Hari ini 11-11-2009 METRO TV dan TV ONE PAGI NEWS : Kembali Mengungkap Rekayasa HUKUM dan Murid Jesus MARKUS jadi terkenal maksudnya Makalar Kasus, Markus adalah Saksi Riwayat Jesus, Makelar Kasus juga Saksi Rekayasa Hukum. Baiklah TV bisa ditonton, Tapi ada urusan TERKECIL kasus Penutupan Pura Majapahit Trowulan, tapi GAUNG nya TERBESAR karena menyangkut MAJAPAHIT, sudah dijelaskan Kalau Pimpinan Organisasi Berbau Kepercayaan Ritual di Panggil maka TAMAT lah riwayatnya. Kolonel AU Agung Poerbajagad Hancur Lebur Rumah dan Tempat Rutual nya awal 2000. Tunggul Manik Punden Zaman Majapahit Hancur Rata Tanah 9-9-1999 jam 9 Pagi. Ini Hanya di Trowulan. Tidak usah keluar dulu. Gereja Gerja Hancur di BOM 25-12-2000. Kenapa pura MAJAPAHIT tetap aman? dan di TUTUP MUSPIKA, Awal 30 September 2001 Camat yang Baru saja Menjabat, didampingi KAPOLSEK dan DANRAMIL atau MUSPIKA sudah datang ini Gawat. MUSPIKA adalah Camat Penguasa Wilayah Trowulan, Kepala Polisi Sektor Polisi Trowulan dan Komandan Rayon Militer Trowulan. Tiga Penguasa ini adalah yang menentukan Hancur nya atau di Tutup saja Pura Majapahit Trowulan dengan segala rekayasa Peraturan Tempat Ibadah selain Islam yang memang harus dipersulit, Sebenar nya Mereka hanya tidak tahu atau pura pura tidak tahu saja siapa Hyang Surya Wilatikta / Hyang Bhatoro Agung Suryo Wilatikto atau Raja Abiseka Majapahit dengan gelar Sri Wilatikta Brahmaraja XI, dan Memang Hyang Suryo tidak pernah Datang atau berhubungan dengan MUSPIKA karena di Trowulan sebelumnya tidak ada Masalah apapun dengan Camat Lama Terdahulu sampai ganti berganti bahkan ada Camat yang pernah kos disalah satu Kamar Rumah Hyang Suryo [Istri Sang Camat yang akhirnya malah jadi Bupati malah sering datang ngobrol dengan Hyang Suryo], dan Hyang Suryo pun sebagai Orang Terkecil dan hanya kumpul Rakyat terkecil seperti Orang bikin Bata, Warung Bedek, Buruh Macul / Preman pokoknya Beliau terkenal sekali untuk golongan Orang Terkecil bahkan ada Tukang Macul / Preman yang sering membelikan Hyang Suryo Nasi Jagung 300 rupiahan [1997] lauk nya Krau dan sebiji Ikan Teri untuk Peyek nya inilah Orang Terkecil pun begitu Cinta nya Pada Raja Majapahit yang tidak bekerja menurut pikirannya yang malu sampai melihat Raja nya kerja cari uang untuk makan jadi Orang Terkecil ini pikirannya sangat sederhana Menjaga Wibawa Raja nya agar tidak sampai kurang makan, bila ada Tamu bermobil datang Orang Terkecil merasa senang Pikirnya Raja nya dibelikan Nasi Kotak, padahal yang datang Orang Bangkrut minta Do'a agar diberi Jalan oleh Leluhur jadi tidak bisa bawa Nasi Kotak nunggu kalau sukses baru bisa bawa Nasi Restaurant. Disamping Tamu Terkecil Tapi Tamu nya malah ada yang bisa bisa di bilang Terbesar seperti Pengusaha Aktif yang peduli dengan Pelestarian Budaya, Dan kalau Tamu Militer malah dari Kopral sampai Jendral kalu sipil dari tukang sapu sampai Presiden rakyat dari Cak sampai Gus Tokoh Agama semua Agama dan Kepercayaan sering datang, pokoknya Orang Orang Besar bahkan Pendeta yang Muput Upacara di Pura Majapahit ini adalah Pendeta Terbesar Yaitu Ida Pedanda Made Gungung yang setelah Muput di Trowulan Beliau SATU SATU NYA PENDETA HINDU YANG DITEMUI PRESIDEN SUPER POWER AMERIKA GEORGE BUSH. Menghapi MUSPIKA Tiga Komponen, Camat yang Sipil, Kepolosian dan Militer harus semua bisa dihadapi sesuai Bidangnya Untuk Militer Hyang Suryo bersama Made Sudarsana SH M.hum dari Universitas 18-8-45 Surabaya sebagai Team Pengacara Langsung Koordinasi Dengan MAHKAMAH MILITER dan ODITURAT MILITER wilayah III, dikantornya Jl, Mayor Jendral Soengkono Surabaya, Waktu itu sempat Rapat dengan Kepala Oditurat Militer Tinggi III bahkan sambil bergurau tentang Hukum dimana untuk mencegah Militer ikut campur, Hingga Kepala Mahkamah Militer III-12 datang ke Pura Majapahit Trowulan menemui Komandan Rayon Militer Trowulan dan mendapatkan Informasi Tentang Dalang Dalang Siapa saja dan apa tujuannya Menyerbu dan Menutup Pura Leluhur Majapahit yang dihormati Dunia dan Simbul dasar Negara Pancasila. Mayor Chk. Komang dari MAHMILTI III sering di Pura Majapahit Trowulan memantau kalau ada Gerakan Oknum Militer yang ikut campur dan membikin Runyam Leluhur Majapahit yang banyak dipercaya Pejabat Negri ini. Bahkan Hyang Suryo yang tinggal di Hotel Satelit karena di Tutup dan daripada nganggur mulai Latihan Menembak di Lapangan KOMANDO DAERAH MILITER BRAWIJAYA merangkap Kantor PERBAKIN Jawa Timur Beliau Termasuk Gemar Menembak sejak 1963 Teman Nembak Beliau antara lain Kapten KKO Gento Soegito [belakangan Departemen Perhubungan di Bali pangkat Kolonel], Djoko Rahardjo [belakangan Laksa Mahmilgung Brig Jen] dari MAHMIL 1980 an Diskum Polda Jatim Hendro Sutanto Oditur Polda Jatim Letkol Pol Sri Moerdijati SH Kapoltabes Surabaya Kol. Bimantoro, Anton Soedjarwo dll bahkan Murid Beliau Juara Nembak Asia apalagi Gurunya? Brahmaraja XI bahkan ditelpon PERBAKIN kalau KTA PERBAKIN nya yang baru sudah selesai Oktober 2009 ini dan belum sempat ngambil karena Kesibukan Beliau Odalan di Bali, sedangkan Provost polda Jatim Suprayogi SH yang juga Kepala Persenjataan Polda yang Pejabat PERBAKIN ingin agar latihan di Polda saja kan sudah punya lapangan Tembak sendiri agar bisa Hubungan dekat dengan POLDA JATIM.Jadi dari Militer sudah aman, Polisi pun aman tinggal Camat dan dihadapi Team Pengacara Universitas 17-8-45. Demikianlah cara segi Ilmiah dan Hukum menghadapi Serangan Mafia Penghancur Budaya. Mengenai Ketua Fraksi PKB Anggota DPRD Mojokerto inipun bisa dihadapi sebab Hyang Suryo pun Ketua DPP Partai Budaya Bangsa Nusantara Keraton Suryodiningratan Jogja yang terdaftar di BAKESBANG JAWA TIMUR dan Mojokerto jadi KH Nurhadi cukup dihadapi Ketua DPD Jatim Drs Djoko Soejono Dosen Pancasila, Jadi Semua sudah prosedur tiap bidang ada yang menangani, Ini diungkap karena sudah berjalan agar tidak membuat Orang Ilmiah bertanya tanya terus "'Kekuatan Apa dibalik Pura Majapahit Trowulan" disamping KERAUHAN MEME GANGGA yang Irasional Tapi Golongan Sepiritualis Percaya sekali Kerauhan ini ikut Andil dalam Alam Niskala seperti Petir menyambar pe ngebom, sebab biarpun Niskala Kuat bila Sekala tidak ada tentu tidak Jalan, Orang Pintar kalau ngomomg Gampang Gaib Ilmiah Seimbang tapi kan cuma Ngomong? Spiritual dan Kuliah harus imbang, Untuk itu Pura Majapahit pun mengungkap agar Masyarakat tahu Bagaimana Kiprah serta Setrategi Sri Wilatikta Brahmaraja XI karena Raja Majapahit tidak ada maka sesuai Pengalaman masa lalu dimana Pura Wilatikta Trowulan diserang Tentara Demak pimpinan Raden Patah dan Majapahit Hancur Raja Brawijaya tidak diketahui keberadaannya, Maka naiklah Sri Wilatikta Brahmaraja V Raja Kadhiri menjadi Raja Pura Wilatita Pusat yang dipindah Kadhiri seperti Zaman Bung Karno Ibukota pernah di Jogja ketika Jakarta diduduki Belanda, ini sekarang hanya ada dalam Budaya Majapahit Masa Kini yang fungsinya hanya Simbol saja agar Majapahit tetap ada dan nyata, Trowulan tutup Odalan pindah Bali karena Bali Ahli Odalan dan Kadhri bisa di Ruwat kan Bali ikut juga Ngeruwat. Dan Hingga kini sebetulnya tidak ada Masalah hanya Pura Majapahit Menghormati saja Karena yang Nutup adalah atas Nama ISLAM dan MUSPIKA karena se AGAMA dan se IMAN ya begini, Harus nya MUSPIKA memakai Keputusan Pengadilan Menutup Pura Majapahit tapi rumit juga Muspika tidak urusan Pengadilan dengan Pura Majapahit dasarnya apa ke Pengadilan?, ya karena sudah biasa tidak usah Pengadilan Para Pakar Ritual biasanya dianggap Buta Hukum cukup di Panggil dan di Hancurkan beres, kan Hukum Arab Tertinggi? untuk menyenangkan Islam Arab yang anti Budaya ya harus dikorbankan to Adat Sendiri yang Kafir, ini akibat pengalaman 1965-1966 di mana Hukum adalah Pedang Islam, lha Sekarang ? Kan selalu digembar gemborkan "HUKUM ADALAH PANGLIMA" lha Pura Majapahit memakai Hukum juga sebagai PANGLIMA tapi bertahan dengan Panglima Hukum, Untuk menghormati Imam Takmir Karyono, Khoirul Huda Guru Agama Islam Ketua GP Ansor, Yang Terhormat dan Orang Terhormat Wakil Rakyat Islam KH Nurhadi Ketua Fraksi PKB Anggota DPRD Mojokerto dan juga MUSPIKA Trowulan yang ngerti Hukum tapi tidak tahu siapa yang dihadapi dan berdasarkan pengalaman 500 tahun yang lalu Syeh Siti Jenar Yang dituduh sesat di Panggil Penguasa Demak dan di Penggal oleh Wali Songo,dan 1965-1966 yang lalu Juga Orang yang tidak ke Masjit di Tumpas sampai Akar Akarnya dengan tuduhan Komunis Tidak ber Tuhan, Kalau menghadapi para Kafir Majapahit Pasti Hancur kalau di Gebuk Islam Agama Penguasa yang kebal Hukum Apapun sejak Dahulu Kala bahkan Hukum Internasional saja dilanggar apalagi RI contoh WTC Amerika porak poranda ini memberi Semangat Teroris di Indonesia kemarin Mariot meledak, Bali 2X di BOM dll, Hyang Bhatara Agung Surya Wilatikta Raja Abhiseka Majapahit Masa Kini ikut pura pura Mlongo tidak mengerti HUKUM biar dianggap Tolol padahal Nolol tapi siap menghadapi Hukum ternyata pihak Imam Karyono pun Buta Hukum tahu nya selain Islam Kafir harus di Hancurkan sesuai Quran dan Hadist, Bagaimana lagi ini ? Hukum dimata Orang buta hukum yang ngertinya Quran Hadist dan Hukum pun takut karena Hamba Hukum nya se AGAMA dan se IMAN ISLAM yang HUKUM akhirnya tidak jalan karena Sungkan dengan Agama Islam yang teman kencan Numpas Kafir, Pihak Camat mau main Hukum pada Pura Majapahit tidak ADA DASAR HUKUM NYA, mengandalkan 'BIASANYA" kalau dihancurkan Tidak Ada Hukum nya Karena Korban pun Buta Hukum dan Muspika tutup mata atau keja sama Walahualam Risiko pada Allah tapi itu kan Dahulu? Tapi Sekarang pun Ustad Roi Solat berbahasa Indonesia ditangkap atas dasar Fatwa Sesat MUI, juga Sadek dihukum 4 tahun Melecehkan Islam ngaku trima Wahyu sampai Pertapaan Tempat dapat Wahyu Iblis apa Allah? di Gunung Salak dihancurkan Habib Arab dan Pasukannya [TV] Yang untung Jesus Pertapaannya tidak dihancurkan bahkan lebih sesat bisa ketemu iblis 3 X lagi menurut Islam yang lahir 600 tahun kemudian dikatakan sesat / Kafir dan Kristen pun di Tumpas Gereja Gereja Jesus dijadikan Masjit, Lia Eden pun Melecehkan islam ngaku dapat Wahyu Jibril, Lalu Hyang Suryo kapan melecehkan Islam? Rektor Universitas Darul Ullum Gus Lukman saja teman baik Hyang Suryo dan tidak pernah merasa dilecehkan bahkan Mengadakan Lomba barongsai Tingkat Nasional [Sekarang Rektor UNDAR malah Gus Dur Mantan Presiden RI] Ya sebetulnya tidak ada masalah, Tapi karena Takmir Karyono tidak mengerti HUKUM RI, Acuannya HUKUM ARAB Quran dan Hadist bagaimana lagi? Aparat RI pun sangat takut HUKUM ARAB karena se AGAMA dan SE IMAN ISLAM, ya kalau di Jakarta Banyak Setasiun TV lalu diungkap, Lha ini di Desa Yang dikuasai Orang Jawa Otak Arab 1965-1966 dimana bebas NUMPAS KAFIR yang bukan ISLAM dan memang berhasil menumpas Jutaan Orang non Islam tidak diberi tahu Kalau G 30 S PKI itu kebohongan Besar Film nya sudah tidak diputar Mereka tetap merasa Benar, bahkan Membrangus adat China dan Jawa atau adat Majapahit, juga berhasil Menumpas para Pengikut Bung Karno Pendiri RI Penggali Dasar Negara RI PANCASILA yang bertentengan dengan Sariat Islam, yang tidak kenal Persatuan dan Kerukunan contoh Kristen saja di TUMPAS habis di Timur Tengah [Perang Salib] dan di Indonesia 1965-1966, sampai di Indonesia Bikin Gereja saja tidak bisa, ijin tidak diturunkan, Kristen mau sembahyang di RUKO diserbu Habib dan dihancurkan [An TV] padahal Islam Kristen Saudara dibawah Lindungan AAllah, itu Mahasiswa Theologi Kristen sampai hari ini Demo mulutnya di JAHIT [TV News Hari ini] memangnya ada yang simpati? di bekas gedung Walikota Jakarta Barat mereka tiduran sambil mulut dijahit nuntut nasib yang Kampusnya Hancur, malah Alvatarz Kristen Mahasiswa USU tidak MEMBELA SIBUK NGURUSI DAN MEN JELEK JELEK KAN HYANG SURYO gimana ini Mahasiswa USU yang bernama Alvatarz? Berkaryalah untuk Kebaikan! jangan pinter Ngomomg doang minfitnah orang, Padahal Blog Pancasila Majapahit ini menyiarkan Penderitaan mereka Mahasiswa Kristen ber ulang ulang.Pemerintah lagi sibuk dengan MARKUS jadi berita Jahit Mulut Mahasiswa Theologi Kristen tidak kelihatan, Pemerintah pun ikut Diam seolah mulutnya dijahit. Ya inilah di tingkat Nasional HUKUM pun direkayasa MAFIA, di Tingkat Bawah HUKUM pun di rekayasa Mafia Penghancur budaya, Kalau Ebit sih main gampang suru tanya pada "RUMPUT YANG BERGOYANG" jadi inilah Bukti Kemengertian HUKUM Sri Wilatikta Barahmaraja XI atau lebih dikenal Hyang Suryo ejaan jawa Eyang Suryo Hyang dibaca Eyang, Haji dibaca Aji huruf hidup. Mangkanya Alvatarz nulisnya Kiai Haji Hyang Suryo, mengapa dipercaya? jawaban Heker Siapa suru percaya? Hyang Suryo tidak pernah teriak teriak HE Alvatarz PERCAYALAH SAYA !!! Hyang Suryo Cari Pusaka bawah laut ? Memang dulu Pusaka Hyang Suryo yang patah di Larung ke Laut ini Adat Keraton Solo, malah banyak yang menyelam dilaut termasuk Taufik cs Nyewa Perahu Nyelam pakai Tabung C o2 mirip tukang las, Taufik ahli Pusaka ketika ditanya untuk apa Nyelam cari Pusaka ? "Wah peksinya di Las [Tabung Gas C O2 tadi Dwi Fungsi untuk nyelam dan nge Las] lagi masih mahal harganya kan Tua dan Antik" demikan kata Taufik dengan memperbaiki Pusaka Hyang Suryo yang di Larung karena Patah, masih bisa mendulang Jutaan Rupiah bila disambung Las dan Utuh Lagi, Padahal Hyang Suryo pernah ke Tukang Las Ngelas Tombak patah ketka kena api Las Tombak nya Loncat akhirnya Tukang Las nya Takut dan Untung tidak kena Tombak yang loncat dan tetap di Larung saja itu Tombak yang Patah, akhirnya Taufik yang ahli cari Pusaka di Laut dengan menyelam ditanya kok bisa ngelas Tombak "Ow itu ada Cara nya saya kan Turunan Empu dan banyak belajar di Pabrik Keris di Madura ada Do'a nya tapi rahasia" jawabnya enteng, ya inilah Pusaka, Rusak pun masih laku di jual. Mungkin maksud Alvatarz si Taufik ya ? [Team Pakar Pura Majapahit ada DOKTOR nya lho] Bali 11-11-2009. Tambahan Hyang Suryo ketika ditutup ada Intel Islam tanya "Bagaimana Setrategi Hyang Suryo?" dijawab dengan enteng oleh Raja Majapahit Masa Kini ' Lho, Strategi itu tidak bisa diungkap, nanti kalau semua sudah beres baru bisa diungkap, kalau Strategi di Ungkap namanya bukan Strategi, Orang perang Ngumpul di Alun Alun lalu teriak HEE musuh ini aku silahkan Tembak, wah ini goblog namanya" Indonesia terlalu Banyak mengungkap Rahasia Militer seperti Alusita anggaran minim, Tank ALRI buatan 1060 an, Pesawat nya kuno dll ini membuat Lawan tahu dan melecehkan, Dulu waktu Bung Karno "Kita punya ATOM saudara saudara, HE Nekolim mana dadamu ini dadaku!"Padahal zaman Orde Baru diungkap di Koran Roket Atom nya cuma Kelontongan, Biar Kelontongan Dunia Takut lho, itulah Strategi Brilian. Brahmaraja pun pakai Strategi Otak Raja Majapahit Pemersatu Nusantara, Semua seolah dihadapi Sendiri "NGELURUK TANPO BOLO , MENANG TANPO NGASOR'AKE" sesuai Petuah Leluhurnya Prabu Joyobhoyo Raja Kadhiri. Tidak ada Korban satupun Pihak Pura Majapahit dan Karyono. Sampai sekarang Takmir Karyono masih Jlalat jlalat merasa menang bisa nutup Tapi tidak ngerti Hukum jadi tidak di ASOR'AKE oleh Hyang Suryo yang bergelar Brahmaraja XI, bahkan melaui Anak buahnya bernama BENO yang rumahnya ditulisi Mangku Majapahit mengusir Tamu dari Sukawati Gianyar Bali bulan lalu yang datang beberapa Bis, ketika Raden Sisworo menelpon ke Bali djawab "Lapor saja Polsek" ternyata Beno ya Informan Polsek wah Runyam lagi. Kena MARKUS ? sabar saja "Orang Sabar Kekasih Tuhan kok".
Tampilkan postingan dengan label UMUM NYATA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UMUM NYATA. Tampilkan semua postingan
Selasa, 10 November 2009
REKAYASA HUKUM MARKUS LAGI POPULER
Kamis, 05 November 2009
ODALAN PRABU AIRLANGGA DI GWK SELESAI
5-11-2009 jam 16.00 WITA Pura Majapahit GWK dipenuhi Umat Majapahit se Nusantara, kelihatan ada dari India yang agak berbeda busananya, Lainnya berbusana Bali, ada hanya Bajunya yang seragam GWK, Batik dll. semua Berkumpul akan mengiring Pratima Prabu Airlangga pulang untuk disineb di Ruko Puri Gading Jimbaran, Tampak Musik Bale Ganjur [Hindu] bebaur Musik Barongsai [China/Budha] membuat suasana meriah mengingatkan Jaman Majapahit dimana Dang Kasaiwan dan Dang Kasogatan [Siwa-Bdha] menyatu, Demikian Rukun dan Menyatu, Semua Agama bisa bersatu dalam Odalan Leluhur Prabu Airlangga, Etnis China pada memegang Umbul Umbul dan Pusaka serta Payung Majapahit berbaur Menyatu tanpa sekat, Bahkan Romo Hincie [Katolik] jalan didepan membawa Umbul Umbul Hindu diikuti group nya, Hartono [Kristen] membawa Sesaji juga diikuti group nya, Andhik [Islam] pakai Sarung Jawa udeng Jawa memimpin Barisan mengawal agar tidak terlalu ketengah barisnya dibantu rekan rekannya dari Blitar,
Para Mangku Hindu termasuk Mangku Asli Beji GWK, Mangku Busungbiyu, Ubud, Karang asem dll, Umat Konghucu membawa Bendera Klenteng dengan seragam Khas Merah warna ke Jaya an China, Ya tidak bisa dilukiskan kata, Sedang Di Puri Gading Sri Wilatikta Brahmaraja XI menunggu dibarengi Para Ahli Sesaji, Kelihatan 2 Tumpeng Putih Kuning dibuat Rombongan dari Jawa terpajang di Tempat Pratima Prabu Airlangga disamping Banten Bali, Banjir Kerauhan pun terjadi menjelang kedatangan Prabu Airlangga, hingga Mangku Puri Gading sibuk menirta Wanita Wanita yang Kerauhan,
Demikianlah pukul 20.00 Pratima Prabu Airlangga Tiba langsung di Terima Sri Wikatikta Brahmaraja XI dan di Linggihkan ditempat semula, Juga Pratima Budha nya, Upacara PENYINEBAN pun diadakan Para Wanita Menari Pendet Kerauhan Mengiringi Bhatara Wisnu - Budha kembali ke Alam Kadewatan dan Budhaloka setelah Odalan dan Nyejer 3 Hari Acara dilanjutkan Matur Piuning ke Pura Ibu di Pratima Mahendradata Ibunda Prabu Airlangga, untuk mengadakan Doa Matur Piuning Odalan selesai dengan Sukses, Dari Kerauhan tidak ada Kekurangan jadi tidak perlu ada Upacara Guru Piduka seperti di Buleleng Musium, Diteruskan acara Wayang semalam suntuk, Semua Gembira sudah bisa melaksanakan Odalan Yang seharusnya di Trowulan, Tapi berhubung di trowulan "Dilarang Ritual dan Kegiatan dalam Bentuk Apaun" oleh Camat Almarhum atas perintah Imam / Takmir Karyono cs, Maka Odalan tetap diadakan yaitu di GWK agar tidak menyalahi Adat Hindu sekarang sebab beberapa waktu lalu Ketua PHDI Kuta Selatan Bapak Nyoman Amplik sempat menuduh tidak melaksanakan Adat Hindu,
Jadi inilah Buktinya umat Hindu Odalan, bahkan bisa mengikutkan semua Agama dan Kepercayaan tentunya ini sangat mengejutkan dan siap di Kritik yang mengaku Islam dan Kristen dan silahkan memecat mereka yang ikut Odalan Leluhur Prabu Airlangga Kawitan Jawa - Bali karena sudah menyimpang dari Agamanya karena berani memraktekkan Pancasila "Bhinneka Tunggal Ika" yang dimusuhi Agama karena bertentangan dimana sampai detik ini Islam dan Kristen Masih Perang di Palestina [Islam disini banyak membela Palestina bahkan siap berangkat perang dengan Israel], disini Umatnya bersatu padu Upacara Kemusrikan / Kekafiran demi Leluhur Negri ini yang jarang dikenal karena Buku Buku Leluhur dilarang contoh Buku Tan Khoen Swie yang menceritakan Majapahit, Buku Bung Karno yang mengajarkan Nasionalisme / Cinta Tanah Air dll jadi kita maklum selama ini yang di Doktrinasikan Quran untuk masyarakat luas di Pedesaan dan Injil untuk para Intelektual minoritas yang banyak mengeritik Acara Majapahit dan kita Maklum karena Jiwa Mereka sedang Perang jadi Melihat Kerukunan Alergi dan heran termasuk Kristen Alvatarz yang Berotak Brilian pun ikut Metrapkan adat Jahudi yang tidak kenal Leluhur tapi tidak Anti Majapahit dan dianggap Setan oleh Alvatarz yang ngaku Kristen bahkan Hyang Suryo pun dituduh Penipu ya memang kalau di Timur Tengah jelas Menipu Orang di Suruh Odalan, padahal Timur Tengah Jalur Gasa sampai bikin sumur/trowongan untuk nyelundupkan Kambing yang harganya Jutaan [TV],
Bunga , Buah untuk Gebokan tidak punya dan harganya mahal, jelas bikin melarat Bangsa Palestina dan Israel, sedang kita Kaya lihat Jamaah Haji kita berduyun duyun ke Arab, jadi Penipu itu sah sah saja, Budha Nipu Suruh Orang berdarma, membunuh Nyamuk tidak boleh, makan daging tidak boleh, Tapi banyak pengikutnya bahkan mengikuti Budha Sehat, Sabar, Narimo dll, Para Leluhur Majapahit juga Nipu Orang disuru Odalan biar Selamat, se Bali pun mau Odalan, dan Selamat tidak ada Cewek nya tewas di Arab, atau jadi Budak Kearab malah Tuan Rumah di Negri Sendiri Budaya Adat nya jadi Perhatian dan dikagumi Dunia, Kini Jawa pun Mulai menghidupkan Budaya Leluhur seperti Kawin Gendruwo di Kuta Gede Jogja yang baru dihidupkan beberapa hari yang lalu, Bersih Desa, Bersih Laut, Tumpengan di Punden Leluhur rebutan [berita TV] setelah mati Suri 49 tahun / Orde Baru dimana Kekuasaan Islam berhasil Membrangus Adat Jawa, China atau selain Islam. Semua itu Nipu Jesus pun Nipu Orang disuruh mengikuti Jejak nya yang baik dan banyak Orang terkecoh berbuat Baik, Contoh Belanda yang Kristen ketika menguasai Nusantara Acara Kemusrikan Kawin Tebu, Sesaji Giling Tebu, Candi, Peninggalan Purbakala, termasuk Kitab Tan Khoen Swie yang beraksara Jawa dilindungi dan dibebaskan terbit agar Masyarakat bisa menilai mana yang benar dan salah, Islam? malah mau menang sendiri melarang Ajaran, Adat, Kitab selain Arab nya, jadi kita bicara pun sesuai Anjuran Islam "Berkatalah Benar kalau memang Benar" jangan Nipu, tapi dituduh Nipu ya kita akui Nipu tapi kan Nipu Baik biarpun Nyuguh Leluhur yang dianggap Setan, tapi Merukunkan, tidak merugikan Orang lain, Ketimbang Menyesatkan Orang, Ngerusak, Membakar, Manghancurkan, membunuh , Nge BOM dll malah mengaku Benar, jadi Kasunyatan saja lah, kita bicara NYATA jangan "Joko Sembung Naik Sekuter, Muter Muter Enggak Nyambung" Nasihat Bali TV oleh Gede Prama,
Jadi marilah kita bersatu dan Pura Majapahit sudah membuktikan Persatuan biarpun dalam sekup kecil Penggemarnya saja, semua dari Kecil, Lha Ngomong Besar Tiap Orang bisa, Bukti yang kecil Hasil si Mulut Besar ? Mentang mentang Mahasiswa Kristen belum praktek sudah Ngomong Gede menyalahkan Adat sendiri mentang mentang Ahli Kitab Dunia, urusi dulu Keluarga, Sekitar, Kelompok mu adu domba mereka agar tidak bisa menyatu dengan kelompok lain, Buktikan Karya apa yang dihasilkan baru Nertawakan Orang dengan Dalil mu sama halnya menertawakan Rektor Universitas Tertua du Nusatenggara Mahendradata DOKTOR Gusti Arya Wedakarna yang percaya Pratima masuk Kampus, Prof Drs Sbagiasta dari PHDI yang ke Pura Majapahit dan percaya LINGGA - YONI / Leluhur DOKTOR Made Warka Ketua team Pengacara Pembela Pura Majapahit juga DEKAN Universieas 17 - 8 - 1945 Surabaya, Kristen Alvatarz membuka Ke Tololan.menghina Universitas padahal masih Kuliah di Universitas USU belum jadi DOKTOR, Demikianlah Odalan Adat Majapahit yang memang banyak dimusuhi Agama dari Luar yang tidak sesuai Adat setempat, jadi Kita maklum saja mereka juga Benar, membela Tanah dan Budaya Timur Tengah yang tidak kenal Odalan, malah inilah yang kita patut Puji, Seperti Islam karena Kuat nya dan Setia pada Prinsip Quran dan Hadist sampai bisa Menumpas Kristen di Timur Tengah sendiri, Hingga Jesus belum bisa Merebut penuh Tembok Derita Jerusalam tempat nya, Pengikut nya disini karena malu kalah oleh Islam dimana bikin Gereja sulit, Universitas nya Dulos dibakar, itu Lagi ribut Mahasiswa Theologi Kristen sama Polisi di gedung bekas Walikota Jakarta Kampusnya di protes warga sekitar nya [TV] ini Orang Kalah cari muka itu Alvatarz Kristen melihat Majapahit Kecil dan ditutup ikut menjelekkan tidak apa apa Orang Bisa menilai apapun Tentang Majapahit, Pengikut Majapahit Bukan memjelekkan Orang tapi memebuka Fakta seperti TV sekarang lagi sibuk membuka Fakta Kebenaran KPK, itulah dasar Tolol cari cari terus ingin Populer tapi ditertawakan orang karena tolol, bukan bidangnya berani Sok Bisa lagi dasar Tolol, Dokter, Insinyur, Sarjana Hukum dll, masak ada SH lalu praktek jadi Dokter, tuh kan Tolol namanya bukan bidangnya ngaku ngaku Tahu, ya itu akhirnya Tolol / Goblog memalukan USU, tutup saja semua Universitas suruh ikut Akvatarz kalau mau jangan kuliah, keluar saja dirikan Universitas bidang MU jangan sok tahu bikin malu Sekolahmu, Ini sekedar menyadarkan Manusia yang sok Tahu, tapi ya hak asasi Kita perlu Orang Pinter untuk Negri ini,
Tapi Kebanyakan Ke pinteran hanya untuk menghancurkan negri ini, contoh Bung Karno Yang Nasionalisme, Cinta Tanah Airnya kuat bisa di Tumpas apalagi Pemuda kita ya lebih Gampang di Doktrinasi, seperti Bung Karno bilang "KEBLINGER" sabda Leluhur Pendiri RI dan Penggali Pancasila yang baru dipertunjukkan Pura Majapahit GWK dengan ke Pancasilaan nya menyatukan Agama, Suku, Ras, Kepercayan, tanpa sekat.{Drs Komang Artanegara SE Panitia Odalan GWK dan team} Jimbaran 6-11-2009,- sedikit Tambahan dari GRP Noko Mangku Puri Gading : Lili dari Taiwan diantar We We ke Bandara ngurah Rai, Yeni yang baru dari Xiamen China sudah meninggalkan Pura Ibu, Lainnya masih di Puri Gading termasuk Rombongan Keluarga Mantan Menhankam Pangab Jendral M Panggabean masih akan meneruskan Acara di GWK mereka mengadakan Perundingan dengan GWK dipimpin Ir Tedi, Ir Asep dll,-, Dari Malang, Surabaya, Blitar, semarang masih sibuk di Dapur Umum,-
Para Mangku Hindu termasuk Mangku Asli Beji GWK, Mangku Busungbiyu, Ubud, Karang asem dll, Umat Konghucu membawa Bendera Klenteng dengan seragam Khas Merah warna ke Jaya an China, Ya tidak bisa dilukiskan kata, Sedang Di Puri Gading Sri Wilatikta Brahmaraja XI menunggu dibarengi Para Ahli Sesaji, Kelihatan 2 Tumpeng Putih Kuning dibuat Rombongan dari Jawa terpajang di Tempat Pratima Prabu Airlangga disamping Banten Bali, Banjir Kerauhan pun terjadi menjelang kedatangan Prabu Airlangga, hingga Mangku Puri Gading sibuk menirta Wanita Wanita yang Kerauhan,
Demikianlah pukul 20.00 Pratima Prabu Airlangga Tiba langsung di Terima Sri Wikatikta Brahmaraja XI dan di Linggihkan ditempat semula, Juga Pratima Budha nya, Upacara PENYINEBAN pun diadakan Para Wanita Menari Pendet Kerauhan Mengiringi Bhatara Wisnu - Budha kembali ke Alam Kadewatan dan Budhaloka setelah Odalan dan Nyejer 3 Hari Acara dilanjutkan Matur Piuning ke Pura Ibu di Pratima Mahendradata Ibunda Prabu Airlangga, untuk mengadakan Doa Matur Piuning Odalan selesai dengan Sukses, Dari Kerauhan tidak ada Kekurangan jadi tidak perlu ada Upacara Guru Piduka seperti di Buleleng Musium, Diteruskan acara Wayang semalam suntuk, Semua Gembira sudah bisa melaksanakan Odalan Yang seharusnya di Trowulan, Tapi berhubung di trowulan "Dilarang Ritual dan Kegiatan dalam Bentuk Apaun" oleh Camat Almarhum atas perintah Imam / Takmir Karyono cs, Maka Odalan tetap diadakan yaitu di GWK agar tidak menyalahi Adat Hindu sekarang sebab beberapa waktu lalu Ketua PHDI Kuta Selatan Bapak Nyoman Amplik sempat menuduh tidak melaksanakan Adat Hindu,
Jadi inilah Buktinya umat Hindu Odalan, bahkan bisa mengikutkan semua Agama dan Kepercayaan tentunya ini sangat mengejutkan dan siap di Kritik yang mengaku Islam dan Kristen dan silahkan memecat mereka yang ikut Odalan Leluhur Prabu Airlangga Kawitan Jawa - Bali karena sudah menyimpang dari Agamanya karena berani memraktekkan Pancasila "Bhinneka Tunggal Ika" yang dimusuhi Agama karena bertentangan dimana sampai detik ini Islam dan Kristen Masih Perang di Palestina [Islam disini banyak membela Palestina bahkan siap berangkat perang dengan Israel], disini Umatnya bersatu padu Upacara Kemusrikan / Kekafiran demi Leluhur Negri ini yang jarang dikenal karena Buku Buku Leluhur dilarang contoh Buku Tan Khoen Swie yang menceritakan Majapahit, Buku Bung Karno yang mengajarkan Nasionalisme / Cinta Tanah Air dll jadi kita maklum selama ini yang di Doktrinasikan Quran untuk masyarakat luas di Pedesaan dan Injil untuk para Intelektual minoritas yang banyak mengeritik Acara Majapahit dan kita Maklum karena Jiwa Mereka sedang Perang jadi Melihat Kerukunan Alergi dan heran termasuk Kristen Alvatarz yang Berotak Brilian pun ikut Metrapkan adat Jahudi yang tidak kenal Leluhur tapi tidak Anti Majapahit dan dianggap Setan oleh Alvatarz yang ngaku Kristen bahkan Hyang Suryo pun dituduh Penipu ya memang kalau di Timur Tengah jelas Menipu Orang di Suruh Odalan, padahal Timur Tengah Jalur Gasa sampai bikin sumur/trowongan untuk nyelundupkan Kambing yang harganya Jutaan [TV],
Bunga , Buah untuk Gebokan tidak punya dan harganya mahal, jelas bikin melarat Bangsa Palestina dan Israel, sedang kita Kaya lihat Jamaah Haji kita berduyun duyun ke Arab, jadi Penipu itu sah sah saja, Budha Nipu Suruh Orang berdarma, membunuh Nyamuk tidak boleh, makan daging tidak boleh, Tapi banyak pengikutnya bahkan mengikuti Budha Sehat, Sabar, Narimo dll, Para Leluhur Majapahit juga Nipu Orang disuru Odalan biar Selamat, se Bali pun mau Odalan, dan Selamat tidak ada Cewek nya tewas di Arab, atau jadi Budak Kearab malah Tuan Rumah di Negri Sendiri Budaya Adat nya jadi Perhatian dan dikagumi Dunia, Kini Jawa pun Mulai menghidupkan Budaya Leluhur seperti Kawin Gendruwo di Kuta Gede Jogja yang baru dihidupkan beberapa hari yang lalu, Bersih Desa, Bersih Laut, Tumpengan di Punden Leluhur rebutan [berita TV] setelah mati Suri 49 tahun / Orde Baru dimana Kekuasaan Islam berhasil Membrangus Adat Jawa, China atau selain Islam. Semua itu Nipu Jesus pun Nipu Orang disuruh mengikuti Jejak nya yang baik dan banyak Orang terkecoh berbuat Baik, Contoh Belanda yang Kristen ketika menguasai Nusantara Acara Kemusrikan Kawin Tebu, Sesaji Giling Tebu, Candi, Peninggalan Purbakala, termasuk Kitab Tan Khoen Swie yang beraksara Jawa dilindungi dan dibebaskan terbit agar Masyarakat bisa menilai mana yang benar dan salah, Islam? malah mau menang sendiri melarang Ajaran, Adat, Kitab selain Arab nya, jadi kita bicara pun sesuai Anjuran Islam "Berkatalah Benar kalau memang Benar" jangan Nipu, tapi dituduh Nipu ya kita akui Nipu tapi kan Nipu Baik biarpun Nyuguh Leluhur yang dianggap Setan, tapi Merukunkan, tidak merugikan Orang lain, Ketimbang Menyesatkan Orang, Ngerusak, Membakar, Manghancurkan, membunuh , Nge BOM dll malah mengaku Benar, jadi Kasunyatan saja lah, kita bicara NYATA jangan "Joko Sembung Naik Sekuter, Muter Muter Enggak Nyambung" Nasihat Bali TV oleh Gede Prama,
Jadi marilah kita bersatu dan Pura Majapahit sudah membuktikan Persatuan biarpun dalam sekup kecil Penggemarnya saja, semua dari Kecil, Lha Ngomong Besar Tiap Orang bisa, Bukti yang kecil Hasil si Mulut Besar ? Mentang mentang Mahasiswa Kristen belum praktek sudah Ngomong Gede menyalahkan Adat sendiri mentang mentang Ahli Kitab Dunia, urusi dulu Keluarga, Sekitar, Kelompok mu adu domba mereka agar tidak bisa menyatu dengan kelompok lain, Buktikan Karya apa yang dihasilkan baru Nertawakan Orang dengan Dalil mu sama halnya menertawakan Rektor Universitas Tertua du Nusatenggara Mahendradata DOKTOR Gusti Arya Wedakarna yang percaya Pratima masuk Kampus, Prof Drs Sbagiasta dari PHDI yang ke Pura Majapahit dan percaya LINGGA - YONI / Leluhur DOKTOR Made Warka Ketua team Pengacara Pembela Pura Majapahit juga DEKAN Universieas 17 - 8 - 1945 Surabaya, Kristen Alvatarz membuka Ke Tololan.menghina Universitas padahal masih Kuliah di Universitas USU belum jadi DOKTOR, Demikianlah Odalan Adat Majapahit yang memang banyak dimusuhi Agama dari Luar yang tidak sesuai Adat setempat, jadi Kita maklum saja mereka juga Benar, membela Tanah dan Budaya Timur Tengah yang tidak kenal Odalan, malah inilah yang kita patut Puji, Seperti Islam karena Kuat nya dan Setia pada Prinsip Quran dan Hadist sampai bisa Menumpas Kristen di Timur Tengah sendiri, Hingga Jesus belum bisa Merebut penuh Tembok Derita Jerusalam tempat nya, Pengikut nya disini karena malu kalah oleh Islam dimana bikin Gereja sulit, Universitas nya Dulos dibakar, itu Lagi ribut Mahasiswa Theologi Kristen sama Polisi di gedung bekas Walikota Jakarta Kampusnya di protes warga sekitar nya [TV] ini Orang Kalah cari muka itu Alvatarz Kristen melihat Majapahit Kecil dan ditutup ikut menjelekkan tidak apa apa Orang Bisa menilai apapun Tentang Majapahit, Pengikut Majapahit Bukan memjelekkan Orang tapi memebuka Fakta seperti TV sekarang lagi sibuk membuka Fakta Kebenaran KPK, itulah dasar Tolol cari cari terus ingin Populer tapi ditertawakan orang karena tolol, bukan bidangnya berani Sok Bisa lagi dasar Tolol, Dokter, Insinyur, Sarjana Hukum dll, masak ada SH lalu praktek jadi Dokter, tuh kan Tolol namanya bukan bidangnya ngaku ngaku Tahu, ya itu akhirnya Tolol / Goblog memalukan USU, tutup saja semua Universitas suruh ikut Akvatarz kalau mau jangan kuliah, keluar saja dirikan Universitas bidang MU jangan sok tahu bikin malu Sekolahmu, Ini sekedar menyadarkan Manusia yang sok Tahu, tapi ya hak asasi Kita perlu Orang Pinter untuk Negri ini,
Tapi Kebanyakan Ke pinteran hanya untuk menghancurkan negri ini, contoh Bung Karno Yang Nasionalisme, Cinta Tanah Airnya kuat bisa di Tumpas apalagi Pemuda kita ya lebih Gampang di Doktrinasi, seperti Bung Karno bilang "KEBLINGER" sabda Leluhur Pendiri RI dan Penggali Pancasila yang baru dipertunjukkan Pura Majapahit GWK dengan ke Pancasilaan nya menyatukan Agama, Suku, Ras, Kepercayan, tanpa sekat.{Drs Komang Artanegara SE Panitia Odalan GWK dan team} Jimbaran 6-11-2009,- sedikit Tambahan dari GRP Noko Mangku Puri Gading : Lili dari Taiwan diantar We We ke Bandara ngurah Rai, Yeni yang baru dari Xiamen China sudah meninggalkan Pura Ibu, Lainnya masih di Puri Gading termasuk Rombongan Keluarga Mantan Menhankam Pangab Jendral M Panggabean masih akan meneruskan Acara di GWK mereka mengadakan Perundingan dengan GWK dipimpin Ir Tedi, Ir Asep dll,-, Dari Malang, Surabaya, Blitar, semarang masih sibuk di Dapur Umum,-
Sabtu, 31 Oktober 2009
SUASANA ODALAN PURA MAJAPAHIT GWK BALI 1-11-2009
Keadaan Pura Ibu Mapahit Jimbaran pagi ini Hujan, setelah beberapa hari suasana Panas menyengat, Hujan adalah Air simbol Bhatara WISNU yang sore ini akan dipendak untuk dilinggihkan di Pelinggihnya di Pura Majapahit Pusat GWK, Suatu pertanda yang cukup menyenangkan Menjelang suasana Kirap Pratima Prabu Airlangga yang dimanifestasikan Bhatara WISNU mengendarai Garuda [GWK], membuktikan diri sudah Turun yaitu Brupa Air simbol Beliau sendiri yang menyiram Tanah diwilayah yang akan Odalan simbol Dewi Sri Istri Beliau sendiri juga untuk Menyirami Boma Putranya sebagai tumbuh tumbuhan agar segar, Suasana pagi pukul 6 ini, masih sepi kelihatan Kadek Moyo, meminpin Tamu dari jawa Pria untuk bersih bersih sisa sisa sampah semalam dimana Pakemitan diadakan, Ibu Ibu dari Jawa pun sudah pada sibuk di dapur umum menyiapkan makan untuk para Tamu, sebagian besar Tamu dari Jawa masih tidur karena baru tidur pukul 4 pagi, di Pendopo Pura Ibu tampak Tumpukan Buah berkotak kotak yang dibawa dari Jawa untuk Gebokan mungkin, Suasana berdebu belakangan ini menjadi basah akibat Guyuran Hujan menambah, bersihnya suasana dan menjoklatkan Tanah / Ibu Pertiwi hingga tidak membuat beterbangannya Debu yang bisa mengotori Wilayah Pura Ibu Majapahit Jimbaran tempat Pratima Prabu Airlangga besemayam Anak anak dibawah Pimpinan Akira sedang latihan Barongsai, belum ada Berita dari GWK mungkin disanapun sedang istirahat atau sedang sibuk,Juga sebagian Tamu ada yang Makemit di Pura GWK termasuk Para Mangku, Bhiksu dan Spiritualis lainnya, Sang Surya mulai menampakkan Sinar Pagi nya, diiringi Kokok Ayam sahut sahutan, Burung Tekukur pun tak mau kalah ikut menyanyi diselingi Gonggongan Anjing kecil yang bercanda, biarpun Ibunya mesih melingkar pulas diiringi Tabuhan Tambur Barongsai, Memang Prabu Airlangga Hingga Mokswa tidak pernah ke Bali lagi, Hingga Memang Unik Beliau sekarang Pratimanya berada di Bali, bahkan sedang di Patungkan juga di Bali, yang Rencananya Akan Menyaingi Patung Leberty di Amerika, Bersamaan dimulainya Pembuatan Patung GWK, di Trowulan Pura Majapahit Tempat Pelinggih Prabu Airlangga yang termegah di Nusantara, dan yang selalu di ODALI tepat nya 30 September 2001 mirip G 30 S Imam Musala Putri Cempa , Khoirul Huda Guru SMP Islam juga Ketua GP Ansor Trowulan dan Ketua Fraksi PKB Anggota DPRD Mojokerto KH Nurhadi bersama MUSPIKA mulai mengobok ngobok Pura Majapahit yang kebetulan menjelang ada Odalan Yaitu Purnama ketiga yang dianggap membangkitkan Upacara Setan yang sudah ditumpas 500 tahun silam ditambah 1965, Upacara Odalan yang asli adat Majapahit inilah yang membuat Marah dan Geram para Tokoh Islam Arab di Trowulan [Kitab Tan Khoen Swie belum ada yang tahu karena masih dalam larangan terbit dan dibaca] dimana 500 tahun yang lalu Trowulan diserang Raden Patah dan Para Wali [Awal 2009 Kitab Babad Kadhiri ini sudah terbit kembali] dan sangat mengejutkan ternyata Apa yang tertulis dalam kitab babad Kadhiri itu pun menceritakan tentang kejadian Trowulan dan diulangi Orang Islam mirip 500 tahun yang lalu yaitu Serbuan karyono ditambah BOM diakhiri Penutupan oleh Camat yang Camat nya tewas kena Struk akibat numpas adat sendiri,
Jadi mereka tidak mengakui adanya Kemerdekaan 1945 dan Dasar negara Pancasila, ini dibuktikan dari Sejarah setelah Pejuang 1945 berhasil memerdekakan Bangsa ada Pemberontakan Darul Islam, Tentara Islam Indonesia, Permesta dll Islam tetap ingin menguasai Negri ini dengan Sariat Islam dimana Patah yang mengangkat Diri Raja Demak Gagal hanya 75 tahun berkuasa diganti Belanda Kristen 350 tahun dan membebaskan Acara Jawa Kafir karena Kristen pun di sebut Kafir oleh Islam jadi Kafir ketemu Kafir klop bikin Selamatan Nyuguh danyang tapi intern dalam Pabrik Kafir, dan Belanda kalah oleh Jepang Budha 3,5 tahun, Indonesia Maerdeka Bung Karno Presiden RI sempat di Granat, di Bedil, di BOM sangat di benci islam karena tidak mau sariat Islam tapi Pancasila Nasakom ingin menyatukan Asia Afrika tapi adat Arab mana bisa menerima ? dengan saudara kristen pun numpas, Akhirnya ada rekayasa G 30 S yang mana akhirnya Para Pengikut Bung Karno yang belum siap [TV masakini menjelaskan] 1965-1966 ditumpas dengan cap PKI dipanasi Fitnah di Media Cetak dan TVRI, dimana Para Jendral diculik dan kemaluannya dipotong, Matanya di cungkil untuk memanasi agar Orang menumpas PKI yang katanya tidak ber Tuhan dan kejam, Padahal Islam sudah terbukti paling kejam numpas Kristen Genosida dengan Perang Salib nya dan sejarahnya ditutupi malah ngaku Damai katanya dll berita sadistis yang ternyata belakangan Bohong besar, dimana ditemukan VISUM ASLI yang tidak ada pencungkilan mata dan pemotongan Kemaluan, Untung Dokter Pembuat Visum masih Hidup, Beliau ditayangkan di TV disaksikan seluruh Dunia, dengan tangan gemetar dimakan Usur, memegang surat Visum dan untung belum pikun, mengakui sebagai pembuat dan mengakui pula TANDA TANGAN miliknya sendiri di Visum Asli tersebut, Efek nya Film G 30 S PKI dicabut dari peredaran dan dianggap Film Kebohongan Besar, Ini pun karena menganggap Bangsa kita Tolol hingga mau menumpas bangsa sendiri dan kebetulan Islam yang ingin Eksis Menguasai Negri ini pun mengambil kesempatan menumpas selain Islam hingga sukses menumpas Sukarnoiusme yang ber Pancasila diganti Sariat Islam di pedesaan mengepung kota Bung Karno pun ditahan dan tewas dalam setatus masih ditahan oleh RI dan ini digunakan islam untuk memperkuat diri dengan menumpas Orang nya Bung Karno dengan cap PKI bahkan menggantung Gambar Bung Karno pun tak luput penghancuran dan keluarganya di bunuh semua dengan cap Komunis, Padahal Bung Karno pernah mennyebut Komunis Sosialis itu Pendirinya Jesus dan Orang disuru melihat betapa tindak tanduk Jesus adalah sangat Sosialis dan Komunis membela orang kecil dan narimo hingga Paus menganugrahkan Salib kalungnya pada Bung Karno kini malah Komunis dibilang tidak ber Tuhan oleh islam, tapi kita maklum yang Kristen juga ditumpas disebut Kafir dan selain islam memang Kafir hingga Gereja Gereja Besar model Gothe kini jadi Masjit semua di Film Jejak Islam dan Jalur Sutra serta jejak Rasul, di Trowulan pun ada Gerakan Islam arab Ulang yaitu Kelompok Imam Karyono unjuk gigi bahkan Hyang Suryo mau dicap PKI hingga dipanggil di Polres mojokerto Mereka tidak tahu Penipuannya sudah terungkap di TV dan menganggap Orang masih tolol dan memang Tolol betul tambah goblog Katak dalam tempurung pepatah SD nya tapi mereka yang buat membodohkan rakyat yang memang bodoh, padahal Hyang Surya adalah aktif pelestari Budaya Majapahit yang lestari di Bali, bahkan Keluarganya banyak yang diberbagai Segi Pekerjaan termasuk di Pemerintahan, Militer dan Swasta, ahli Hukum, bahkan tersebar di Dunia sesuai ahlinya yang tidak banyak diketahui karena waktu itu kan tidak boleh Primordial, Jadi Hyang Suryo ya Hyang Surya Pribadi bukan Bapak nya, Kakaknya, Kakeknya, Pamannya, atau Pangeran Keraton, Gusti Panembahan dll Hyang Suryo yang Eyang Suryo dengan perjuangan Pribadi dan Kewajiban melihat Para Leluhur Majapahit di Hancurkan, Candi, Punden, Danyang, tempat Keramat yang 1965-1966 tidak boleh di Upacarai karena musrik dari pandangan Islam Arab, Akibat di tumpasnya Orang yang bukan Islam, hingga Hanya Masjit dan Pesantren di Pedesaan yang boleh hidup, Orang pun Takut kalau tidak ber AGAMA / BERTUHAN maka semua akhirnya dengan terpaksa masuk Agama yang disediakan Pemerintah itupun di Pedesaan hanya Islam yang harus di anut kemudian karena takut ini didoktrin Adat Arab dan dibuat Anti Adat sendiri dan diajari Numpas adat sendiri termasuk membunuh pelaksanannya yaitu Orang Musrik penyembah Setan, Lainnya hanya Show untuk di Perkotaan Besar yang memang sejak jaman Belanda ada gereja Katedral, Gereja Peninggalan Belanda yang sudah punya umat sejak Jaman Dahulu tetap bisa hidup dan mereka tidak diculik karena sulit menyalahkan, Hanya Tokoh Militer yang membahayakan saja pada di tahan, supaya Tidak jadi Beking orang yang mau dihilangkan, di pedesaan Gerejapun dibakar dan di tumpas pengikutnya hingga hanya islam yang boleh hidup akhirnya negara terpecah seperti di Arab, Ada Daerah Kristen daerah Kejawen daerah Setan dll, kalau ada kesempatan lha lalu berburu Kepala kristen seperti Ambon dan Poso, Penjarahan, Pengambil Alihan Rumah yang dalih di cap PKI memang lagi ngetren, Sekolah China pada di tutup dan disita Gedungnya, Banyak Guru yang dibunuh dan hilang, juga Orang China banyak yang hilang seperti di Kediri sampai buku Tan Khoen Swie pun dilarang ada Kepres 1966 kalau Tanah Eigendom milik TNI AD, dan akhirnya banyak Makam China di gusur [Jawa Pos],
Di tulung Agung disini banyak yang dibunuh mayatnya dibuang kali Brantas ya ada yang untung dikuburan masal masih bisa disekar oleh keluarganya, saksi hidup pun banyak masih hidup, Blitar Penumpasan sampai 1971 Koran MEMO Kediri memberitakan mulai digali itu kuburan masal dll, kalau rakyat kecil wah itu Sungai Brantas penuh mayat sampai Surabaya, Jalan Raya Karang Pilang hingga Rolak dipinggir Sungai sekitar Gudang dan Pabrik banyak kuburan masal mayat dari Sungai, Dulu Mbah Soemo Polisi Karang Pilang sejak Jaman Belanda, Pak Tawar juga Polisi dibantu RM Rochmat dan Orang Tua di Karang Pilang pada sibuk nguburi mayat, juga Banyak Truk bermuatan Algojo Islam yang mau membunuh dan menculik Warga dimasukkan Komplek KKO Karang pilang hingga Warga sekitar KKO / TNI AL selamat sedang daerah Sepanjang nyebrang Sungai banyak orang dibunuh diangkut Truk yang sopirnya masih hidup tapi belum mau membocorkan dimana Orang Turuk Trukan itu di gorok, tidak seperti daerah yang tidak ada Militernya yang melindungi mereka tewas ditumpas sampai bayinya seperti wilayah Jember Tumpas itu ada saksi Armed dinas di Kencong Jember melihat Ribuan Orang di bunuh dimasukkan Sumur oleh Islam dan saksi ini kini di Cimahi. Hingga Kekuasaan Islam sangat kuat tak tertandingi, sedikit ada yang tidak disenangi ya tumpas,apalagi MUI menyesatkan, Ini termasuk Hyang Suryo yang sudah berusaha tidak pernah nyakiti Orang dan ini bisa di cek pada Penduduk Trowulan Hyang Suryo sudah dikenal sejak 60 an hingga 1970 itu Jaini Pendopo Agung di Belok / di Pasung Hyang Suryo yang melepas, Jaini masih hidup dan keponakan nya masih hidup jadi mereka masih Kenal Hyang Suryo, Juga Mbah Mariam Putri Cempa kenal Hyang Suryo masih Gadis kini sudah jadi Mbah dan banyak lagi, tapi yang disebut yang gampang dikenal dan ditemui sebab yang tua banyak yang mati, Juga disaksikan Hasannudin Pengusaha Properti di Karang Pilang, Orang Madura kerabat Jendral Hartono Menhamkam Pangab mantan, Juga MENANTU Kepala Desa Kedis Busung Biyu Buleleng yang dapat Kalpataru dulu Polisi belakangan DPRD Bali namanya mungkin Menga tahun 80 an Hasan mendampingi Hyang Suryo ke Boyolangu, melihat dengan mata kepala sendiri ini Pemuda Hasannudin Menantu Orang bali bahwa Hyang Suryo dikenal masyarakat, bahkan Tokoh nya masih ingat 1955 Hyang Suryo bersama Mbo Ayanen naik sepeda ontel ke Candi Boyolangu menjelang kebrangkatan ke Bali 1956 untuk belajar adat Majapahit, jadi Orang Berjuang untuk Leluhur pun di obok obok bahkan di Tutup dilarang Ritual dan kegiatan dalam bentuk apapun, hingga terjadi Keanehan Prabu Airlangga kini di Bali, tidak lain tidak bukan coba Trowulan tidak ditutup kan tetap Odalan di Trowulan, Orang Bali yang percaya Turun Temurun dan untung tidak di Tumpas, tentu tetap Beramai ramai Odalan di Trowulan bahkan Kolonel Agung pun Orang Bali diserbu dan Pelinggihnya dihancurkan agar Orang Bali tahu kalau Hindu Hancur kolonel Agung tewas dan dikubur di Bong China Trowulan, waktu itu Budaya Majapahit masih bisa Odalan dan Tokoh Agama Islam Kejawen ngerti ini Budaya, tapi karena Keserakahan ingin hidup sendiri Seperti Aeab hanya kelompok Wahabi, Irak hanya Siah, Afganistan Taliban, Iran Suni dll Indonesiapun dianggap Roti mau dibagi bagi, llha karena Trowulan di tutup inilah Prabu Airlangga kebetulan di Patungkan di GWK beliau di Undang, kemudian juga bisa Odalan atau diberi makan oleh keturunannya Di Bali sejak 2004, juga Leluhur Lainnya ikut dibuatkan Candi dan Bisa di Upacarai, inilah perjuangan Hyang Suryo hanya agar bisa Leluhur Majapahit tetap di Upacarai sesuai Adat nya Dahulu sebelum Islam masuk karena Leluhur seperti Prabu Airlangga sudah Mokswa sebelum Islam masuk Nusantara jadi tidak kenal adat Arab,
Kemudian ada janji Leluhur bahwa 500 tahun Majapahit akan kembali berjaya yang ditulis Sabdopalon dan kini terbukti itu Tulisan, bisa saja Orang sudah muak dengan cara Islam yang mau menang menangan menjajah Negri ini, lha hyang Suryo berjuang dalam bidangnya melinggihkan Leluhur di Bali dulu, Karena Trowulan sudah tidak bisa Upacara dan dilarang oleh Orang yang mengagungkan adat Arab yang tidak kenal Odalan dan Caru seperti Imam Takmir Karyono yang Guru Terbangan dan Samroh juga bikin Bola mangkanya Orang lain dianggap Bola untuk disepak kesana kemari, ya banyak katanya membantu tapi bukan segi Leluhur nya tapi ingin Menarik Wisata dan tujuannya dapat uang, tapi tidak mengerti Leluhur akhirnya ya percuma saja karena mereka terbentur Upacara Adat Odalan dan Caru dan Patung Berhala yang tidak dimengerti selama 500 tahun akhirnya bisa mundur padahal yang dicari ke Arab juga hanya Batu Hitam yang banyak dikritik Tipuan Arab cari duit lha yang ditipu mau kan ya hak asasi juga bahkan malah kena tipu menhancurkan budaya sendiri kalu kita ingin nyadarkan ya jelas dihambat dan ditutup supaya adat Arab tetap eksis dan kita percaya KARMAPALA akan jalan, lebih baik ini kita Upacara dulu di Bali hari ini odalan biar dimata Orang Bali yang tidak berkawitan Airlangga kecil upacaranya tapi Besar Bagi Leluhur karena mereka Iklas ber Upacara dan 500 tahun libur tidak di Upacarai tanahnya hanya disiram tahi hasilnya untuk naik haji, biarpun hanya dikritik, kita jalan terus demi Leluhur, biarlah Orang mengkeritik, Nanti Kalau Pageblug ya baru Tahulah pagi sakit sore mati, dan kita tidak memaksa,
Leluhur kan tidak bisa apa-apa di Jawa Candi nya dihancurkan islam, tidak boleh di Upacarai karena bertentangan dengan adat Arab /Allah yang tidak kenal Njuguh, Odalan, Ruwat deso, caru dll, ya kita keturunannya wajib tetap ngupacarai, kalau tidak ada yang mau ngupacarai lagi bagaimana? Semua sudah hancur, Keturunannya tidak tahu menahu akibat dididik adat Arab, bahkan ikut menghancurkan, jadi memang butuh orang yang bisa membela ya Hayang Suryo sampai sendirian di Trowulan jadi bulan bulanan Arab dan Muspika, agar Beliau bisa bergerak dan Leluhur Kuat, kan harus di beri makan Odalan dan caru? Untung Malah kini banyak Orang Manca mulai percaya dan menghormati Leluhur, contoh Patung genesa Tertinggi Buleleng malah Orang Jerman [Arya] inilah contoh, mengharap bangsa sendiri otak nya Arab yang dipikir ya kepentingan Arab biar makmur seperti Haji nya yang diurus, ngurus buang uang untuk setan? jelas tidak mau donk kan bukan Adatnya. inilah semoga Leluhur senang "PANGDEMEN" dengan bisanya Odalan di Bali yaitu di GWK hari ini oh ya apakah di Bali ada Pura Prabu Airlangga? kalau ada mohon informasi, agar kami bisa bangga bahwa Parabu Airlangga masih ada yang Ngodali juga, jadi tidak hanya Pura Majapahit GWK, dan apakah Pura itu Punya pratima Prabu Airlangga? kalau ada Pratima nya tolong kita bersatu bikin Odalan dan saling berhubungan mengingat di Jawa ditutup dan di GWK hanya sementara {Drs. Komang Artanegara Panitia Odalan} Ungasan 1-11-2009,-
Langganan:
Postingan (Atom)
