Kamis, 03 Desember 2009

ISTRI DIKONTRAKKAN ORANG ARAB

Berita Pagi TRANS TV 4-12-2009 jam 5.20 pagi : Di SUKABUMI  Jawa Barat seorang Pria berinisial MR mengontrakkan Istrinya bernama LA pada Orang Arab dengan Kawin Kontrak dan si Suami sendiri jadi Wali nya dengan imbalan 4 juta rupiah, Keluarga LA Sang istri akhirnya melaporkan ke Polisi MR suami yang aneh ini yang rela mengontrakkan Istrinya sendiri kepada Orang Arab, LA ketahuan dikonktrakkan karena sakit Kelamin akibat hubungan dengan Arab dan mengakui kepada keluarganya kalau dikontrakkan Sang Suami tercinta kepada Orang Arab hingga mengidap penyakit kelamin. (klik gambar)

Benar benar Aneh tapi Nyata ,jadi benarlah kalau ada Film Kiamat 2012  melihat kejadian yang tidak masuk akal ini, Menurut Ustad Noko Perkawinan di Indonesia Agama Islam kalau Kawin itu ada 3 macam 

1. Kawin Resmi yaitu KUA [Kantor Urusan Agama Islam]dapat Buku Mentri Agama dan ini Perkawinan paling Sah bisa 4 x  kawin dan dapat buku kawin sampai 4 buku untuk satu nama pemilik satu KTP dalam satu wilayah  KUA diwilayah lain dengan KTP baru setempat bisa kawin lagi dan dapat Buku juga 4 diwilayah barunya asal tidak ketahuan, sedang ada  

2. Kawin SIRI cukup didepan Modin ini Sah juga contoh Haji Oma Irama kawin siri dengan Angel Elga yang pingsan ketika dicerai [di TV berita Top hampir tiap hari dahulu diberitakan ] dan banyak lagi Pejabat dan Selebriti kawin Siri di beritakan TV kawin siri bebas tanpa batas disemua wlayah yang punya  Modin, dan  

3. Kawin MUTAH yaitu kawin Kontrak yang baru Trans TV pagi ini beritanya , sebebetulnya banyak tapi ini yang jelas, Dan berapa lama kontraknya tergantung Sang Arab pokoknya sampai bosan, atau ada perjanjian dibawah tangan berapa lama kontrakannya tergantung biaya kontrak juga mempengaruhi lamanya bisa juga sekali kontrak sampai bosan. Kalau Agama Kristen dan Katolik kawin hanya boleh 1 X  "Hanya kematian yang dapat menceraikan" kata Romo/ Pastor / Pendeta  yang mengawinkan. Kalau Konghucu Dahulu tidak diberi Surat karena tidak diakui Pemerintah RI hingga terjadi keributan di Media Masa dan TV ada yang sudah punya anak 3 besar-besa bahkan ada yang  jadi Dokter  tetap surat tidak diberi karena kawin harus jelas Agama nya waktu itu Konghucu belum diakaui Agama, sekarang mungkin sudah diakui, Mengenai Kepercayaan Kejawen juga dulu tidak diakui KUA dan tidak diberi Surat Kawin bahkan sampai Sidang Pengadilan tapi tetap kalah dengan SK Mentri Agama waktu Sidang di Pengadilan Lamongan yang dihadiri Ketua HPK [Himpunan Penghayat Kepercayaan] DR Soemono Soemodisastro dan Staff nya ketika Umat nya tidak diberi Surat Kawin, dan tetap tidak diakui Perkawinannya oleh Pengadilan yang memenangkan KUA karena Kepercayaan bukan Agama Islam dan tidak ada Instansi selain KUA di Pedesaan yang bisa membuat Surat Kawin tahun 1990 an malah Kepercayaan Saptodarmo dihancurkan di jogja 2009 [TV] jadi sudah tidak bisa dapat pengakuan Surat Kawin malah dihancurkan itu Kepercayaan ya nasib Orang Jawa, Jadi Unik di Indonesia ini Orang ingin Kawin Sah tidak diberi Surat Tapi Orang kawin dan Kontrak kan Istri malah diijinkan bahkan Suami malah jadi Wali nya oleh Agama Islam, juga Kawin Modin atau Siri dianggap legal pula oleh Islam, Kalau China dan para Ningrat juga Bali masa lalu malah tidak punya Surat Kawin Pokok nya di depan Pik Kong / Leluhur Nyembah-Nyembah ada sesaji kawinnya Mangku dan keluarga menyaksikan dan merestui sudah Sah, sampai beranak, cucu, cicit rukun dan jarang cerai, Juga di Bali Tempo Dulu tidak ada Surat Kawin tapi Sah saja seperti Hyang Suryo punya Ibu Angkat Bali Bhatari Agung Putri dari Puri Dangin cukup sejak kecil di Upacarai dan terakhir Upacara Metatah disaksikan banyak Orang ya sudah dan diakui seperti di Puri Anom Tabanan  Tuwayah nya Gusti Ngurah Panji   Ngurah Gede dari Puri Anyar mengatakan didepan  Para Kerabat Puri Anom  "Hyang Suryo Lekad di Bali ne Tuwayah tiang..." kejadian ini waktu Hyang Suryo diberi Rumah di Kubon Tingguh 2003 oleh Gusti Ngurah Panji dan Ngurah Gede Puri Anyar mengantarkan sambil ngecek Rumah tersebut layak tidak buat Hyang Suryo Ngurah Panji pun bingung Tuwayah nya manggil Hyang Suryo Tuwayah kan dobel Tuwayah manggil Hyang Suryo, Kejadian ini jauh sebelum  Tumpak Landep Keris Gajah Mada bisa merobohkan Pohon Beringin Puri Anom yang cukup menghebohkan, Jadi sekarang repot kalau dimintai Surat Kawin Orang Tua Surat Kawin tidak punya, sudah di Aben dan melinggih di Mrajan lalu Hukum nya ya Niskala Sidang di Odalan didepan Pelinggih secara KERAUHAN keterangannya, Jadi mengenai Surat Lahir dan Surat Surat apapun karena Dahulu adalah Kepercayaan kepada Leluhur dan kalau dilanggar ya Karmapala ditanggung sendiri, sekarang Karmapala agak Luntur jadi perlu bukti Autentik Pengadilan Niskala di Pura kurang dipercaya termasuk Karauhan Leluhur, Seperti Hyang Suryo dibangunkan Rumah di Sunantaya Penebel Gusti Kukuh dan Para Tetua Puri di GWK 2006 mengatakan Surat akan di Sertifikatkan untuk Hyang Suryo agar menghindari  hukum masa depan kalau ada yang nuntut dan punya Surat Tanah. Padahal bagi Hyang Suryo tidak ada di Dunia ini milik pribadi semua itu adalah Warisan buat Anak Cucu, atau  Titipan generasi masa depan pada kita., Sayangnya Puri Surya Majapahit Trowulan dianggap milik Pribadi Hyang Suryo oleh MUSPIKA hingga di Tutup padahal itu Warisan leluhur dan tempat Leluhur untuk Anak Cucu memohon Kerahayuan pada leluhur, tapi berhubung Islam tidak Percaya Leluhur ya kacau, Kena Hukum Islam yang Adat Perkawinannya saja aneh Istri bisa di Kontrakkan dengan Kawin Kontrak dan sang suami yang jadi Wali nya didepan Modin yang mengawinkan, jadi agak lucu juga, Adat Majapahit malah tidak kenal surat, cukup Kejujuran banyak Orang tahu kan malu kalau mengingkari ? Seperti Pengelingsir Ngurah Gede sejak 1967 tidak bertemu Hyang Suryo kan masih mengakui dan menghormati bahkan memberi Rumah segala ketika Hyang Suryo berada di Bali karena Trowulan ditutup tidak boleh Ritual dan Kegiatan dalam bentuk apapun. Juga Gusti Latria adik Kandung Letkol Wisnu Pahlawan Bali yang namanya diabadikan Lapangan Terbang Singaraja, Juga memberi Rumah di Bantang Banua Sukasada yang kini Jadi Puri Surya Majapahit atau The Majapahit Center atas prakarsa DR Wedakarna Rektor Universitas Mahendradata, juga dibangun Mrajan Leluhur berupa Candi dan Sarananya , Juga Gusti Ngurah DR Soedjarwadi [Ngurah Pide Ibunya Orang Nias Hyang Suryo manggil Tante] memberi Rumah Zaman Belanda / Puri Pide di Sukasada bekas Rumah Raja Buleleng yang dibuang Belanda ke Padang, Rumah dengan Gapura / Kori Paduraksa Termegah di Buleleng depan Pura Desa sebelah Pura Melanting juga satu tembok dengan POLSEK Sukasada ini menjadi tempat tinggal Hyang Suryo Raja Abhiseka Majapahit Sri Wilatikta Brahmaraja XI, hingga Tamu Tamu bisa ditemui Sang Raja termasuk DR Arya Wedakarna President World Hindu Youth Organization, Gusti Teken Ketua Musium Buleleng bahkan dengan PU merehap ruangan Puri dibantu Kadis Budpar IB Puja Erawan yang ngundang Pameran Pusaka Majapahit, Karl Gunter Meyer Hotel Melka, DR Arya Sunu, DR Moedjiono dari IKIP sekarang Universitas Ganesa, dan Tokoh Tokoh Buleleng dll merasa Terhormat ditemui di Rumah Raja dan benar juga akhirnya Ganesa Tertinggi di Dunia bisa terwujut di Singaraja dan diresmikan 12 Februari 2006 oleh Sri Wilatikta Brahmaraja XI dan Ibu Sukmawati Sukarnoputri dengan menanda tangani Prasasti dari Marmer ditanam di bawah Patung agar bisa dilihat Pengunjung kini Singaraja ramai dikunjungi Kapal-Kapal Layar seluruh Dunia dan nginap di Lovina Kalibukbuk wilayah Ganesa Tertinggi di Dunia, Dan setelah terwujut Ganesa Terbesar dan Tertinggi masuk MURI sesuai Rencana semula untuk nyaingi GWK Hyang Suryo pun meninggalkan Singaraja kembali GWK ternyata mungkin kebanyakan Rumah Ruko GWK diminta Investor Baru dan Hyang Suryo pindah Ruko Puri Gading dimana malah terwujut Pura Ibu Majapahit di belakang Ruko yang juga Pagoda / Meru nya termegah di Nusantara [Bali Pos] kini Gusti Sentanu Raja Kali Bukbuk Buleleng pun menghibahkan Tanah untuk Kayangan Jagad Majapahit padahal Yayasan Bali Age juga memohon Kayangan Jagad dengan tanah 200 Hektar dan banyak permintaan untuk Lapangan Terbang nguruk Laut seperti Bandara Ngurah Rai, tapi sulit ditangani karena Hyang Suryo Sibuk ngurusi Leluhur nya. Gusti Sentanu sudah mulai membangun 18 Agustus 2008 dan kalah bicara dengan Hyang Suryo "Nanti kalau Ngenteg Linggih saya datang meresmikan" ucap Brahmaraja XI, jadi sampai sekarang Raja Majapahit tidak mau ke Singaraja karena belum selesai Bangunannya jadi nunggu Ngenteg Linggih ini bisa puluhan tahun, jadi Hyang Suryo bisa mengurusi yang lebih penting biarlah Gusti Sentanu menyelasaikan dulu Pembangunannya. Juga yang di Penebel pun belum pernah dilihat bangunan Rumah Beliau karena kesibukan Undangan dan Acara di Jawa dan Bali bahkan di luar Negri. Inilah sekedar Berita Surat Kawin yang diberitakan di Trans TV jadi apalah arti selembar Kertas ? Kalau kita saling percaya dan Takut Karmapala tidak berguna itu lembaran lembaran kertas dan tidak mungkin ribut Sidang Pengadilan yang butuh Lembaran kertas bukti yang hanya membuat malu rebutan kertas biarpun dibelakangnya ada Tanah luas. Itu Orang Orang Kuna yang tidak pernah bikin Surat Kawin kan Islam menyebut Anak Haram tapi tidak ada masalah termasuk Sri Wilatikta Brahmaraja XI itupun tidak punya Surat Kawin Orang Tuanya atau Bapaknya yang lahir 1888 dan meninggal 1956 Brahmaraja X Jaman Dahulu Permaisuri diketahui banyak Orang tidak mungkin macam macam apalagi sampai dikontrakkan Orang Arab sangat tabu bagi Adat Majapahit biarpun Kawinnya tanpo Surat Sedawir bahasa Jawa nya dan Hyang Suryo pun Abhiseka Tanpo Surat Sedawir tapi diakui yang punya Ijasah beberapa lembar Surat Kelakuan Baik Polisi, Bersih Diri banyak yang masih nganggur belum dapat kerjaan sekali lagi Apa artinya selembar Surat ? itu Pahlawan Tanda Jasanya se Abreg akhirnya hilang semua dicap PKI bahkan Gubernur Bali Soetedja Hilang diculik tak tentu rimbanya, Universitas MARHAEN lengkap suratnya tidak diakui harus Ganti Mahendradata bikin surat kop baru lagi, Gelora Bung Karno lengkap Suratnya harus ganti Gelora Senayan bahkan nama yang berbau Bung Karno mau dihapuskan dari Sejarah tapi mana bisa ?[Metro Files] kop kop Surat pun diganti, jadi Surat tidaklah Abadi bisa direkayasa seperti STNK aspal  KTP teroris Palsu RT 10 padahal tidak ada RT 10 hanya sampai RT 7, jadi semua bisa diganti kalau mau mengganti Brahmaraja XI ya silahkan kalau ada yang mau tampil kan bisa bikin Surat Pengakuan biarpun palsu? Kebetulan Hyang Suryo tidak punya surat agar bisa menyisihkan Hyang Suryo jadi Raja Majapahit agar tidak iri dan dengki lalu menjelek jelekan {Gusti Heker}


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar