberi kesempatan Pura Pura Sandiwara untuk Menjelaskan dan Mereka sudah tahu dan lebih ngerti tentang Hindu, Budha, Kepercayaan pokoknya musuh Islam dan mereka tahu Jurus jurus MENUMPAS yang sudah terbukti bisa MENUMPAS selain Islam sejak 1965 , dan Terbukti SUKSES. Dengan Bekal Piteket Leluhur ya tetap di jelaskan kalau Candi Makam Leluhur, Yang milik Perbakala tidak bisa di Upacarai kan harus ijin contoh Waisak di Candi Boyolangu pun ijin, untuk tidak terus terusan ijin ya Di Rumah / Pura / Puro / Griyo /Wilatikta Pura atau Rumah Pak Wilatikta ada Tempat Leluhur nya, sesuai Adat dimana Hyang Surya tidak pernah Minta Kuburan, Keluarga mati di Bakar di Krematorium, Abunya di buang di Pantai Tuban naik Perahu sampai daratan tidak terlihat, Abu di Larung ke laut agar Sempurna yang di Bali pun sama abu di buang ke laut, Baru di Rumah di Pura / Puro yang ada Candi nya Roh dilinggihkan diikutkan di Candi Leluhur yang sudah ada jadi Candi tempat Roh Ijinnya kalau di Kota di Dinas Pemakaman di Desa tidak ada Orang ngubur bebas di Madura, Sunda Malah Orang ngubur Belakang Rumah tanpa ijin. Ini Basa basi penjelasan saja sebab pasti Hancur atau di tutup pengalaman NASIB KEPERCAYAAN yang sudah dipanggil.Ini sesuai Berita Metro TV digaji Negara mengabdi Mafia itulah Camat Trowulan digaji Negara Mengabdi Mafia penghancur Budaya. Kan Serupa Berita Metro TV ?

Benar juga 2 Oktober SERANGAN dimulai Trowulan mencekam dalam kedaan Perang telpon dari Jakarta '"Tenang dulu sudah dikoordinasikan aparat daerah untuk mengamankan " Umbul Umbul, Penjor, Papan nama Pura Majapahit dicabuti dan di Hancurkan, Mobil Mobil berkeliaran entah kawan atau lawan, Bahkan Wartawan Prancis dikawal Gadis Pribumi pun asyik mendokumen dan belakangan bertemu di Lake View Hotel saat Nyejer Pusaka 2003, Sang Wartawan cerita sangat Menegangkan dan Wartawan ini justru berada di Luar dan tahu benar situasi di luar Pura yang dikuasai Imam Karyono, bahkan ada Mahasiswa dari Bejijong cerita rumahnya dekat dengan Kolonel AU Agung Poerbajagad Yang dihancurkan dan dibakar tempat Sembahyang nya Padma Hyang Widi diawal 2000 dan Kolonel Agung tewas dimakamkan di Bong China menyusul Natal 2000 Gereja Gereja di Mojokerto pun di BOM. Penyerbuan pertama ini Belum berhasil, 5 Oktober 2001 Penyerbuan dari Sawah Belakang Pura kembali gagal Kelompok PDIP dibawah Pimpinan adiknya Sapuan Lurah Trowulan masa kini yang juga belakangan di Serbu Karyono dan Menghilang lari lewat sawah dan tidak diketahui keberadaannya[Jawa Pos 2008 ada arsipnya di Trowulan] hingga rumah Lurah kini jadi Pusat Informasi Majapahit karena rumah itu milik Hyang Suryo. Kemudian datang KAMAHMIL III-12 Surabaya makai Mobil Mazda MR Hijau MAHKAMAH MILITER Bernomor HANKAM ke Pura Majapahit bersama Istri nya kalau tidak salah Orang Bogor, kemudian bersama Hyang Suryo menghadap DANRAMIL Trowulan, disana di jelaskan Para Kiyai Takut, kalau Pura Majapahit dibiarkan 1 - 2 tahun lagi Trowulan jadi Hindu Semua, juga ini Partai ikut ikutan PKB, KH Nurhadi Ketua Praksi PKB anggota DPRD Mojokerto juga mendukung Penyerbuan Pura Majapahit, Juga Kepala Oditurat Militer III-12 Let Kol CHK Zuhamir datang ke Pura malah sekarang Beliau sudah Kepala Oditurat Militer Tinggi III wilayahnya sampai Irian,

Kembali ke Mafia Metro TV Wakil Rakyat digaji Negara mengabdi pada Mafia Penghancur Budaya terbukti, Tepuk Tangan buat Metro TV, Demikianlah situasi Penghancuran Budaya di lembaran lain sudah ada Detail nya, Singkat Cerita Setelah di Serbu, bahkan di BOM dan yang ngebom disambar Petir [Bali Kelep kelep] Penjelasan Kantor Budaya Parawisata Mojokerto Bapak Djoko, Apa ini Kerauhan Meme Gangga yang melindungi? ini ada cerita lagi Belakang Pura memang Pohon Keres nya Terbelah dua disambar Petir Tapi tetap hidup bahkan di Dokumentasi POSMO, Ada Pendeta Wanita dari China menyebutkan Bahwa yang Turun "CIN KWANG ZEN MU" Ibu Sakti Sinar Mas Kebetulan nama Klenteng Tempat Pratima Leluhur Putri dari China juga "CIN KWAN SI" Gedong Sinar Mas / Bali Gedong Ratu Mas, Jadi Pohon tidak mati kalau "SAN TIEN ZEN" yang turun atau Dewa Petir Pohon mati Kering. Kembali ke Mafia, 16 November 2001 Camat membuat Papan Pengumuman "MENUTUP BANGUNAN DILARANG RITUAL DAN KEGIATAN DALAM BENTUK APAPUN ttd MUSPIKA TROWULAN" Karena Tidak tahu ada Papan nama ini Kasihan Ada Rombongan Bali Mangkunya diseret seperti Anjing ditarik kakinya Oleh Imam Karyono ada kAPOLSEK, Camat Ketua RT Bapak Sumono, dan banyak orang malam itu yang menyaksikan Show of Force Penghancur Budaya dengan lebel Islam Terang Terangan. Juga Mangku Genden datang tidak tahu kalau ditutup sorenya segera di ungsikan ke Hotel Satelit, Benar sekitar jam 20.00 Wib Imam Karyono datang mencari Mangku untuk di bunuh bahkan menggeledah Pura melihat Mobil Mangku ada di Pura, Jadi benar Topik Metro TV hari ini "Ganyang Mafia dan Kemunafikan" apa bisa ? ya mudah mudahan Bisa kalau Rakyat Sadar seperti Ustad Noko Sadar, Nasionalisme / Cinta Tanah Air dari Bung Karno di Ajarkan kembali, dimana selama ini Islam menutup semua Buku, Ajaran Ajaran selain Islam Buku Arab di Tanam kan di Otak penduduk Pedesaan, bayang kan 49 tahun kalau dulu umur 10 tahun sekarang 59 tahun tidak tahu apa itu Nasionalisme / Cinta tanah Air, dimana mereka selama ini hanya diajarkan Cinta TANAH SUCI ARAB, hingga berduyun duyun naik Haji sambil Berjubah tinggal di Hotel AC yang Haji Plus nun disana dibawah Jembatan Bangsa kita juga tinggal jadi Gelandangan tidak bisa pulang menanti sepyuran Uang, tiap hari Peti Mayat dikirim pulang dan menjadi Tangisan Keluarga nya untuk di makamkan [Siaran TV] Ali Orang Arab ditangkap Densus 88 karena membiayai TERORIS jangan jangan uang Haji dikembalikan untuk menghancurkan negri ini?

Wah kita Membiayai Teroris dengan uang kita melalui Arab yang mungkin ini Komisi Haji untuk Teroris. Demikianlah Camat Menutup Pura Majapahit Camat di gaji Negara mengabdi Mafia Penghancur Budaya ini Metro TV lho yang bikin judul dan sama dengan di lapangan. Ya bisa juga SERUPA TAPI TAK SAMA tapi ya sama saja, silahkan Pembaca yang menilai Pura Majapahit menulis apa adanya sesuai Falsafah Islam "BERKATALAH BENAR KALAU MEMANG BENAR" Kita ulangi Camat kemudian Struk dan kurang lebih 3 tahun tidak bisa dinas dan Tewas, Ketua Fraksi PKB anggota DPRD Mojokerto menurut Joko Umbaran Pensiunan Purbakala sekarang GILA ah mosok ? "Bener Edan saiki uwonge" jawab Umbaran Tokoh Kejawen ABOGE, Khoirul Huda Guru Agama Islam Sekolah Menengah Pertama [SMP], Ketua Gerakan Pemuda Ansor Trowulan sudah di Kroyok Orang soal hutang Tebu, dan Sakit sudah di Oprasi Ginjal nya menunggu Taubat pada Allah Cerita Ibu Sumono istri Ketua RT Sumono yang disuru ngungsi karena Pura mau di BOM, Imam Karyono juga Istrinya baru Tewas Inna Lilahi Wa Inna Alaihi Rojiun , Semua Dari Tuhan dan semua kembali kepada Tuhan ini kunci ILMU yang hanya ada di Majapahit SEMUA dan SEMUA kembali ke TUHAN naa, Kalau Arab tidak semua hanya Roh kembali ke Tuhan, badan nya kok tidak kembali? busuk dialam kubur bukan?, Dan nunggu Kiamat untuk di bangkitkan lalu kapan? Kalau Majapahit Percaya MOKSWA semua kembali ke Alam Kadewatan, Kalau bisa dengan Badan Kasar kembali contoh Para Reshi Pertapa Agung dan Dewa Dewi Leluhur yang bisa memui Orang Hidup tapi tertentu, Dewi Kwan Im menampakkan diri menemui Orang tertentu termasuk Hyang Suryo, islam ada itu Nabi Kidir juga sering menemui Orang, Jesus hari ke 3 Bangkit menemui Magdalena serta murid murid nya dll, Mangkanya kalau Orang itu tidak bisa Mokswa yang hidup membantu me mokswakan dengan Ngaben, Memukur melinggihkan Roh nya di Mrajan agar menyatu dengan Leluhur di Alam Kadewatan, Pura Majapahit kan tidak Munafik kita tambahi ilmu Kasunyatan dilembaran lain ada ilmu Sangkan Paraning Dumadi disini ditambahi ilmu Arab Inna Lilahi wa inna Alaihi Rojiun tadi kata Islam / Arab Semua dari Allah dan SEMUA kembali ke Allah, disini kita tuntut kok tidak semua yang kembali?

Badan bahkan jongkok dikuburan nunggu kebangkitan ? Roh nunggu tubuh busuk hancur nunggu di Bangkitkan Allah lalu kapan Alvatarz? Sedang Kita Mokswa bersatu dengan Leluhur di Alam Kadewatan / Budaloka dalam Kitab Negarakertagama "Roh dipanggil dari Alam Budaloka untuk Upacara Srada dan Sang Leluhur Ibu Sri Paramitha Rajapatni Senang dan bisa memberikan Kejayaan pada Sang Prabu Narendra Utama selama Bulan dan Surya bersinar Karena Beliau Senang ada Narendra yang bisa Upacara Srada / Odalan untuk Dirinya" jadi ini jelas ada Alam Kadewatan dan Budhaloka untuk Ibu jadi Tempat Leluhur Bhatara Alam Kadewatan / Siwa, Alam Leluhur Bhatari Putri Budhaloka / Budha mangkanya Siwa-Budha satu Kesatuan Kitab Sutasoma yaitu Alam Leluhur. Ini bukti lagi, seperti Koma Orang tidak mati Hanya Roh Langgeng belum keluar, Sukma Luhur Sukma Wisesa Sukma Lumbara sudah pergi, Marahlah Tubuh dan Sukma Langgeng "Hei kenapa aku ditinggal? kita lahir sama sama, Kan Semua kalau Kembali ? jangan aku ditinggal kita harus sama sama" akhirnya Sukma kembali semua..dan Sadarlah Orang Koma tadi, Dokter bilang Koma bisa sembuh dan Sang Dokter pun gembira telah menjaga tubuh dengan infus Makanan hingga bila Roh kembali bisa diterima tubuh yang kuat karena di pelihara dan dijaga dirumah sakit dengan di infus. Sikoma lalu cerita pengalaman memasuki Lorong ketemu Orang Suci lalu diusir kamu belum waktunya karena ada yang Ketinggalan yaitu Sukma Langgeng masih ditubuh yang sehat, akhir nya Roh Roh ini pulang kembali ke tubuhnya dan hidup lagi, ini contoh saja tentang Ilmu Mokswa silahkan di telaah, pikir pelan pelan dengan jernih baca kembali Lembar Sangkan Paraning Dumadi, Adat Bali Justru Durga adalah Alam Kematian / Pura Dalem Prajapati [maaf untuk ilmu Alvatarz tidak nyambung belum lulus DOKTOR kitab Weda, Sutra, Tao Tek Keng, Siwa Adigama,Siwa Sumedang, Geguritan Wingit Majapahit, Sangkan Paraning Dumadi dll], mangkanya Kalau Muja Durga itu Harjuna di Bawadgita disuruh Kresna, agar Selamat di Medan Kurusetra Pujalah Durga dan Harjuna pun Selamat setelah muja Durga, Ibu Adalah yang melahirkan kita Mangkanya Ibu di Manivestasikan DURGA Penguasa Alam Kematian / Roh Juga Manivestasi yaitu Ibu Mahendradata Ibunda Prabu Airlangga Kawitan Jawa Bali juga dimanivestasikan DURGA yang Pratima nya Pura Ibu Majapahit sering di pinjam Rektor Univessitas Tertua di Nusatenggara MAHENDRADATA bukti ilmiah yang patut direnungkan dalam Ganyang Mafia dan Kemunafikan Versi Metro TV. Jimbaran 9-11-2009 oleh Pakar Pakar Mokswa Majapahit yang tergabung dalam UNIVERSITAS MAHENDRADATA yang percaya Dewi Durga, Nyata bukan? Tambahan di Forum Studi Majapahit dalam Dewan Penasihat ada Prof DR Putra Agung Pakar Sejarah dari Unversitas Udayana dan Sri Wilatikta Brahmaraja XI Pura Majapahit, Lagi dalam The Majapahit Center Universitas Mahendradata Dewan Penasihat DR Gusti Arya Wedakarna Rektor Universitas Mahendradata dan Brahmaraja Wikatikta XI yang terkenal dengan nama Hyang Surya dan masih banyak lagi. Bukan apa apa hanya bicara Nyata untuk Alvatarz kan numpang beken masih Mahasiswa USU sudah menjelek jelekkan Hyang Suryo yang berabhiseka Sri Wilatikata Brahmaraja XI Alvatarz jauh bukan Tandingan Hyang Suryo {Team Pakar The Majapahit Center, The Sukarno Center, Forum studi Majapahit, Universitas Mahendradata, Word Hindu Youth Organization dll kalau tidak salah 800 Organisasi diseluruh Dunia} Bali 0-11-2009 [ Ditulis dan di terbitkan GRP PRAWIRO DIPOERO Ketua Forum Kebangkitan SIWA_BUDHA MAJAPAHIT Universitas Mahendradata Jl. Ken Arok 10-12 Denpasar Bali] Bali 9 November 2009.